Jakarta, Ulama Salaf Online. Dalam sejarah, NU sebagai organisasi sosial kegamaan telah menjadi garda terdepan dalam memerdekakan Negara Indonesia dari cengkeraman penjajah.
Setelah Indonesia merdeka, peran NU terus berlanjut dengan cara menjaga dan mengisinya sekaligus dari berbagai pihak yang ingin memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
| Anggota Densus 88: Untung Ketemunya Gus Dur, kalau Abu Bakar Al-Baghdadi... (Sumber Gambar : Nu Online) |
Anggota Densus 88: Untung Ketemunya Gus Dur, kalau Abu Bakar Al-Baghdadi...
Begitu pula diakui oleh Anggota Densus 88 Mabes Polri Imam Subandi saat menyampaikan hal tersebut pada acara Stadium General yang digelar Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) Jakarta di lantai 8, Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (9/2).“Saya tak bisa bayangkan, kalau tidak ada NU bagaimana bangsa Indonesia ini,” kata polisi yang punya motto “Untunglah masih ada NU”.
Ulama Salaf Online
Menurutnya, keadaan orang-orang Indonesia sekarang ini sangat sulit untuk dibedakan.“Mana ceramah, dan mana marah-marah, mana khutbah dan mana sumpah-sumpah serapah,” ujarnya diikuti tawa hadirin.
Ia mengatakan, bahwa dirinya telah melahap buku-buku Gus Dur, dan baginya Gus Dur adalah inspirasi.
Ulama Salaf Online
“Untung ya ketemu sama orang kaya Gus Dur, kalau ketemunya Abu Bakar al-Baghdadi, wah tidak tahu saya jadi apa ini,” katanya. (Husni Sahal/Fathoni)Dari Nu Online: nu.or.id
Ulama Salaf Online Meme Islam, Ubudiyah, Nahdlatul Ulama Ulama Salaf Online
