Tampilkan postingan dengan label Halaqoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Halaqoh. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Februari 2018

Teladan Nabi Ibrahim dalam Mencetak Keturunan Sukses Dunia-Akhirat

Setiap orang yang membangun rumah tangga dalam sebuah ikatan perkawinan dapat dipastikan ingin mendapatkan keturunan. Dan kehadiran seorang anak dalam kehidupan rumah tangga adalah sesuatu yang paling diharapkan lebih dari lainnya. Ini bisa di lihat dalam pergaulan kehidupan sehari hari, di mana ketika seseorang bertemu dengan temannya maka pertanyaan yang pertama kali dilontarkan adalah “anakmu sudah berapa?”. Juga ketika sepasang suami istri telah sekian lama menikah, harta telah melimpah dan hidup dalam kecukupannamun belum juga dikaruniai momongan, kenikmatan hidup berumah tangga itu belum lengkap dirasakan. Keduanya akan rela mengeluarkan biaya berapa pun banyaknya demi mendapatkan momongan, anak keturunan.

Dan ketika anak keturunan telah didapatkan orang tua masih memiliki harapan agar kelak anak-anaknya menjadi orang-orang yang sukses, bukan saja di dunia tapi juga kelak di akhirat. Ini adalah harapan ideal yang sudah semestinya dimiliki oleh setiap keluarga muslim.

Di dalam Al-Qur’an secara tersirat maupun tersurat Allah banyak memberikan ajaran bagaimana menciptakan keturunan generasi penerus yang saleh, berkualitas, sukses dunia dan akhirat. Dari banyak ajaran itu salah satu yang menjadi kunci pokoknya adalah kesalehan dan ketaatan orang tua kepada Tuhannya.

Teladan Nabi Ibrahim dalam Mencetak Keturunan Sukses Dunia-Akhirat (Sumber Gambar : Nu Online)
Teladan Nabi Ibrahim dalam Mencetak Keturunan Sukses Dunia-Akhirat (Sumber Gambar : Nu Online)

Teladan Nabi Ibrahim dalam Mencetak Keturunan Sukses Dunia-Akhirat

Secara tersirat pesan ini disampaikan Allah dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 124 yang menceritakan perihal bagaimana Nabi Ibrahim melakukan ketaatan hingga berbuah keturunan yang dianugerahi kesuksesan. Allah berfirman:

Ulama Salaf Online

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ulama Salaf Online

Artinya: “Dan ingatlah ketika Ibrahim diuji oleh Tuhannya dengan beberapa perintah, maka ia melaksanakan perintah itu dengan sempurna. Tuhannya berkata, “Sesungguhnya Aku menjadikanmu sebagai pemimpin bagi umat manusia.” Ibtahim berkata, “(demikian pula) sebagian anak turunku.” Tuhannya berkata, “Janjiku tidak berlaku bagi orang-orang yang berbuat aniaya.”

Secara garis besar ayat tersebut menceritakan tentang ujian yang diberikan oleh Allah kepada Nabi Ibrahim ‘alaihissalam. Para ulama ahli tafsir berbeda pendapat tentang macam ujian yang diberikan Allah kepada nabi-Nya tersebut. Ada yang berpendapat bahwa ujian itu berupa perintah menyembelih putra beliau Nabi Ismail. Ulama yang lain mengatakan ujian itu berupa rangkaian ibadah mansik haji. Pun ada yang menuturkan bahwa Nabi Ibrahim diuji oleh Allah dengan berbagai perintah yang berkaitan dengan kebersihan diri seperti memotong kuku, mencukur bulu ketiak, memotong kuku dan lain sebagainya.

Terlepas dari perbedaan pendapat tersebut yang jelas pada ayat di atas dituturkan bahwa pada akhirnya Nabi Ibrahim dapat melaksanakan perintah-perintah Allah yang diujikan kepadanya dengan sempurna, tanpa ada ada kekurangan juga tanpa berlebihan (Muhammad Nawawi Al-Jawi, Tafsir Al-Munir [Beirut: Darul Fikr, 2008], jil. 1, hal. 37).

Imam Ibnu Kasir menuturkan bahwa atas prestasi ini maka kemudian Allah memberikan balasan dengan menjadikan Nabi Ibrahim sebagai pemimpin bagi umat manusia (Ibnu Kasir, Tafsir Al-Qur’an AL-‘AdhimI [Semarang: Toha Putra, tt], juz 1, hal. 165). Beliau menjadi panutan yang diikuti oleh siapapun dalam hal kebaikan. Namun rupanya Nabi Ibrahim belum benar-benar puas atas penghargaan yang diberikan Allah. Kepada Tuhannya beliau meminta agar tidak dirinya saja yang dijadikan pemimpin bagi umat manusia tapi juga sebagian dari anak keturunannya diberi kehormatan serupa. Kiranya Allah mengabulkan permohonan Nabi Ibrahim. Hanya saja janji anugerah Allah ini tidak berlaku bagi siapa saja yang berbuat aniaya atau zalim.

Dalam sejarah bisa dilihat bahwa para rasul yang diutus Allah untuk menyampaikan risalah setelah masa Nabi Ibrahim mereka semua adalah anak-anak keturunan beliau. Bahkan sebagian di antaranya ada yang tidak hanya diberi kenabian namun juga kekuasaan sebagai seorang raja. Nabi Dawud, Sulaiman dan Yusuf adalah contohnya.

Dari kajian di atas bisa diambil pendidikan luhur bahwa kesalehan dan ketaatan orang tua kepada Allah merupakan modal besar bagi terbentuknya generasi yang berkualitas baik duniawi maupun ukhrawi. Adanya anak keturunan Nabi Ibrahim dianugerahi Allah kemuliaan dengan diangkat sebagai nabi dan raja adalah tidak lepas dari bagaimana Nabi Ibrahim sebagai leluhurnya menjalankan dan mentaati perintah-perintah Allah secara sempurna. 

Berangkat dari itu bila orang tua menghendaki generasi penerusnya mendapatkan kesuksesan di dunia dan akhirat, menjadi anak-anak yang berkualitas lahir dan batin, maka semestinya orang tua mau mengawalinya dengan membentuk kesalehan diri sendiri. Ketaatan orang tua dalam menjalani perintah-perintah Tuhannya dan menjauhi setiap larangan-Nya memiliki andil yang cukup besar dalam membentuk dan mencapai harapan itu. Allah tidak hanya memberikan balasan kebaikan bagi pelakunya saja namun juga bagi generasi penerusnya.

Di dalam Al-Qur’an Surat Al-Isra ayat 7 Allah juga berfirman:

? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Bila kalian melakukan kebaikan maka kalian melakukan kebaikan bagi diri kalian sendiri, dan bila kalian melakukan kejelekan maka kejelekan itupun untuk diri sendiri”. 

Imam Ar-Razi di dalam kitab tafsirnya Mafâtihul Ghaib mengutip penjelasan Al-Wahidi tentang ayat di atas bahwa apabila kalian melakukan ketaatan kepada Allah maka dengan ketaatan kalian itu Allah akan membukakan pintu-pintu kebaikan dan keberkahan bagi kalian. Sebaliknya bila kalian melakukan kejelekan maka dengan jeleknya kemaksiatan yang kalian lakukan itu Allah akan membukakan pintu-pintu keburukan bagi kalian (Fakhrudin Al-Razi, Mafâtihul Ghaib [Beirut: Darul Fikr, 1981], juz 20, hal 159).

Bila ayat tersebut diterapkan dalam kaitan sebab akibat antara ketaatan orang tua dan kesuksesan anaknya maka bisa diambil satu pemahaman bahwa ketaatan seseorang kepada aturan-aturan Allah akan mewujudkan kebaikan dan keberkahan bagi dirinya sendiri yang salah satunya berupa kesuksesaan anak-anak keturunan di bidang duniawi maupun ukhrawi. Ya, saat orang tua memandang anak-anaknya menjadi orang yang sukses bukankah itu merupakan kebahagiaan tersendiri bagi dirinya? Maka itu berarti ketaatannya membuahkan kebaikan bagi dirinya sendiri.

Satu hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam musnadnya menyebutkan sabda Rasulullah yang menyatakan, “Sesungguhnya anak-anakmu adalah dari hasil usahamu” (Ahmad bin Hambal, Musnad Ahmad [Muassasah Al-Risalah, 2001], jil. 42, hal. 176). Wallahu a’lam. (Yazid Muttaqin)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Halaqoh, RMI NU Ulama Salaf Online

Sabtu, 20 Januari 2018

Aktivis Karang Taruna Ramaikan Balai Desa dengan Kegiatan Keagamaan

Sumenep, Ulama Salaf Online. Sejumlah aktivis karang taruna di kawasan ini memanfaatkan kantor balai desa dengan kegiatan keagamaan. Yang dilakukan awal adalah dengan mentradisikan tahlilan, doa bersama, serta tentu saja silaturahim. 

Balai desa dimaksud adalah di daerah Batuputih Kenek, Kecamatan Batuputih Sumenep Jawa Timur. Tampak sejumlah pegiat karang taruna menjadikan kantor setempat sebagai sarana koordinasi yang diisi dengan kegiatan keagamaan.

Aktivis Karang Taruna Ramaikan Balai Desa dengan Kegiatan Keagamaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Aktivis Karang Taruna Ramaikan Balai Desa dengan Kegiatan Keagamaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Aktivis Karang Taruna Ramaikan Balai Desa dengan Kegiatan Keagamaan

"Awalnya memang ada agenda mingguan ke rumah anggota, namun itu berlangsung sebelum balai desa ada,” kata Hanafi, Rabu (4/1). 

Penggerak Karang Taruna Batuputih Kenek ini memandang bahwa keberadaan balai desa sangat penting bila diisi dengan aneka kegiatan. Karenanya, dengan berbagai pertimbangan diputuskan bahwa setiap kegiatan rapat dan lainnya diselenggarakan di kantor desa, lanjutnya.

Apalagi selama ini banyak anggapan bahwa kantor tersebut diperuntukkan hanya bagi para aparatur desa. “Dan hal tersebut akhirnya dapat ditepis oleh para pegiat karang taruna,” jelasnya. 

Ulama Salaf Online

Pada setiap pertemuan, para pemuda melakukan mengawali pertemuan dengan tahlilan dan doa bersama yang dilanjut musyawarah. “Kebiasaan ini dilakukan atas dasar kesadaran bersama akan peran sebagai pemuda serta mengamalkan ajaran guru ngaji tentang pentingnya silaturahim, tahlilan, dan doa bersama untuk mereka yang telah berjasa,” ungkap Hanafi.

Ulama Salaf Online

Sedangkan tokoh setempat, yakni Abdul Karim menginginkan selain ngaji dan tahlilan hendaknya kegiatan diisi dengan hal produktif. “Misalnya dengan ada tabungan serta simpan pinjam yang diperuntuhkan anggota,” kata Kepala Desa Banyuputih Kenek ini. Hal tersebut ditujukan agar ada perekat lain, sehingga para anggota dapat bertemu dan menyadarai tanggung jawabnya. 

"Hendaknya mulai dipikirkan pentingnya menyelenggarakan kegiatan simpan pinjam bagi pengurus dan anggota,” ucap Bapak Karim. 

Tanggapan positif disampaikan salah seorang pengurus, Afif. Diharapkan selanjutnya akan terjalin ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah antar aktivis dan pemuda setempat. “Inilah cara kita mengabdi kepada desa dengan merawat tradisi sebagai orang NU. Pada saat yang sama, seluruh program karang taruna dapat berjalan sesuai rencana,”pungkasnya. (Misno/Ibnu Nawawi).

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Anti Hoax, Tegal, Halaqoh Ulama Salaf Online

Kamis, 04 Januari 2018

Bukan Hanya Keislaman, Mumtaza Juga Kuatkan Wawasan Global

Tangerang Selatan, Ulama Salaf Online. Kepala Sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) Mumtaza Islamic School Khalimi mengatakan, banyak sekolah yang hanya mengedepankan wawasan keislaman saja atau yang hanya kuat pada wawasan globalnya. Namun, sekolah yang kuat dua-duanya tidaklah banyak.? ?

“Kita ingin kuat di wawasan keagamaannya tapi kita juga harus kuat di wawasan globalnya,” kata Khalimi di Pondok Cabe Tangerang Selatan, Jumat (3/11).

Bukan Hanya Keislaman, Mumtaza Juga Kuatkan Wawasan Global (Sumber Gambar : Nu Online)
Bukan Hanya Keislaman, Mumtaza Juga Kuatkan Wawasan Global (Sumber Gambar : Nu Online)

Bukan Hanya Keislaman, Mumtaza Juga Kuatkan Wawasan Global

Ia menjelaskan, kurikulum yang diterapkan Mumtaza adalah hasil perpaduan daripada kurikulum internasional Cambridge, kurikulum agama, dan kurikulum tahfidz (menghapal Al-Qur’an). Inilah yang membedakan Mumtaza dengan sekolah-sekolah lainnya.

“Sekolah yang menggunakan kurikulum internasional, tapi tahfidznya kita munculkan juga,” ucapnya.? ?

Sebagaimana yang tercantum dalam kurikulum, lulusan MI Mumtaza diharapkan memiliki hafalan enam juz; kelas satu juz tiga puluh, sedangkan kelas dua sampai kelas enam menghafal juz satu hingga lima. Meski tidak semuanya memenuhi target, namun upaya maksimal untuk mewujudkan target tersebut terus dilakukan.

“Setiap selesai Salat Dzuhur kita murojaah. Di pagi hari kita tasmi’ dan murojaah hafalan. Sebelum pulang pun kita upayakan

Ulama Salaf Online

untuk murojaah,” urai alumni Pendidikan Bahasa Inggris UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu.

Ulama Salaf Online

Selain itu, siswa-siswi Mumtaza juga dibekali dengan keilmuan Islam lainnya seperti Bahasa Arab, Nahwu, Sorof, dan lainnya. Ini sebagai upaya untuk memperkuat wawasan keislaman mereka.

Sedangkan kemampuan globalnya ditunjukkan dengan kemampuan bahasa Inggris dan ilmu-ilmu eksakta. Di Mumtaza, bahasa pengantarnya adalah bahasa Inggris dan Arab. Semua pelajaran kecuali pelajaran agama harus disampaikan dengan dua bahasa tersebut.? ?

Happy Week, ajang eksplorasi bakat siswa

Khalimi menjelaskan, Happy Week adalah ajang untuk menggali bakat dan keahlian serta mengeksplorasi kecerdasan siswa-siswi. Untuk kategori seni ada tari tradisional, paduan suara, dekorasi seni, dan menggambar. Sedangkan untuk kategori akademik ada lomba mengeja kata Bahasa Inggris (spelling bee), membaca berita, dan percobaan sains (science experiment).? ?

“Di sisi agama kita angkat juga. Ada lomba tahfidz Al-Qur’an dan cerdas cermat islami,” ujarnya.

Selain itu, acara ini juga diharapkan sebagai ajang untuk mencai bakat siswa. Siswa-siswi yang juara dan berbakat akan terus dilatih dan diikutkan ke dalam kompetisi yang lebih tinggi lagi untuk mewakili sekolah.

Sementara, Ketua Pelaksana Happy Week, M Roiyani mengatakan, ini merupakan merupakan acara tahunan dan sudah diumumkan jauh-jauh hari. Karena itu, siswa-siswi sudah siap untuk mengikutinya.

“Siswa wajib mengikuti lomba, tapi dibatasi maksimal tiga kategori lomba. Semuanya ikut lomba,” kata dia. (Muchlishon Rochmat)? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Halaqoh, Syariah Ulama Salaf Online

PCNU Kota Pekalongan Turba ke Ranting-ranting

Pekalongan, Ulama Salaf Online. Banyaknya tantangan yang akan dihadapi Nahdlatul Ulama ke depan, terutama pada masalah kesolidan organisasi, membuat Pengurus Cabang NU (PCNU) Kota Pekalongan, Jawa Tengah, menggelar kunjungan ke ke seluruh Pengurus Ranting NU (PRNU) se-Kota Pekalongan.

PCNU Kota Pekalongan Turba ke Ranting-ranting (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Kota Pekalongan Turba ke Ranting-ranting (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Kota Pekalongan Turba ke Ranting-ranting

Agenda turun ke bawah (Turba) ini dibagi dalam 15 kali pertemuan dimulai sejak tanggal 23 Februari sampai dengan 9 Maret 2014. Turba dihadiri seluruh jajaran pengurus harian PCNU Kota Pekalongan, pengurus harian Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU), dan seluruh pengurus ranting serta pengurus badan otonom NU setempat.

"Persoalan yang sangat krusial di ranting-ranting adalah masalah kepemilikan tanah dan bangunan masjid dan musholla yang hingga kini belum dilakukan sertifikasi wakaf," ujar KH Romadlon Abdul Jali, Katib Syuriyah PCNU Kota Pekalongan yang juga koordinator tim turba seusai kunjungan tersebut.

Ulama Salaf Online

Dikatakan, berbagai persoalan yang mengemuka dalam turba telah berhasil dipetakan oleh tim turba antara lain masalah tanah wakaf, pendidikan dan pengkaderan di tingkat ranting. 

Ulama Salaf Online

Romadlon meminta kepada PCNU untuk segera menindaklanjuti temuan temuan di lapangan sehingga kekayaan Nahdlatul Ulamayang belum bersertifikat tanah wakaf dapat segera diselesaikan dengan baik.

Sementara itu, Sekretaris PCNU Kota Pekalongan H. Muhtarom kepada Ulama Salaf Online mengatakan, kegiatan turba merupakan agenda organisasi dalam rangka konsolidasi internal, sehingga tidak benar bahwa turba dicurigai sebagai upaya menggalang kekuatan menjelang Pemilu.

Menurut Muhtarom, turba kali ini merupakan bagian dari kegiatan besar NU, yakni peringatan Hari Lahir yang akan dilakukan pada bulan Mei 2014 mendatang dan merupakan agenda yang sudah lama dicanangkan PCNU Kota Pekalongan.

Dirinya menyadari, di internal warga Nahdliyyin di Kota Pekalongan banyak perbedaan pandangan dalam berpolitik, akan tetapi secara jamiyyah NU tetap solid dan kompak. Hal ini terbukti dari animo dan semangat pengurus cabang, wakil cabang, dan ranting NU se-Kota Pekalongan yang menyambut baik kegiatan turba.

Berbagai temuan di lapangan akan dikaji dan ditindaklanjuti oleh PCNU Kota Pekalongan terutama masalah pendidikan dan perwakafan serta kaderisasi di tingkat ranting yang dinilai sangat mendesak untuk direspon. (Abdul Muiz/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Meme Islam, Halaqoh Ulama Salaf Online

Rabu, 27 Desember 2017

#AyoMondok Jadi Trending Topic Teratas di Twitter

Jakarta, Ulama Salaf Online. Gerakan Nasional #AyoMondok yang telah diluncurkan oleh PP dan beberapa PW RMINU di Gedung PBNU, Senin (1/6) sore menjadi perbincangan deras para netizen di media sosial, terutama di twitter. Bahkan, tagar tersebut menempati trending topic teratas di media sosial yang kerap disebut mikro blog itu.

Beragam kicauan yang disampaikan Netizen di twitter, mulai dari pengalaman dirinya ketika mondok, karakter pendidikan pondok pesantren, foto-foto unik, hingga ada juga yang meng-upload video dokumenter menarik tentang sebuah kisah perjalanan pondok pesantren.

#AyoMondok Jadi Trending Topic Teratas di Twitter (Sumber Gambar : Nu Online)
#AyoMondok Jadi Trending Topic Teratas di Twitter (Sumber Gambar : Nu Online)

#AyoMondok Jadi Trending Topic Teratas di Twitter

“Asiknya nyantri itu belajarnya menyenangkan dan berkesan. Bab Thoharoh hingga Junub pun dikemas lucu dan bijak. Hikmahnya dapet,” kicau Akun twitter bernama @eloquence_99.

Ulama Salaf Online

Selain itu, akun bernama @Riffanpecros berkicau, bahwa pendidikan pondok pesantren tidak hanya menjadikan lulusannya jadi kiai, modin, ustadz, penceramah, dan guru.

“Buktinya banyak yang jadi menteri, jadi pengusaha sukses, bahkan jadi Presiden RI. Dan Kalau ada yang bilang mondok itu cuma mempelajari ilmu agama, buktinya saya bisa kuliah di kampus negeri, juga entrepreneur dan bisa IT,” ujar Riffan dalam tweetnya.?

Sementara itu, akun bernama @moqsith memaparkan dalam kicauannya, bahwa di pesantren kita tak hanya belajar membaca Quran tapi juga bagaimana memahami Quran. Dengan belajar di pesantren, kita akan tahu, mana ajaran Islam dan mana tradisi masyarakat Arab. Dengan belajar di pesantren kita akan tahu variasi bacaan Quran bahkan hingga 14 jenis bacaan. Di pesantren kita juga belajar bab jihad. Tapi, makna jihad tak dipersempit hanya berupa perang.

Ulama Salaf Online

“Yang hebat dari pesantren adalah keberhasilannya mmpersaudarakan seluruh santri yang datang dari seantero negeri. Pesantren memang terus berkembang dan berbenah. Sejumlah kekurangan terus dibenahi,” imbuh @moqsith dalam tweetnya.?

Gerakan ini didukung sepenuhnya oleh para pengasuh pondok pesantren di seluruh Indonesia. Selain itu, saat ini setiap pesantren sedang mempersiapkan diri untuk menyosialisasikan gerakan nasional #AyoMondok. Gerakan ini mempunyai konsekuensi, bahwa pondok pesantren wajib berbenah diri dengan optimal dari berbagai aspek agar mampu menciptakan lembaga dan lulusan berkualitas ala pesantren. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Kajian, Halaqoh Ulama Salaf Online

Rabu, 20 Desember 2017

Al-Manshur Tantang Walisongo di Final LSN Jateng 3

Solo, Ulama Salaf Online - Kesebelasan Pondok Pesantren Al-Manshur Popongan Klaten berhasil melenggang ke babak final di Liga Santri Nusantara (LSN) U-18 Region Jateng 3 Zona Soloraya. Hasil tersebut diperoleh setelah mereka berhasil mengalahkan tim dari Boyolali, Al-Ikhlas Dawar dengan skor telak 5-0, pada laga yang digelar di Stadion Kotta Barat, Senin (29/8).

Gol-gol kemenangan Al-Manshur dicetak dari kaki M. Baidlowi di menit ke-5 dan 57’, Rahmadani (37’), Wahidin (50’), dan Rico Diman (56’). Hasil ini mengantar tim Al-Manshur melaju ke final, melawan sang juara bertahan Pesantren Walisongo Sragen.

Al-Manshur Tantang Walisongo di Final LSN Jateng 3 (Sumber Gambar : Nu Online)
Al-Manshur Tantang Walisongo di Final LSN Jateng 3 (Sumber Gambar : Nu Online)

Al-Manshur Tantang Walisongo di Final LSN Jateng 3

Sementara itu, tim sepakbola Pondok Pesantren Walisongo Sragen juga berhasil melenggang ke partai puncak, dengan skor yang cukup meyakinkan, 5-0. Masing-masing gol dicetak di Akbar Ramadhani (2 gol), Aldino Salva, Dicky Yuana dan Orananda Endar Aji.

Kemenangan Walisongo ini sudah diprediksi sebelumnya mengingat tim ini masih jadi unggulan lantaran berstatus sebagai juara bertahan Jawa Tengah musim lalu.

Ulama Salaf Online

Berbeda dengan musim lalu yang langsung maju ke level nasional setelah jadi kampiun. Musim ini Jawa Tengah dibagi tiga region. Region 1 meliputi wilayah Brebes, Pemalang, Pekalongan, Batang, dan Cilacap. Region 2 wilayah Kendal, Semarang, Kudus, Demak, Jepara, Blora, dan Pati. Sedangkan Region 3 dipertandingkan di dua wilayah yakni Soloraya dan Magelang (eks Karesidenan Kedu).

Ulama Salaf Online

“Sistem pertandingan berbeda dengan tahun lalu. Target kami jelas masuk putaran nasional. Tim yang menjadi juara di Region 3 akan bertanding lebih dulu dengan kampiun Magelang. Kabarnya kemungkinan besar level nasional digelar di Solo. Ini akan menjadi keuntungan bagi kami,” papar manajer Walisongo, Mustawa.

Namun demikian, Walisongo mesti menjadi pemenang di Region 3 terlebih dulu. “Juara Soloraya nanti akan bertanding melawan juara dari Magelang Raya, setelah itu pemenangnya berhak lolos ke babak 32 besar nasional,” imbuh Koordinator Liga Santri Nasional Region 3 Jateng, Abil Khoirudin. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Halaqoh, Kajian, Nahdlatul Ulama Salaf Online

Sabtu, 16 Desember 2017

Forum Jurnalis NU DIY Gelar Syawalan

Yogyakarta, Ulama Salaf Online. Forum Jurnalis Nahdlatul Ulama (FJNU) DIY menggelar Syawalan dan Talkshow, Ahad (9/9). Acara ini bertempat di Ballroom Universitas Sarjana Wiyata Taman Siswa (UST) selatan Balai Kota Yogyakarta. Dalam pantauan Ulama Salaf Online tak kurang 50 hadirin antusias mengikuti kegiatan ini. 

Forum Jurnalis NU DIY Gelar Syawalan (Sumber Gambar : Nu Online)
Forum Jurnalis NU DIY Gelar Syawalan (Sumber Gambar : Nu Online)

Forum Jurnalis NU DIY Gelar Syawalan

Kebanyakan dari hadirin adalah pegiat jurnalis dari kalangan kader muda NU. Baik dari wartawan langsung maupun yang hanya memiliki hobi nulis. “FJNU bukan hanya forum untuk wartawan, tapi juga untuk semua kader NU yang menaruh perhatian besar di dunia tulis menulis,” ungkap Suraji. 

Ketua FJNU ini juga mengungkapkan bahwa FJNU sengaja dibentuk dengan mengusung visi besar bagi warga Nahdliyin agar melek media. Lebih-lebih bisa memberikan kontribusi berupa gagasan di media cetak maupun elektronik.

Ulama Salaf Online

Acara Talkshow tersebut dipendegani oleh tiga narasumber, Prof  Dr Maksum (PBNU), Hafidh Asrom (Anggota DPD-RI), dan Dr Kartono (Penulis & pakar pertanahan). Tak kurang dari dua jam, ketiganya membeberkan hal ihwal seputar NU dan dunia Jurnalis. Bahkan sesekali diselingi dengan canda tawa. Sehingga durasi waktu dua jam pun tak terasa.

Ulama Salaf Online

Jurnalis Idealis

Pena lebih tajam dari pedang, adagium inilah yang kiranya diyakini oleh Hafidh Asrom. “Bukan mustahil kekuatan pena bisa merubah Indonesia, sudah dibuktikan oleh para founding fathers bangsa ini,” tuturnya. 

“Tak lain tak bukan karena media mampu menggiring opini publik, contohnya soal korupsi yang tengah santer diperbincangkan,” tegasnya.

Ketiga narasumber juga menghimbau agar melalui dunia jurnalistik kader-kader muda NU dapat menghadirkan sinar benderang bagi NU. Dengan catatan, bahwa jurnalis tersebut harus seorang yang idealis bukan jurnalis pragmatis. 

Kampus UST dijadikan sebagai tempat penyelenggaraan acara agar para jurnalis NU dapat meneladani Ki Hajar Dewantara. Ki Hajar, dengan idealismenya, mampu menyuguhkan bara api lewat tulisannya. Sehingga menyulut perjuangan rakyat Indonesia melawan kolonialisasi. 

Dalam waktu dekat, kegiatan yang sama juga bakal diagendakan untuk kalangan guru serta siswa di lingkungan NU. 

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Hanif

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Halaqoh, Aswaja Ulama Salaf Online

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ulama Salaf Online sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ulama Salaf Online. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ulama Salaf Online dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock