Tampilkan postingan dengan label Bahtsul Masail. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahtsul Masail. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Maret 2018

Nabi Muhammad Dipuji Allah karena Akhlaknya

Purwakarta, Ulama Salaf Online

Akhlak menjadi hal paling pokok dalam kehidupan manusia. Ia menjadi parameter bagi keunggulan kualitas kepribadiannya. Atas dasar ini pula Allah memosisikan Rasulullah SAW pada derajat paling tinggi.

”Allah memuji Nabi Muhammad karena akhlaknya, bukan karena ilmunya,” Katib Syuriyah PBNU KH Musthofa Aqil Siroj dalam ceramah peringatan Isra’ dan Mi’raj di Purwakarta, Jawa Barat, akhir pekan lalu.

Menurut Kiai Musthofa, berbekal kemuliaan moral, Rasulullah sukses menyebarkan kebenaran Islam dalam waktu kurang dari 23 tahun. Rasulullah merupakan rujukan ajaran dan pusat teladan bagi setiap makhluk di semesta alam ini.

Nabi Muhammad Dipuji Allah karena Akhlaknya (Sumber Gambar : Nu Online)
Nabi Muhammad Dipuji Allah karena Akhlaknya (Sumber Gambar : Nu Online)

Nabi Muhammad Dipuji Allah karena Akhlaknya

Nahdlatul Ulama, lanjutnya, berusaha mengikuti jejak ini dengan terus mengedepankan akhlak dalam sikap dakwah dan perjuangannya. Ormasi Islam terbesar ini juga tak ingin gegabah menghujat atau memvonis sesat kelompok lain.

Peringatan Isra’ dan Mi’raj digelar bersamaan dengan acara pembukaan Konferenci Pengurus Cabang NU (PCNU) Kabupaten Purwakarta. Perayaan rutin bulan Rajab ini antara lain diisi tahlil, hadlarah, dan tausiyah.

 

Ulama Salaf Online

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online Lomba, Bahtsul Masail Ulama Salaf Online

Selasa, 06 Maret 2018

Presiden Tetapkan Keanggotaan Badan Wakaf Indonesia

Jakarta, Ulama Salaf Online. Presiden Jokowi telah menetapkan Keputusan Presiden Nomor 74/M Tahun 2017 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dalam Keanggotaan Badan Wakaf Indonesia.

Melalui Keppres tersebut Presiden mengangkat 27 orang warga negara Indonesia menjadi anggota Badan Wakaf Indonesia (BWI) masa jabatan tahun 2017-2020.

Presiden Tetapkan Keanggotaan Badan Wakaf Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden Tetapkan Keanggotaan Badan Wakaf Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Presiden Tetapkan Keanggotaan Badan Wakaf Indonesia

Nama-nama yang diangkat oleh Presiden menjadi anggota BWI masa jabatan 2017-2020 ialah sebagai berikut:



Ulama Salaf Online

1. Prof. Dr. H. Mohammad Nuh;

2. Dr. H. Slamet Riyanto, M.Si.;

3. Prof. Dr. H. Nur Syam, M.Si.;

Ulama Salaf Online

4. Prof. Dr. H. Muhammadiyah Amin, M.Ag.;

5. Muhammad Fuad Nasar, M.Sc.;

6. Prof. Dr. H.E. Syibli Syarjaya. LML, M.M.;

7. Dr. H. Muhammad Luthfi;

8. Ir. Jurist Efrida Robbyantono;

9. Ir. Iwan Agustiawan Fuad, M.Si.;

10. Siti Soraya Devi Zaeni, S.H., M.Kn.;

11. Ir. Rachmat Ari Kusumanto; 

12. Dr. Imam Teguh Saptono;

13. A. Muhajir, S.H., M.H.;

14. Dr. Abdul Muta’ali, M.A., M.I.P.;

15. Ahmad Wirawan Adnan, S.H., M.H.;

16. Dr. Atabik Luthfi;

17. Diba Anggraini Aris, M.E.;

18. Dr. Fahruroji, Lc., M.A.;

19. Dr. Hendri Tanjung;

20. Imam Nur Aziz, M.Sc.;

21. Drs. H. Zakaria Anshar;

22. H. Mochammad Sukron, S.E.;

23. Dr. H. Nurul Huda, S.E., M.M., M.Si.;

24. H. Nur Syamsuddin Buchori, S.E., S.Pd., M.Si., CIRBD;

25. H. Sarmidi Husna, M.A.;

26. Drs. H. Susono Yusuf;

27. Dr. Yuli Yasin, M.A.Berdasarkan Pasal 53 Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf, jumlah anggota BWI terdiri atas paling sedikit 20 (dua puluh) orang dan paling banyak 30 (tiga puluh) orang. 

Struktur organisasi BWI, menurut Pasal 51 undang-undang wakaf tersebut, terdiri atas Dewan Pertimbangan dan Badan Pelaksana. Badan Pelaksana merupakan unsur pelaksana tugas BWI, sedangkan Dewan Pertimbangan merupakan unsur pengawas pelaksanaan tugas BWI. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Sejarah, Bahtsul Masail Ulama Salaf Online

Sabtu, 17 Februari 2018

Dimana dan Kemana Pisau Tajam NU

Oleh Faridur Rohman

Tidak sedikit warga NU itu seperti pisau, tajam menggilas bagi siapa saja yang menghujat ritual keagamaan juga pada orang-orang yang merongrong keutuhan berbangsa dan bernegara. Sayangnya pisau itu perlu diasah kembali agar lebih tajam untuk membela kaum petani dan kebanyakan.

Dimana dan Kemana Pisau Tajam NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Dimana dan Kemana Pisau Tajam NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Dimana dan Kemana Pisau Tajam NU

Langit masih mendung, beberapa jam lalu gerimis mengguyur. Gedung berundak yang menjulang tinggi di Jalan Pahlawan Kota Semarang masih dikerumuni puluhan orang bercaping dan berjarik. Sudah seminggu lamanya mereka bertahan. Sisa-sisa hujan masih tercecer membasahi jalan bercampur dengan air mata.?

Ada yang duduk menggigil kedinginan, ada yang berdiri menghadap ke jalan, melihat lalu lalang kendaraan. Sebagian lagi menatap tajam pada siapa saja yang ada di dalam gerbang sembari memegang erat payung di tangan kanan. Mereka setia menunggu keputusan tegas dari sang durjana. Setegas spanduk yang mereka bentangkan pada pagar beruji besi “#RembangMelawan #TolakPabrikSemen #KawalPutusanMA”.

"Saya sangat mendukung gerakan ibu-ibu dari pegunungan Kendeng yang menuntut pemerintah dalam hal ini gubernur Jateng supaya melaksanakan putusan MA. Tidak ada hukum yang tertinggi selain MA. Oleh karena itu saya minta kepada Pak Ganjar untuk bersikap sebagai negarawan dan tidak berbelit belit. Sebenarnya urusan melestrikan lingkungan itu urusan negara juga."

Ulama Salaf Online

Begitu bunyi pesan yang disampaikan salah satu ketua ormas keagamaan terbesar di negeri ini, Nahdlatul Ulama. Menjadi oase di padang kerontangnya garis perjuangan. Imam Aziz kala itu, Jum’at (30/12) dengan memakai kemeja lengan pendek, celana bahan bersandal jepit mendatangi aksi petani pegunungan Kendeng dan sekitar. Membagi suplemen semangat dan harapan. Berdiri bersama memegang payung sebagai simbol kaum papa harus dilindungi. Memberi isyarat bahwa NU bersama anak muda dan mahasiswa progresifnya juga masih peduli dengan isu-isu agrarian.

Lain Kendeng lain Sukamulya. Para petani desa yang menolak pengukuran lahan imbas akan dibangunnya bandara terpaksa bentrok dengan aparat. Peristiwa November itu juga menjadi catatan merah soal isu-isu agrarian. Lewat lembaga batuan hukum NU, dibantu pemudanya (Anshor) dan mahasiswanya (PMII) sigap melakukan kajian strategis dan turut aktif membantu menyelesaikan soal sengketa lahan ini. Menegasikan kembali, ditataran akar rumput NU hadir mejadi bahu untuk mereka bersandar.

Masih banyak contoh sengketa lahan yang terjadi pada tahun ini, 2016. Entah itu melibatkan warga dengan pabrik, Aparat, Perusahaan korporasi, tambang dan lain sebagainya. Masih ingat? Sebut saja, Selok Awar Awar, Lumajang, Urut Sewu Kebumen, Kendal,Tulang Bawang, Lampungdan banyak lagi di Sumatera ditambah Kalimatan dan wilayah timur Indonesia yang tak terekam media. Mestinya ini juga menjadi garis perjuangan NU baik ditataran pusat sampai yang paling rendah, ranting atau desa.

Di mana semestinya NU

Refleksi itu bernama cermin, tempat di mana seseorang bisa berkaca tentang apa yang ada pada diri dan apa yang harus dibenahi. Semestinya NU juga harus harus berkaca tentang tujuan untuk apa ia didirikan. Salah satu butir yang ditelurkan berdirinya NU atau yang disebut Khittah NU 1926 adalah membentuk organisasi untuk memajukan pertanian, perdagangan, dan industri yang halal menurut hukum Islam. Ini memberikan bukti bahwa kiai-kiai khas NU memikirkan soal pertanian sekaligus para petaninya.Tidak berhenti pada itu, hasil muktamar Situbondo 1984, juga menelurkan hal yang sama salah satunya soal pengembangan pertanian.

Ulama Salaf Online

Bagi kalangan nahdliyin (sebutan warga NU) pasti tidak asing dengan kata “Pak Tani itulah penolong negeri”. Kata itu benar adanya, pernah ditulis oleh Rais Akbar KH Hasyim Asy’ri, kurang lebih kata itu diambil dari cuplikan tulisan beliau, “Pendek kata, bapak tani adalah goedang kekajaan, dan dari padanja itoelah Negeri mengeloearkan belandja bagi sekalian keperloean. Pa’ Tani itoelah penolong Negeri apabila keperloean menghendakinja dan diwaktoe orang pentjari-tjari pertolongan. Pa’ Tani itoe ialah pembantoe Negeri jang boleh dipertjaja oentoek mengerdjakan sekalian keperloean Negeri, jaitoe diwaktunja orang berbalik poenggoeng (ta’ soedi menolong) pada negeri; dan Pa’ Tani itoe djoega mendjadi sendi tempat ? negeri didasarkan.”

Dimana semestinya NU jika terjadi sengketa lahan yang melibatkan para petani?. Bagi penulis setiap penambangan yang dilakukan oleh korporasi, mesti madharatnya lebih besar dibanding asas kemanfaatan. Semisal yang terjadi pada petani Kendeng jika pabrik semen benar berdiri? Apa ada jaminan ia memberikan kesejahteraan atau sebaliknya kerusakan ekosistem lingkungan, bencana, kekeringan dan langka pangan yang terjadi.?

Yang hanya ada janji janji pendapatan bertambah dan itu memang benar. Bertambah bagi segelintir orang dan pucuk perwakilan. Sedang para petani dan kebanyakan akan menjadi buruh di mana setelah kering keringatnya, mereka akan tersingkir digantikan keringat yang segar. Bagaimanapun juga, menjaga kelestarian adalah harga mati, seperti halnya menjaga keutuhan NKRI, semestinya.

Ratusan orang tidak cukup untuk mengembalikan hutan yang gundul dalam sekejap. Tidak saja menanam tapi merawat agar tumbuhan tetap tumbuh dan besar butuh energi ekstra dan waktu yang amat panjang. Sedangkan cukup, tidak lebih dari puluhan orang, dan puluhan hari satu hutan bisa dihabiskan dalam waktu yang singkat.

“Mencemarkan lingkungan, baik udara, air maupun tanah, ? apabila menimbulkan dlarar, maka hukumnya haram dan termasuk perbuatan kriminal (jinayat)” begitu bunyi Keputusan Muktamar NU Cipasung, Tasikmalaya 1994. Diperkuat lagi dengan Halaqoh Gerakan Nasional Kehutanan dan Lingkungan Hidup Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Jakarta 2007, negara sedang genting mengalami krisis ekologi adalah kaca di mana semestinya NU berdiri.

Saya akhiri tulisan ini dengan mengutip kata Imam Syafi’i “Pendapatku benar tetapi bisa jadi mengandung kesalahan, sedangkan pendapatmu salah tetapi bisa jadi memiliki kebenaran.” Wallahu A’lam.

Penulis adalah Pegiat Omah Aksoro, Nyantri di Nutizen dan pernah belajar di STAINU Jakarta, Kader PMII karena sudah menyelesaikan PKD.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Daerah, Bahtsul Masail, Habib Ulama Salaf Online

Jumat, 16 Februari 2018

Muslimat NU-PT Lion Group Sepakati Pemberdayaan Ekonomi

Jakarta, Ulama Salaf Online. Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama dan PT. Lion Group menandatangano nota kesepahaman (MoU) meliputi pemberdayaan ekonomi, pendanaan, dan pemasaran produk-produk UKM yang dibina PP Muslimat NU.

Muslimat NU-PT Lion Group Sepakati Pemberdayaan Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU-PT Lion Group Sepakati Pemberdayaan Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU-PT Lion Group Sepakati Pemberdayaan Ekonomi

Kesepahaman tersebut ditandatangani Ketua Umum PP Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa dengan Presiden Direktur Lion Group Rusdi Kirana di Gedung Serba Guna 1 Asrama Haji Jakarta pada Ahad (1/6).

Dalam rilis MoU menjelaskan, kedua pihak juga sepakat untuk mengedukasi dalam rangka mengembangkan wirausaha unggul dan membangun ekonomi nasional berbasis kerakyatan.

Ulama Salaf Online

“Saya meyakini bahwa apa yang kita tanda tangani ini bukan hanya seremonial atau sekadar kosmetik dalam Rakernas Muslimat NU ini,” ujar Rusdi Kirana dalam sambutannya di Gedung Serba Guna 1 Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Ahad (1/6) malam.

Ulama Salaf Online

Karena, lanjut Rusdi, Lion Group akan bersama dengan Muslimat NU meyakini bahwa program kerja sama ini akan berjalan. Rusdi menjelaskan bahwa keyakinan ini dasarnya mudah, yaitu ketika di Muslimat NU Expo, karya kerajinan ibu-ibu Muslimat sangat baik.

“Ini tinggal dikembangkan, meskipun produk-produk yang sudah ada sudah bisa dipasarkan, di pesawat itu, sekadar air mineral dan roti saja laku keras, apalagi produk-poduk Muslimat seperti dodol Garut dan lain-lain, pasti diminati,” papar pria berkumis ini.

Sementara Khofifah menjelaskan, dari kesepakatan ini, Muslimat NU akan menyiapkan tim QC (Quality Control). Tim ini, lanjut Khofifah, akan bekerja menyiapkan produk dari mulai proses hingga pengepakan.

“Dari proses tersebut, Muslimat akan menyiapkan kualitas dan jumlah produk, serta kontrol kualitas, jangan cuma sekali siap tapi dipesan berikutnya kita kedodoran,” jelas Khofifah dalam sambutannya yang juga mengharap semua perangkat kerjanya dapat berbasis kewirausahaan sehingga menghasilkan produk-produk yang dapat dipasarkan.  

Khofifah menuturkan, kerja sama lahir dari kreativitas kader Muslimat di daerah-daerah yang mampu menghasilkan produk makanan berkualitas untuk dipasarkan di dalam penerbangan.

“Tentu, produk-produk yang ada disesuaikan dengan kriteria penerbangan. Jadi ini sebetulnya produk yang sudah lama digeluti dengan peluang baru yang akan kita jalani,” jelas Menteri Pemberdayaan Perempuan era Presiden Abdurrahman Wahid ini. (Fathoni/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Pesantren, Bahtsul Masail, Nahdlatul Ulama Salaf Online

Minggu, 04 Februari 2018

Ramadhan, Pelajar NU Kedungbanteng Berbagi dengan Puluhan Yatim

Tegal, Ulama Salaf Online - Momentum Ramadhan berkah dimanfaatkan oleh pelajar NU Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Tegal untuk berbagi bersama anak yatim. Kegiatan ini diwujudkan melalui acara buka puasa bersama dan santunan anak yatim di MDTA Miftakhul Ulum Dukuhjati Wetan Kecamatan Kedungbanteng, Sabtu (17/6).

Hadir dalam kegiatan itu, pimpinan ranting se-Kecamatan Kedungbanteng, para alumni serta Pembina. Pihak panitia juga mengundang lintas organisasi antara lain Ikatan Pelajar Muhammadiyah setempat.

Ramadhan, Pelajar NU Kedungbanteng Berbagi dengan Puluhan Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Ramadhan, Pelajar NU Kedungbanteng Berbagi dengan Puluhan Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Ramadhan, Pelajar NU Kedungbanteng Berbagi dengan Puluhan Yatim

Ketua IPPNU Kedungbanteng Rina Sugiarti mengatakan, kegiatan ini sebagai ajang silaturahmi dan berbagi dengan sesama serta untuk menunjukan rasa solidaritas yang tinggi rekan-rekanita IPNU-IPPNU.

Ulama Salaf Online

"Kegiatan diikuti 30 anak yatim piatu dari warga setempat. Mereka kita berikan sekedar santunan dan bingkisan berupa uang dan alat tulis. Semoga bisa bermanfaat," ujar Rina.

Ketua IPNU Kedungbanteng Khoirul Mualimin menambahkan, pelajar NU harus berbagi dengan sesama dan perlu ditanamkan rasa kepedulian sejak dini kepada anak yatim piatu yang notabenya tidak memiliki orang tua.

Ulama Salaf Online

"Sebagai Pelajar NU, hendaknya kita mampu berbagi dengan anak yatim. Setidaknya untuk untuk membahagiakan mereka (anak yatim)," ungkapnya.

Sejumlah Alumni dan pembina menyampaikan apresiasi dengan adanya kagenda yang menarik ini. "Pimpinan Anak Cabang IPNU dan IPPNU Kecamatan Kedungbanteng perkembangannya sangat luar biasa. Walaupun dengan kegiatan sederhana namun mampu menunjukkan daya tarik dan solidaritas sesama anggota," kata mantan Ketua IPPNU Tegal Lutfatun Nihlah sekaligus alumni IPPNU Kedungbanteng. (Hasan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Kyai, Bahtsul Masail Ulama Salaf Online

Sabtu, 27 Januari 2018

Kuliah Umum Perdana, STDKI NU Indramayu Perkuat Nasionalisme Mahasiswa

Indramayu, NUOnline

Ratusan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam Nahdlatul Ulama (STIDKI NU) Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Selasa (31/10) malam mengikuti kuliah umum perdana di Kampus STIDKI NU sekaligus Kantor PCNU Indramayu, Jln. Gatot Subroto No.09 Indramayu. Kuliah umum tersebut digelar sebagai tanda dimulainya perkuliahan di perguruan tinggi milik Nahdlatul Ulama tersebut.

Rektor/Ketua STIDKI NU Indramayu yang juga Wakil Ketua Lembaga Perekonomian PBNU, Jaenal Effendi, menegaskan pentingnya nasionalisme di kalangan mahasiswa. 

Kuliah Umum Perdana, STDKI NU Indramayu Perkuat Nasionalisme Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)
Kuliah Umum Perdana, STDKI NU Indramayu Perkuat Nasionalisme Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)

Kuliah Umum Perdana, STDKI NU Indramayu Perkuat Nasionalisme Mahasiswa

“Dengan digelarnya kuliah umum perdana ini, selain untuk menandai dan membekali para mahasiswa dalam menempuh perkuliahan di STIDKI NU Indramayu, juga untuk membekali mahasiswa pemahaman kebangsaan," papar Doktor jebolan Jerman tersebut.

Menurutnya saat ini masih ada kelompok-kelompok yang terus menerus mempersoalkan ideologi Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.

Mahasiswa sebagai kader terdidik NU, kata Rektor, harus tampil ke depan membela negara dan bangsa dari berbagai ancaman dan rongrongan.

KH. Muhammad Faris Elhaq Fuad Hasyim dari Buntet Pesantren Cirebon sebagai narasumber Kuliah Umum Perdana menguraikan pentingnya pemahaman kebangsaan bagi para mahasiswa dan kader NU. 

Ulama Salaf Online

“Hanya NU yang bisa berbicara mengenai empat pilar kebangsaan secara fasih dan benar, bahwa Pancasila itu sudah syar’i; UUD 1945 itu sudah syar’i; Bhinneka Tunggal Ika itu sudah syar’i dan NKRI juga sudah syar’i, sehingga wajarlah jika para pendiri NU menegaskan bahwa hubbul wathon minal iman, atau cinta tanah air itu sebagian dari iman,” urainya.

Ulama Salaf Online

Dikatakan Kiai Fariz, dengan hadirnya STIDKI NU Indramayu merupakan kebanggan bagi warga NU Indramayu khususnya dan Jawa Barat umumnya, karena dengan adanya perguruan tinggi milik NU tersebut, akan menjadi kawah candra dimuka bagi kader-kader NU dan ulama yang mumpuni secara intelektual, memiliki nasionalisme yang tinggi dan menjaga Islam Ahlussunah wal Jamaah. 

“Saya merasa bangga dengan berdirinya STIDKI NU Indramayu, saya yakin perguruan tinggi milik NU ini akan mejadi perguruan tinggi yang maju dan berkembang,” pungkasnya.

Sebelumnya, bakda shalat Maghrib, para mahasiswa mengikuti istighotsah. Istoghosah tersebut untuk mendoakan keselamatan bangsa sekaligus mendoakan para orang tua asuh dan donator yang telah membiayai mereka sehingga para mahasiswa STIDKI NU Indramayu bisa mengikuti perkuliahan secara gratis.

Selain itu, mahasiswa juga membacakan ikrar sebagai wujud kecintaan mereka kepada tanah air. 

Berikut teks lengkap ikrar yang dibacakan tersebut;

Kami mahasiswa STIDKI NU Indramayu berikrar: selalu setia dan siap siaga membela tanah air dan bangsa Indonesia, mempertahankan persatuan dan kesatuan nasional serta mewujudkan perdamaian abadi.  Kami siap berdiri di depan melawan siapa pun yang merongrong Pancasila, serta pantang menyerah dalam mengawal cita-cita Proklamasi Kemerdekaan dan semangat Revolusi Jihad Nahdlatul Ulama.

(Iin Rohimin/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Budaya, Bahtsul Masail, Nasional Ulama Salaf Online

Jumat, 26 Januari 2018

Kumpulkan Dana dari Anggota, Banser Kragan Cegah Abrasi di Masjid Pandangan Kulon

Rembang, Ulama Salaf Online - proses pengikisan pantai oleh tenaga gelombang laut dan arus laut yang bersifat merusak atau abrasi terjadi di beberapa daerah di sekitar Desa Pandangan Kulon, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang. Bahaya ini menarik keprihatinan para anggota Satkoryon Banser Kragan yang juga menggerus sebelah utara masjid Badrut Tamam Desa Pandangan Kulon Kragan.

Kepala Biro Informasi dan Komunikasi Banser Rembang Abdul Hakim mengatakan, abrasi yang terjadi di Pandangan Kulon ini terjadi mulai tahun 2015. Hal ini terjadi dikarenakan dampak dari pembangunan dermaga Tempat Penakaran Ikan (TPI) di Pandangan Kulon sepanjang 100 meter dari bibir pantai.

Kumpulkan Dana dari Anggota, Banser Kragan Cegah Abrasi di Masjid Pandangan Kulon (Sumber Gambar : Nu Online)
Kumpulkan Dana dari Anggota, Banser Kragan Cegah Abrasi di Masjid Pandangan Kulon (Sumber Gambar : Nu Online)

Kumpulkan Dana dari Anggota, Banser Kragan Cegah Abrasi di Masjid Pandangan Kulon

Hal ini mengakibatkan abrasi ketika terjadi angin timur atau ombak timur pada musim kemarau. Abrasi juga terjadi di pesisir barat dermaga, sekitar 300 meter yang memanjang ke barat.

Ulama Salaf Online

"Bahkan bibir pantai akibat abrasi ini tergerus hingga kurang lebih 130 cm ke bawah. Dalam setahun hal ini sudah terjadi sebanyak dua kali," terangnya kepada Ulama Salaf Online, Senin (22/8).

Ia menambahkan, kegiatan ini hanya bersifat mendadak. Para anggota Banser Satkoryon Kragan mengadakan iuran untuk membantu meminimalisasi terjadinya abrasi yang terjadi di Pandangan Kulon.

Ulama Salaf Online

"Dari hasil iuran tersebut, kami belikan batu belah dan kami serahkan ke tamir masjid Badrut Tamam Pandangan Kulon. Karena memang dampak abrasi yang paling parah terjadi di sana," tutupnya. (Aan Ainun Najib/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Bahtsul Masail, Pesantren, Tokoh Ulama Salaf Online

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ulama Salaf Online sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ulama Salaf Online. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ulama Salaf Online dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock