Rembang, Ulama Salaf Online - Ratusan kiai dari seluruh penjuru Kabupaten Rembang ikut menghadiri peringatan hari santri di alun-alun kota, yang digelar secara bersama oleh PCNU Rembang dan Lasem, Sabtu (21/10) malam.
Peringatan hari santri 2017 diawali dengan zikir pesisiran, parade 1001 rebana, dan Keplok Alfiyah sebagai salah satu tradisi pesantren yang ada di Kabupaten Rembang, yaitu Pesantren Raudlotut Tholibien asuhan KH Ahmad Musthofa Bisri.
| Hari Santri, Ratusan Kiai Sepuh Turun Gunung (Sumber Gambar : Nu Online) |
Hari Santri, Ratusan Kiai Sepuh Turun Gunung
Selain itu, acara yang dilanjutkan dengan ngobrol bersama delapan tokoh asal Kabupaten Rembang yang sudah berkiprah di Jakarta yang di antaranya KH A Musthofa Bisri, KH Maimoen Zubair yang membuka iftitah.Sedangkan KH Yahya Cholil Staquf, KH Abdul Ghofur Maimoen, M Imdadun Rohmat, M Arwani Thomafi, Maryono, dan Phutut EA bertindak sebagai narasumber diskusi yang digelar di alun-alun Rembang.
Ulama Salaf Online
Menurut Panitia pelaksana Hamzah Iklil, sedikitnya ada sekitar 176 kiai dan sejumlah aparat dari Pemerintah Daerah Rembang yang didaftar hadir pada peringatan santri.Ulama Salaf Online
"Ada sekitar 176, para kiai dari seluruh kecamatan yang ada. Minimal yang hadir itu ada perwakilan dari setiap kecamatan," katanya.Selain zikir pesisiran, parade rebana, dan keplok alfiyah, puncak hari santri Kabupaten Rembang 2017 adalah apel santri di alun-alun yang berlanjut dengan kirab merah putih, yang akan diikuti ribuan santri yang sudah dikoordinir oleh PCNU Rembang dan Lasem, pada Ahad (22/10) pagi.
Peserta kirab merah putih akan berjalan mengelilingi jalan-jalan protokol yang ada di wilayah Kota Rembang, dan kembali finish di alun-alun kota. (Ahmad Asmui/Alhafiz K)
Dari Nu Online: nu.or.id
Ulama Salaf Online Fragmen, Kajian Sunnah, Berita Ulama Salaf Online
