Tampilkan postingan dengan label Kajian Sunnah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian Sunnah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Februari 2018

Agustus Ini, Gus Mus Siapkan Pagelaran Puisi Untuk Palestina

Jakarta, Ulama Salaf Online - KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) dan kawan-kawan kini tengah mempersiapkan pagelaran malam puisi yang dipersembahkan untuk Palestina. Malam puisi untuk Palestina ini diadakan sebagai bentuk solidaritas para penyair Indonesia dan pegiat kemanusiaan untuk Palestina.

“Ini bentuk solidaritas warga Indonesia terhadap konflik di Palestina,” kata Achmad Solechan, tim panitia penyelenggara, kepada Ulama Salaf Online, Kamis (3/8) sore.

Agustus Ini, Gus Mus Siapkan Pagelaran Puisi Untuk Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)
Agustus Ini, Gus Mus Siapkan Pagelaran Puisi Untuk Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)

Agustus Ini, Gus Mus Siapkan Pagelaran Puisi Untuk Palestina

Malam puisi bertajuk O…Palestina… Doa Untuk Palestina ini akan digelar pada Kamis malam, 24 Agustus 2017 di Graha Bakti Budaya, Kompleks Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat.

Ulama Salaf Online

Mereka yang rencananya akan hadir adalah Gus Mus, Abdul Hadi WM, Sutarji Colzoum Bahri, KH M Quraish Shihab, Acep Zamzam Nur, Renny Djajusman, Fatin Hamamah, D Zawawi Imron, Butet Kertaredjasa, Slamet Rahardjo, Mahfud MD, Joko Pinurbo, Sosiawan Leak, Inayah Wahid, Najwa Shihab, Ratih Sanggarwati, Ulil Abshar Abdalla, Taufiq Ismail, Jamal D Rahman? dan Anis Sholeh Basyin.

Ulama Salaf Online

“Ini momentum pas untuk bicara kemerdekaan dan doa untuk Palestina. Kita akan membaca puisi-pusi kemerdekaan,” kata Solechan.

Acara yang diselenggarakan oleh Gus Mus dan kawan-kawan ini terbuka untuk umum dan gratis. Di acara ini nanti akan digelar perbincangan puisi-puisi Timur Tengah dan dimeriahkan oleh grup Laela Majnun dari Semarang.

“Ada pembacaan puisi Timur Tengah dan ada pembacaan puisi terjemahnya. Pak Quraisy sepertinya akan membaca puisi Timur Tengah.”

Acara seperti ini, kata Solechan, bukan untuk kali pertama diadakan. Pada tahun 1982 acara malam Palestina pernah digelar. Gus Dur yang waktu itu menjadi Ketua DKJ meminta Gus Mus membaca puisi-puisi Arab. Di tahun itu pula Gus Mus pertama kali tampil membaca puisi di publik. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Kajian Sunnah Ulama Salaf Online

Kamis, 15 Februari 2018

PCNU Pati Selenggalarakan Pendidikan Kader Penggerak NU

Pati, Ulama Salaf Online. Penggurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pati menyelenggarakan Penddikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) yang dilaksanakan pada tanggal 14-17 Mei, bertempat di Pesantren Shofa Azzahro Desa Gembong Kecamatan Gembong Kabupaten Pati, Kamis (14/5).?

Pengasuh Pesantren Shofa Azzahro, KH Imam Shofwan dalam sambutannya menyatakan bahwa acara PKPNU ini merupakan langkah konkrit bagi NU untuk mencetak kader-kader NU yang berkualitas dan mampu untuk memahami tata kelola organisasi dengan baik dan benar sebagai modal untuk mengembangkan NU agar menjadi organisasi yang berdaya guna,” kata mantan Ketua PCNU Pati itu.

PCNU Pati Selenggalarakan Pendidikan Kader Penggerak NU (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Pati Selenggalarakan Pendidikan Kader Penggerak NU (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Pati Selenggalarakan Pendidikan Kader Penggerak NU

Sementara itu, Rais Syuriyah PCNU Kab. Pati KH Aniq Muhammadun menjelaskan bahwa PKPNU adalah upaya mengkader para calon pimpinan NU melalui kegiatan yang terarah dan terukur supaya bisa memberikan manfaat dan dampak positif bagi perkembangan NU ke depan. Karena kemajuan NU ke depan juga berada di tangan para generasi-generasi muda saat ini, ungkapnya.

Ulama Salaf Online

“Padatnya agenda selama pelatihan tidak lain adalah upaya untuk membekali para peserta agar mereka memiliki cikal bekal yang mumpuni di masyarakat serta mampu mengamalkan apa yang mereka dapat selama mengikuti acara PKPNU,” kata Kiai Aniq.

Sementara itu Ketua Pelaksana Kaderisasi PBNU KH Masyhuri Malik dalam tausiyahnya menjelaskan pentingnya PKPNU yang diselenggarakan oleh PCNU Pati tidak lain adalah untuk memberikan bekal dan wawasan khazanah keilmuan yang luas. Para kader NU ini, harapannya mampu melestarikan tradisi dan nilai-nilai perjuangan yang dilanggengkan oleh para masyayikh pendiri NU, terangnya.?

Ulama Salaf Online

Terlebih saat ini banyak bermunculan ajaran atau kelompok radikal yang mencoba menyerang ajaran-ajaran NU yang dianggap mereka menghalang-halangi langkah dan gerakan ajarannya. Maka KH Masyhuri Malik menekankan agar para kader yang mengikuti pelatihan PKPNU yang diselenggarakan oleh PCNU Kabupaten Pati, bisa menggerakkan Jamiyyah Nahdlatul Ulama di masing-masing daerahnya agar tidak mudah terdoktrin oleh aliran radikalisme yang marak saat ini.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan pengetahuan yang mendalam tentang pemahaman Ahlusunnah wal Jamaah (Aswaja), keorganisasian, wawasan global, spiritual, serta penguatan tentang maraknya bahaya radikalisme, fundamentalisme dan aliran-aliran lainnya.?

Selama mengikuti pendidikan pelatihanPKPNU semua peserta wajib mengikuti program kegiatan yang telah diagendakan oleh panitia, bahkan tidak boleh meninggalkan tempat pelatihan. Harapan adalah agar mereka benar-benar bisa fokus terhadap kegiatan, sehingga nantinya bisa melahirkan kader-kader militan yang berwawasan luas. Target utamanya, para alumni PKPNU diharapkan dapat menghidupkan dan mengurus organisasi NU di wilayahnya masing-masing secara mandiri dan profesional. (siswanto el mafa/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Kajian Sunnah, Cerita Ulama Salaf Online

Rabu, 07 Februari 2018

Konferwil IPNU-IPPNU Sulsel Dihelat 7 November

Makassar, Ulama Salaf Online. Konferensi Wilayah (Konferwil) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) XIII dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) XII Sulawesi Selatan bakal digelar pada 7-8 November 2015 di Gedung Auditorium KH Muhyiddin Zain Universitas Islam Makassar (UIM) Jalan Perintis Kemerdekaan KM. 9 No. 29, Makassar, Sulsel.

Konferwil IPNU-IPPNU Sulsel Dihelat 7 November (Sumber Gambar : Nu Online)
Konferwil IPNU-IPPNU Sulsel Dihelat 7 November (Sumber Gambar : Nu Online)

Konferwil IPNU-IPPNU Sulsel Dihelat 7 November

Konferwil tersebut akan diikuti Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU dari 24 kabupaten/kota dan dihadiri oleh Ketua Umum IPNU Rekan Khairul Anam Harisah. Menurut Syahrul selaku ketua panitia, sekitar 250 rekan-rekanita IPNU-IPPNU akan berkumpul mewakili seluruh kabupaten/kota yang ada di Sulawesi Selatan.

Salah satu agenda Konferwil adalah pemilihan ketua IPNU dan IPPNU yang baru dan membahas isu-isu strategis yang menjadi fokus perjuangan pelajar NU di Sulsel.

Ulama Salaf Online

Ketua Pimpinan Wilayah IPNU Sulsel Muh Ramli mengungkapkan, Konferwil merupakan forum permusyawaratan tertinggi IPNU-IPPNU di Sulsel yang dilaksanakan tiga tahun sekali.

"Agenda utama dalam konferwil adalah merumuskan program dan rekomendasi organisasi tiga tahun mendatang dan pemilihan Ketua dan Pengurus Wilayah IPNU-IPPNU yang baru masa bakti 2015-2018," katanya Sabtu (31/10) di Kantor IPNU Sulsel.

Ulama Salaf Online

Beberapa kader yang akan mencalonkan diri sebagai ketua IPNU di antaranya Syahrul yang saat ini menjadi Wakil Ketua IPNU Makassar, Andy Muhammad Idris (Wakil Ketua IPNU Sulsel), Asrijal (mantan Ketua IPNU Makassar), dan Sudirman (Bendahara IPNU Sulsel). Untuk calon ketua IPPNU, antara lain Salma (Sekretaris IPPNU Sulsel), Chaerana (mantan Ketua IPPNU Makassar), Susilawati (pengurus IPPNU Pare-pare), dan Azizah Dahlan (Ketua IPPNU Makassar). (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Kajian Sunnah Ulama Salaf Online

Selasa, 30 Januari 2018

Menag Launching Pendidikan Diniyah Formal

Wonosobo, Ulama Salaf Online. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin resmi me-launching Pendidikan Diniyah Formal (PDF) dan Satuan Pendidikan Muadalah pada Pondok Pesantren. Peresmian ditandai dengan pemukulan bedug dan penyerahan Piagam Pendidikan Diniyah Formal untuk 14 pesantren dan Surat Keputusan bagi 31 Satuan Pendidikan Muadalah pada Pondok Pesantren ? yang diwakili pimpinan pesantren masing-masing di Pesantren Al-Mubaarak, Manggisan – Wonosobo, Selasa (26/5) malam.

Hadir dalam acara tersebut, Direktur PD Pontren Mohsen, Kakanwil Kemenag Jateng Ahmadi, Kakanwil Kemenag Yogyakarta Nizar, Bupati Wonosobo Abdul Khalik Farid, dan ulama dan tokoh masyarakat Wonosobo. Demikian berita yang dikutip dari situs kemenag.go.id

Menag Launching Pendidikan Diniyah Formal (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag Launching Pendidikan Diniyah Formal (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag Launching Pendidikan Diniyah Formal

Meng menjelaskan, pendidikan diniyah formal ini hakekatnya adalah pesantren yang selama ini mengembangkan pendidikan diniyah kemudian itu diformalkan. Dalam artian, bahwa tetap kebebasan masing-masing pontren itu tetap menjadi hak-nya masing-masing pontren.?

Ulama Salaf Online

“Pemerintah atau negara menyiapkan kurikulum, pola pengajaran, menyiapkan sejumlah mata pelajaran yang 70 persen itu agama, 30 persen umum yang semuanya itu kita coba standarkan,” terang Menag.?

Ulama Salaf Online

Dan ini, tandas Menag, tidak sama sekali ada paksaan, ini sepenuhnya sukarela bagi pondok-pondok pesantren yang bersedia mengikuti program ini, yang nanti kemudian dengan standarisasi yang sama dilakukan ujian dan evaluasi secara nasional.

Hingga kemudian, lanjut Menag, diniyah kita yang selama ini lulusannya sulit melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi itu, kemudian disamakan keberadaannya dengan madrasah-madrasah lain dan lulusannya bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

“Bedanya pendidikan diniyah formal dengan madrasah, kalau madrasah formalnya ada di madrasah, sementara pendidikan diniyah formal proses belajarnya tetap dilakukan di pontren. Ini salah satu wujud tanggung jawab pemerintah ? terhadap keberadaan pontren kita,” ujar Menag.?

Dikatakan Menag, mengapa negara perlu bertanggungjawab terhadap keberlangsungan pontren, menurutnya karena kita sadar betul bahwa dalam konteks keindonesiaan, keberadaan pontren ada jauh sebelum merdeka, pontren hakekatnya adalah lembaga pendidikan khas Indonesia.?

Ini cara pendahulu dan guru-guru kita, begitu arifnya mereka dalam memperkenalkan nilai-nilai Islam masuk ke wilayah nusantara ini. Pontren sesungguhnya adalah pola pendidikan yang sebelum Islam masuk ke nusantara itu sudah dikenal oleh masyarakat nusantara. Bagaimana sejumlah santri berkumpul, lalu mencari seorang guru, lalu guru yang diangkat karena memiliki keahlian itu kemudian ditimba ilmunya.?

Menurutnya, itulah corak pendidikan sejak ratusan tahun lalu, oleh para pendahulu kita pola tersebut tidak dirubah, yang dirubah adalah materi atau muatannya. Hingga kemudian pontren merupakan corak khas pendidikan di Indonesia dalam kaitannya dengan lembaga pendidikan keagamaan Islam.?

“Ini yang menyebabkan Islam di Indonesia memiliki ciri khasnya sendiri,” kata Menag. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Kajian Sunnah, Sejarah, Pertandingan Ulama Salaf Online

Sabtu, 27 Januari 2018

Keuntungan Bergaul dengan Orang Saleh Menurut Ibnu Athaillah

Persahabatan kita dengan orang saleh dapat membawa keuntungan kepada kita. Persahabatan ini menjadi tanda bahwa kita juga setidaknya mendekati kesalehan yang diridhai oleh Allah SWT sebagaimana disinggung oleh Syekh Ibnu Athaillah dalam hikmah berikut ini.

? ? ? ? ? ? ? ? ?

Keuntungan Bergaul dengan Orang Saleh Menurut Ibnu Athaillah (Sumber Gambar : Nu Online)
Keuntungan Bergaul dengan Orang Saleh Menurut Ibnu Athaillah (Sumber Gambar : Nu Online)

Keuntungan Bergaul dengan Orang Saleh Menurut Ibnu Athaillah

Artinya, “(Mahasuci Allah) yang tidak ‘mempertemukan’ kepada para wali selain orang yang dikehendaki sampai kepada-Nya.”

Ulama Salaf Online

Syekh Syarqawi coba menjelaskan bahwa Allah juga memiliki kecemburuan di mana ia tidak memperkenankan orang lain bergaul dengan orang-orang saleh yang menjadi kekasih-Nya. Bahkan, sebagian kekasih-Nya (para wali) tidak dikenal oleh makhluk-Nya termasuk para malaikat sehingga Allah sendiri yang mencabut nyawa mereka.

? ? ?) ? ? ? ? ? (? ? ? ? ? ?) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ulama Salaf Online

Artinya, “(Mahasuci Allah yang tidak ‘mempertemukan’) memperkenalkan dan menyatukan (kepada para wali selain orang yang dikehendaki sampai kepada-Nya) karena para wali itu adalah kekasih-Nya sehingga dapat menimbulkan ‘cemburu’ jika Allah mempertemukan selain kekasih-Nya dengan para wali itu. Ini berlaku untuk sebagian wali. Mereka adalah orang yang digerakkan untuk suluk. Sedangkan orang yang dikehendaki sampai pada-Nya akan dipertemukan dengan para wali dalam bentuk persahabatan khusus. Para wali itu terbagi dua kategori. Satu kelompok wali diperkenalkan oleh Allah kepada kalangan awam dan kalangan tertentu. Satu kelompok wali lainnya diperkenalkan oleh-Nya hanya kepada kalangan tertentu. Tetapi ada juga sekelompok wali yang tidak diperkenalkan kepada satupun makhluk-Nya termasuk malaikat hafazhah. Allah sendiri yang mencabut nyawa mereka dan tidak memperkenankan tanah mengurai jasad mereka,” (Lihat Syekh Syarqawi, Syarhul Hikam, Semarang, Maktabah Al-Munawwir, juz II, halaman 2-3).

Pergaulan dengan orang saleh membawa berkah tersendiri bagi kesehatan batin manusia. Pergaulan itu membawa pengaruh tersendiri kepada batin manusia dengan catatan tetap menjaga adab terhadap orang-orang saleh itu. Kalau hujan saja bermakna berkah, apalagi para kekasih Allah sebagaimana disebutkan oleh Syekh Zarruq dalam kutipan berikut ini.

?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?... ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?... ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Menurut saya, yang dimaksud ‘wushul’ atau ‘sampai’ di sini adalah mengenal wali Allah dalam bentuk pergaulan yang menuntut pelaksanaan kewajiban berupa penghormatan terhadap perintah dan larangannya… Sejumlah ulama mengatakan, ‘Hujan adalah saat-saat dekat dengan Allah karenanya kita dianjurkan untuk keluar dan tabarukan saat hujan turun. Ini disebutkan oleh Rasulullah SAW. Itu baru keberkahan hujan, apalagi orang beriman ahli makrifat (arifin)?’... Salah satu dalil bahwa memandang wajah arifin dapat menambah makrifat dan lain sebagainya adalah ucapan Anas RA, ‘Tidaklah kami menghalau debu makam Rasulullah SAW yang melekat di tangan kami melainkan kami merasakan ada sesuatu yang kurang di hati ini,’ (lanjutkan terusannya). Secara umum, para wali Allah adalah pintu-Nya. Perkenalan dengan mereka adalah kunci pintu tersebut. Sementara gigi kunci itu adalah upaya menjaga diri agar tetap hormat, khidmat, sopan, dan keluasan rahmat kepada mereka. Siapa yang berinteraksi dengan mereka melalui cara demikian, maka ia akan dibukakan pintu. Tetapi kalau tidak dengan cara itu, maka ia berada dalam bahaya,” (Lihat Syekh Zarruq, Syarhul Hikam, As-Syirkatul Qaumiyah, 2010 M/1431 H, halaman 133-134).

Orang-orang saleh adalah pintu kita masuk kepada Allah. Mereka adalah orang-orang pilihan-Nya. Mereka adalah orang-orang yang selayaknya kita kenal lebih dekat dengan penuh adab dan kesantunan. Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online PonPes, Makam, Kajian Sunnah Ulama Salaf Online

Sabtu, 13 Januari 2018

Ribuan Warga Antar Jenazah Ketua PCNU Cilacap

Cilacap, Ulama Salaf Online. Ribuan orang nampak mengantar pemakaman KH Syahid Muchson atau yang biasa di sapa Gus Sahid, Jumat (3/5). ? Meninggalnya Ketua PCNU Kabupaten Cilacap Jawa Tengah ini memang mengejutkan banyak orang.

Pasalnya setelah mengalami sakit gangguan paru, ulama yang dikenal pekerja keras dan salah satu pendiri KBIH NU Cilacap ini dikabarkan mulai membaik kesehatannya. Namun tiba-tiba ulama yang pernah tinggal di Mekkah belasan tahun itu mengalami kritis dan akhirnya meninggal dunia, Jum’at (3/5) pukul 11.30.

Ribuan Warga Antar Jenazah Ketua PCNU Cilacap (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Warga Antar Jenazah Ketua PCNU Cilacap (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Warga Antar Jenazah Ketua PCNU Cilacap

Sontak kabar meninggalnya Ketua PCNU Cilacap periode 2012-2017 yang belum sempat dilantik menjadi kabar duka bagi warga Nahdliyin di Kabupaten Cilacap. Ribuan orang pun datang ke rumah duka di Komplek PP AL Ihya Ulumaddin Kesugihan Cilacap.

Ulama Salaf Online

Bahkan pelayat yang datang dari berbagai kalangan seperti ulama, tokoh masyarakat maupun pengjrus NU dari berbagai tingkatan yang ? sangat mengenal Gus Sahid. Salah satu tokoh yang cukup kehilangan adalah pengasuh PP Ail Ihya Ulumadin KH Hasbullah Badawi BA.

Ulama Salaf Online

Menurutnya sejak kembali dari Mekkah kiprah Gus Sahid memang cukup besar baik bagi PP AL Ihya Ulumadin maupun PC NU Kabupaten Cilacap. Hal itu juga diakui oleh kakaknya KH Suhud Muchson Lc yang mengakui sejak bersama-sama mendirikan KBIH NU.

“Waktu itu NU Kabupaten Cilacap ingin membuat KBIH namun tidak jalan-jalan, nah saya dengan Mbah Su’ada (Rois Suriyah) kemudian melihat potensi yang dimiliki adik saya itu sehingga kita minta untuk pulang ke Cilacap,” kata dia.

Di bawah kendalinya KBIH NU Cilacap langsung mendapat respon dari para jamaah yang mempercayakan bimbingannya kepada KBIH NU. Lantas pada periode ? 2007-2012 ? Gus Sahid juga masuk dalam struktur PCNU menjadi wakil ketua.

Satu periode masuk dalam struktur pengurus PCNU Cilacap ternyata membuat pengurus MWC dan Ranting NU se-Kabupaten Cilacap mempercayakan PCNU Cilacap dibawah pimpinnya. Sayang sejak itu pula ulama yang sudah 28 kali naik haji ini mengalamisakit hingga akhirnya meninggal.

“Saya tidak mengira jika semangat yang begitu membara ternyata telah mengalahkan rasa sakit yang diderita Gus Sahid hingga Allah SWT memanggilnya,” kata M Taufiq Hidayatullah SAg salahsatu tokoh muda Nu Cilacap yang mengenal dekat Gus Sahid.

Hal yang sama dikatakan oleh Ketua DPC PKB Kabupaten Cilacap H Akhmad Muslikhin SH MSi yang mengaku Gus Sahid sebagai sosok yang mampu memberikan semangat harmonisasi sehingga NU dan PKB di Kabupaten Cilacap mulai membangun kembali politi kebangsaan.

“Sayang beliau telah wafat dan membawa sebagain semangatnya yang tetap menyala diakhir hayatnya dan sebagian yang sudah ditorehkan harus kami lanjutkan sebagai wujud penghargaan kepada Gus Sahid atas jasa-jasanya,” kata dia.

KH Syahid Muchson meninggalkan seorang istri Ny Uun Unaisyah sahid Al Hafidzoh serta tiga orang putra Naely, Awwad dan ‘Affan Hafidz. Meski sedih harus melepas orang yang dicintainya namun apa yang telah diwasiatkan membuat putra-putri Gus Sahid terlihat tabah.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Daryanto?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Jadwal Kajian, Hikmah, Kajian Sunnah Ulama Salaf Online

Kamis, 11 Januari 2018

Sebut Paham Asyari Sesat, GP Ansor Makassar Minta Koran Amanah Minta Maaf

Makassar, Ulama Salaf Online. Pengurus Wilayah GP Ansor Makassar, pada hari Jumat (3/4) mendatangi kantor Redaksi Harian Amanah yang beralamat di jalan Kakatua Makassar.

Kehadiran mereka disambut baik Pimpinan Redaksi Harian Amanah, Firmansyah Lafiri, Koordinator Liputan Irfan Abdul Gani, dan Pimpinan Perusahaan Abdul Salim Camma.

Sebut Paham Asyari Sesat, GP Ansor Makassar Minta Koran Amanah Minta Maaf (Sumber Gambar : Nu Online)
Sebut Paham Asyari Sesat, GP Ansor Makassar Minta Koran Amanah Minta Maaf (Sumber Gambar : Nu Online)

Sebut Paham Asyari Sesat, GP Ansor Makassar Minta Koran Amanah Minta Maaf

Kedatangan GP Ansor ini guna meminta penjelasan terkait pemberitaan harian Amanah edisi Rabu, (30/3) terkait akar aliran sesat, di mana salah satunya yang disebutkan adalah paham Asy`ariyah yang dinisbatkan kepada Imam Abu Hasan al- Asyari.

Ketua GP Ansor Makassar, Agus Salim Said dalam pertemuan tersebut meminta kepada Pimred Harian Amanah, Firmansyah Lafiri segera menyelesaikan semua tuntutan yang ditujukan kepadanya.

"Saya meminta agar media Amanah ini meminta maaf secara langsung dan terbuka kepada masyarakat Nahdiyin dan kiai sepuh di Nahdatul Ulama (NU) dalam waktu 1×24 jam, dan jika hal itu tidak ditindak lanjuti, maka kami akan mengerahkan Banser untuk menyegel kantor Harian ? Amanah ini," tegas Agus.

Ulama Salaf Online

Menanggapi desakan tersebut, Firmansyah Lafiri mengaku kecolongan dan menyesal atas pemberitaan penyesatan paham Asyariyah itu. Pada waktu yang sama ia pun langsung menuliskan surat pernyataan permohonan maaf yang berisikan 4 poin, sebagai berikut :

1. Memohon maaf atas kelalaian kami kepada seluruh warga Nahdiyin.

Ulama Salaf Online

2. Berjanji tadak akan mengulangi hal tersebut.

3. Bersedia menjalin sinergi strategis dalam kerja ukwah.

4. Akan memohon maaf langsung kepada Kyai sepuh Nahdatul Ulama.

"Selain itu redaktur yang menangani rubrik yang memuat berita tersebut telah saya mutasi, bahkan jika teman-teman GP Ansor menginginkan saya untuk memecat dia saya akan lakukan." tegas Firmasyah. (Makmur Idrus/Zunus).

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Kajian Sunnah, Lomba, Meme Islam Ulama Salaf Online

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ulama Salaf Online sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ulama Salaf Online. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ulama Salaf Online dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock