Jumat, 13 Februari 2015

Jenderal TNI: Kiai dan Santri Berperan Penting dalam Perjuangan Kemerdekaan

Jombang, Ulama Salaf Online. Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo kembali mengajak seluruh jajaran TNI untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan dengan mengembangkan tradisi ziarah. Sejak tahun kemarin, Jenderal Gatot menggelar kegiatan ziarah tersebut dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) TNI, yang kali ini memasuki tahun ke-72.

Didampingi seluruh Panglima Komando Utama (Pangkotama), Gatot berziarah ke makam Ir. Soekarno di Kelurahan Bendogerit, Blitar, dan KH. Abdurrahman Wahid di Pesantren Tebuireng, Jombang, Senin (18/9).

"Kami mentradisikan ziarah ke makam para pahlawan dan mantan Presiden Republik Indonesia yang merupakan Panglima Tertinggi TNI dan juga Jenderal Soedirman," kata pria kelahiran Tegal, Jawa Tengah ini.

Jenderal TNI: Kiai dan Santri Berperan Penting dalam Perjuangan Kemerdekaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Jenderal TNI: Kiai dan Santri Berperan Penting dalam Perjuangan Kemerdekaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Jenderal TNI: Kiai dan Santri Berperan Penting dalam Perjuangan Kemerdekaan

Ziarah tersebut, menurut Gatot, dimaksudkan untuk mengingatkan para prajurit agar mencontoh jiwa juang yang diwariskan oleh para pahlawan.

"Kita juga berdoa agar beliau semua menjadi pahlawan dan syuhada," tegasnya.

Saat ditemui wartawan di Pesantren Tebuireng, Gatot mengingatkan bahwa selain makam Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), di tempat itu juga ada makam KH. Hasyim Asyari yang sangat berjasa kepada Republik Indonesia.

Ulama Salaf Online

"Saat mendapatkan informasi bahwa sekutu akan mendarat di Surabaya, Pak Dirman melapor kepada Bung Karno dan meminta solusi kepada Kiai Hasyim. Kiai Hasyim tidak langsung menjawab, tapi beliau salat istikharah dulu. Lalu ditetapkanlah fatwa (Resolusi) Jihad," ulas mantan Pangkostrad ini.

Ulama Salaf Online

Saat itu, Gatot menambahkan, semua alumni Pesantren Tebuireng yang sudah menyebar di berbagai daerah dan berjumlah sekitar 20 ribuan orang, datang lagi dan berkumpul untuk bersama-sama melakukan perlawanan terhadap sekutu. Perlawanan rakyat yang dipimpin oleh Kiai Abbas dari Buntet, Jawa Barat, atas perintah Kiai Hasyim, berlangsung pada 10 November 1945 dan dikenal sebagai Hari Pahlawan.

"Seharusnya serangan dilakukan pada 9 November. Tapi Kiai Hasyim meminta semuanya menunggu kedatangan Singa dari Jawa Barat (julukan untuk Kiai Abbas)," tutur pria kelahiran 1960 ini.

Pria yang juga pernah menjabat Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) ini mengingatkan bahwa jasa kaum santri dan kiai dalam perjuangan kemerdekaan sangatlah besar.

"Sebagai Panglima TNI, saya ingatkan, yang membunuh Jenderal Mallaby bukan TNI. Yang membunuh (Mallaby) itu santri. Yang menurunkan bendera (Belanda) di Hotel Orange juga santri, bukan TNI," tegasnya.

Karena itu, menurut Gatot, tema HUT ke-72 TNI kali ini adalah "Bersama Rakyat, TNI Kuat".

"Karena memang sejarahnya seperti itu," pungkasnya.

Dalam kunjungan ziarah tersebut, Gatot juga didampingi oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan Wakil Bupati Jombang Mundjidah Wahab. Kehadiran Panglima TNI dan seluruh jajaran Pangkotama disambut oleh Wakil Pengasuh Pesantren Tebuireng KH. Abdul Hakim Mahfudz dan Ketua Majelis Keluarga Tebuireng KH. Mohammad Hasyim Karim. Tampak hadir juga adik kandung Gus Dur Hj. Lily Wahid dan seluruh keluarga besar Pesantren Tebuireng. (Muslim Abdurrahman)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Sholawat, Sejarah Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online. Jenderal TNI: Kiai dan Santri Berperan Penting dalam Perjuangan Kemerdekaan di Ulama Salaf Online ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ulama Salaf Online sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ulama Salaf Online. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ulama Salaf Online dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock