Jumat, 11 Agustus 2017

Sikap Warga NU terhadap Negara

Oleh KH Ahmad Ishomuddin

Tiga bidang ilmu yang berkaitan sangat erat dengan keberagamaan umat Islam Indonesia,? khususnya yang berafiliasi kepada organisasi NU (Nahdlatul Ulama) adalah tauhid,? fiqh dan tasawuf.? Ketiganya jika diamalkan sekaligus tanpa dipisahkan dalam rentang waktu yang lama maka akan mampu menghubungkan kehidupan aspek duniawi dan ukhrawi.

Hidup di dunia yang sementara ini sangatlah penting sebagai persiapan agar memperoleh kebahagiaan di akhirat. Kehidupan dunia ini menjadi kehilangan arti penting dan maknanya jika tidak untuk itu.

Sikap Warga NU terhadap Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
Sikap Warga NU terhadap Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

Sikap Warga NU terhadap Negara

Sebagaimana keseluruhan ajaran agama yang diturunkan untuk kepentingan manusia, tentu kehilangan urgensinya jika justru tidak membawa kepada penghargaan kepada manusia dan kepentingan kemanusiaan.

Ulama Salaf Online

Segala tantangan modernitas yang besifat negatif hanya mampu diatasi jika kedua dimensi tersebut terpaut dalam kehidupan nyata ini. Sehingga coraknya tidak hanya hitam-putih,? menolak segala yang berbau urusan dunia demi mementingkan urusan akhirat.

Ulama Salaf Online

Keterbelakangan sebagian umat muslim dengan belitan kemiskinan baik ilmu atau materi,? selain karena kemalasan mungkin juga karena kekeliruan pandangan yang keliru dalam "berebut bagian" dari urusan dunia. Kewajiban hidup, termasuk berpolitik atau bernegara adalah mutlak perlu dan tidak boleh dihindari, tetapi harus diraih dan diperjuangkan.

Karenanya sebagai warga negara, kaum muslim nahdliyyin, wajib menaati pemerintah yang mengelola mekanisme kehidupan. Pandangan seperti ini berarti bahwa warga NU sebagai elemen bangsa bukan saja mengakui eksistensi negara, tetapi juga turut mengabsahkan dan menjaga kedaulatan negara untuk selamanya.

Setiap warga NU dengan demikian berpandangan, bahwa setiap orang atau kelompok yang tidak mengakui eksistensi NKRI, enggan menaati pemerintah, tidak mengakui dasar/falsafah negara atau berupaya menggantinya dengan sistem lainnya, seperti model khilafah yang dinilainya lebih syari misalnya, adalah dapat dinyatakan sebagai pemberontak (bughat) yang wajib ditumpas dengan tuntas.



KH Ahmad Ishomuddin, Rais Syuriyah PBNU



Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Bahtsul Masail, Anti Hoax Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online. Sikap Warga NU terhadap Negara di Ulama Salaf Online ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ulama Salaf Online sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ulama Salaf Online. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ulama Salaf Online dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock