Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Maret 2018

Kepiawaian Kiai NU Membaca Situasi Bangsa Harus Diteruskan

Blitar, Ulama Salaf Online. Resolusi Jihad NU yang dikeluarkan pada tanggal 22 Oktober tahun 1945 merupakan kepawaian pembacaan para kiai NU terhadap situasi bangsa saat itu. Keberhasilan itu harus diikuti NU pada situasi sekarang ini.

Kepiawaian Kiai NU Membaca Situasi Bangsa Harus Diteruskan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kepiawaian Kiai NU Membaca Situasi Bangsa Harus Diteruskan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kepiawaian Kiai NU Membaca Situasi Bangsa Harus Diteruskan

Menurut Ach. Dofir Zuhri, bahwa semua kader NU harus mengembalikan nalar kritis dalam mebaca situasi bangsa ini, karena pada zaman sekarang tantangan NU dan bangsa ini sangat kompleks, mulai ekonomi, budaya, politik dan lain sebagainya.

“Untuk itu mengembalikkan nalar kritis sangat penting dalam kondisi saat ini yakni perang dingin atau perang ideologi,” katanya pada Bedah Film dan Refleksi Sejarah peringatan Resolusi Jihad NU yang digelar Lakpesdam NU Kota Blitar di Aula Masjid Agung, Sabtu, (26/10).

Ulama Salaf Online

Selain itu menurut narasumber Drs. Syaiful Maarif, bahwa NU sekarang belum memiliki ulama yang memiliki ketokohan dan kewaro’an seperti KH. Hasyim Asyari, KH. Wahab Hasbullah dan KH. Wahid Hasyim.

Ulama Salaf Online

“Untuk itu kader-kader NU khususnya ulama-ulama sekarang harus merefleksikan dan mencontoh? ketokohan ulama-ulama tersebut,” imbaunya.

Gigih Wardana selaku Sekretaris PC Lakpesdam NU Kota Blitar mengatakan, peringatan Resolusi Jihad NU harus menjadi agenda rutinan tiap tahun. “Peringatan ini sebagai momentum refleksi kader-kader NU untuk senantiasa meneruskan perjuangan ulama dan santri memperjuangkan kemerdekaan Indonesia,” katanya.

Kegiatan bertema “Resolusi Jihad NU Melawan Penjajah: Peran NU Bagi NKRI” dibuka Ketua PCNU Kota Blitar KH. Ahmad Subakir.

Hadir dalam acara tersebut Ketua GP Ansor Kota Blitar Drs Ahmad Harir, Ketua Umum PC PMII Blitar Mahathir Muhammad serta kader-kader PMII, dan anggot banom-banom NU seperti GP Ansor dan Banser, Musimat NU, Fatayat NU, IPNU, IPPNU, Pagar Nusa, ISNU dan lainnya. (Imam Kusnin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Nahdlatul, Kajian Ulama Salaf Online

Jumat, 16 Februari 2018

Muslimat NU-PT Lion Group Sepakati Pemberdayaan Ekonomi

Jakarta, Ulama Salaf Online. Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama dan PT. Lion Group menandatangano nota kesepahaman (MoU) meliputi pemberdayaan ekonomi, pendanaan, dan pemasaran produk-produk UKM yang dibina PP Muslimat NU.

Muslimat NU-PT Lion Group Sepakati Pemberdayaan Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU-PT Lion Group Sepakati Pemberdayaan Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU-PT Lion Group Sepakati Pemberdayaan Ekonomi

Kesepahaman tersebut ditandatangani Ketua Umum PP Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa dengan Presiden Direktur Lion Group Rusdi Kirana di Gedung Serba Guna 1 Asrama Haji Jakarta pada Ahad (1/6).

Dalam rilis MoU menjelaskan, kedua pihak juga sepakat untuk mengedukasi dalam rangka mengembangkan wirausaha unggul dan membangun ekonomi nasional berbasis kerakyatan.

Ulama Salaf Online

“Saya meyakini bahwa apa yang kita tanda tangani ini bukan hanya seremonial atau sekadar kosmetik dalam Rakernas Muslimat NU ini,” ujar Rusdi Kirana dalam sambutannya di Gedung Serba Guna 1 Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Ahad (1/6) malam.

Ulama Salaf Online

Karena, lanjut Rusdi, Lion Group akan bersama dengan Muslimat NU meyakini bahwa program kerja sama ini akan berjalan. Rusdi menjelaskan bahwa keyakinan ini dasarnya mudah, yaitu ketika di Muslimat NU Expo, karya kerajinan ibu-ibu Muslimat sangat baik.

“Ini tinggal dikembangkan, meskipun produk-produk yang sudah ada sudah bisa dipasarkan, di pesawat itu, sekadar air mineral dan roti saja laku keras, apalagi produk-poduk Muslimat seperti dodol Garut dan lain-lain, pasti diminati,” papar pria berkumis ini.

Sementara Khofifah menjelaskan, dari kesepakatan ini, Muslimat NU akan menyiapkan tim QC (Quality Control). Tim ini, lanjut Khofifah, akan bekerja menyiapkan produk dari mulai proses hingga pengepakan.

“Dari proses tersebut, Muslimat akan menyiapkan kualitas dan jumlah produk, serta kontrol kualitas, jangan cuma sekali siap tapi dipesan berikutnya kita kedodoran,” jelas Khofifah dalam sambutannya yang juga mengharap semua perangkat kerjanya dapat berbasis kewirausahaan sehingga menghasilkan produk-produk yang dapat dipasarkan.  

Khofifah menuturkan, kerja sama lahir dari kreativitas kader Muslimat di daerah-daerah yang mampu menghasilkan produk makanan berkualitas untuk dipasarkan di dalam penerbangan.

“Tentu, produk-produk yang ada disesuaikan dengan kriteria penerbangan. Jadi ini sebetulnya produk yang sudah lama digeluti dengan peluang baru yang akan kita jalani,” jelas Menteri Pemberdayaan Perempuan era Presiden Abdurrahman Wahid ini. (Fathoni/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Pesantren, Bahtsul Masail, Nahdlatul Ulama Salaf Online

Kamis, 15 Februari 2018

Bersama Ansor, LTM Sertifikasi Masjid NU di Jombang

Jombang, Ulama Salaf Online. Lembaga Tamir Masjid NU Jombang dibantu pemuda Ansor setempat melakukan pendataan jumlah masjid dan musholla milik warga NU. Kegiatan ini dilakukan untuk mengamankan tempat ibadah warga yang biasa mengamalkan ajaran Aswaja An-Nahdliyah ini sebagai aset NU.

Bersama Ansor, LTM Sertifikasi Masjid NU di Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersama Ansor, LTM Sertifikasi Masjid NU di Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)

Bersama Ansor, LTM Sertifikasi Masjid NU di Jombang

"Ke depan kita keluarkan sertifikasi atas pendataan masjid dan mushola yang sudah dilakukan. Sertifikasi itu merupakan bentuk pengamanan asset. Sehingga aset milik NU tidak diambil kelompok lain," ujar Ketua LTMNU Jombang AH Sutari saat pelatihan manajemen masjid bersama GP Ansor Jombang di aula MAN Tambakberas, Ahad (8/2).

Sutari menambahkan, data masjid dan musholla NU yang telah masuk di mejanya sebanyak 2000. Data ini murni yang mengisi adalah takmir masjid dan musholla sendiri. "Kita tinggal mencocokkan dan segera mengeluarkan sertifikasi saja. Ke depan harapannya dengan pelatihan bersama Ansor ini ada penggerak di setiap masjid dan musholla," ujar Sutari.

Ulama Salaf Online

Ketua GP Ansor Zulfikar D Ikhwanto meminta seluruh kader Ansor memfungsikan masjid dan musholla sebagai basis kegiatan kader-kader NU. Tidak hanya itu, diharapkan setiap masjid dan musholla ada Banser yang menjadi penggerak. "Saya sudah intruksikan, minimal satu masjid dan musholla ada 2 Banser. Di samping untuk menjaga aset, Banser harus bisa menjadi penggerak kegiatan," ujarnya.

Keberadaan tempat ibadah milik warga NU, lanjut Gus Antok, menjadi tanggung jawab Ansor bersama Bansernya. "Apalagi seluruh Banom NU bisa menjadikan musholla menjadi semacam sekretariat, sehingga tidak ada lagi kelompok yang bertentangan dengan Pancasila berani mengambil atau menguasai aset milik NU," tandasnya.

Ulama Salaf Online

Ketua PCNU Jombang KH Isrofil Amar meminta LTM dan Ansor lebih giat lagi untuk meramaikan kegaiatan berbasis masjid dan musholla. "Sudah seharusnya yang menjaga aset dan menjadi penggerak masjid musholla milik warga NU adalah Ansor bersama Bansernya. Jangan sampai masjid dan musholla malah diisi kelompok lain," ujarnya saat membuka kegiatan.

Peserta pelatihan ini terdiri atas pengurus masjid, pengurus MWCNU, pengurus Ansor tingkat anak cabang. Mereka menerima materi penataan organisasi masjid, manajemen dan fungsi masjid dalam kehidupan bermasyarakat. (Muslim Abdurrahman/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Pemurnian Aqidah, News, Nahdlatul Ulama Salaf Online

Sabtu, 10 Februari 2018

HIPSI Gelar Pasar Rakyat 2013

Brebes, Ulama Salaf Online. Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) Kabupaten Brebes Jawa Tengah akan menggelar pasar rakyat. Pasar rakyat HIPSI 2013 rencananya akan digelar pada 10 Oktober di Pesantren Al-Hikmah 2 Benda Sirampog Brebes.

“Pasar Rakyat ini tidak hanya menjual produk saja,” tegas Ketua PW HIPSI Jateng H Moh Imaduddin.

HIPSI Gelar Pasar Rakyat 2013 (Sumber Gambar : Nu Online)
HIPSI Gelar Pasar Rakyat 2013 (Sumber Gambar : Nu Online)

HIPSI Gelar Pasar Rakyat 2013

Tetapi, lanjutnya, juga ada pertemuan-pertemuan khusus dengan para pengusaha berkelas nasional maupun internasional.

Ulama Salaf Online

HIPSI juga menggelar Seminar Wirausaha 1000 santri dan pelantikan pengurus baru HIPSI Brebes. Mereka yang akan dilantik antara lain Ketua H Moh Sodikin, Sekretaris Fatkhurojak dan Bendahara Nely Astuti.

Ulama Salaf Online

Pembina HIPSI Brebes KH Solahudin Masruri (Gus Solah) menandaskan, kalau di Brebes banyak terdapat pesantren, lebih dari 120 pesantren aktif. Untuk jiwa wirausaha, para santri tidak diragukan lagi. Tetapi untuk permodalan memang masih perlu bapak angkat.

“Dengan persatuan para anggota HIPSI, saya pandang persatuan ini bisa saling bergandeng tangan dan juga saling berbagi untuk eksistensi santri,” tambah Gus Sholah yang juga pengasuh Pesantren Al Hikmah 2 Benda Sirampog Brebes.

Audiensi anggota dan pengurus HIPSI diterima langsung Bupati Brebes Hj Idza Priyanti didampingi Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Brebes Asih Pambudi, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Brebes Herman Ady, Kabag Kesra Setda Brebes Mabruri dan Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan Doktor Angkatno.

Bupati menyambut baik rencana HIPSI Brebes yang akan menggelar pasar rakyat. Apalagi Kabupaten Brebes dalam salah satu pilar pembangunannya akan meningkatkan ekonomi kerakyatan antara lain dengan pengembangan UMKM.

“Saya yakin HIPSI bisa berperan serta dalam percepatan pembangunan di sektor ekonomi, sehingga bisa meningkatkan IPM Brebes,” harapnya. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Nahdlatul, IMNU Ulama Salaf Online

Kamis, 01 Februari 2018

NU Pilih Negara Kebangsaan, Tapi Berakhlak Mulia

Depok, Ulama Salaf Online. Sejak pagi, ribuan warga Nahdliyin Kota Depok tampak gembira. Dengan berseragam batik hijau, anggota Fatayat-Muslimat memenuhi aula Masjid Dian Al-Mahri Jl Meruyung Raya Kecamatan Limo, Kota Depok, Jawa Barat, Kamis (15/5).

Mereka bersiap sejak kemarin untuk menyambut kedatangan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj yang dijadwalkan melantik Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Depok periode 2013-2018.

NU Pilih Negara Kebangsaan, Tapi Berakhlak Mulia (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Pilih Negara Kebangsaan, Tapi Berakhlak Mulia (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Pilih Negara Kebangsaan, Tapi Berakhlak Mulia

Dalam pantauan Ulama Salaf Online, di sepanjang jalan menuju masjid yang kerap disebut Masjid Kubah Mas ini tampak bendera NU yang melambai-lambai dari pepohonan rindang. Beberapa jamaah Nahdliyat tampak berjalan santai menuju aula masjid tempat pelantikan digelar. Bus-bus dan kendaraan pribadi berdatangan sejak pagi hingga menjelang siang. Aparat keamanan baik negeri (Polisi) maupun swasta (Banser) tampak berjaga-jaga di beberapa titik.

Ulama Salaf Online

Dalam pidato pengarahannya selaku Ketum PBNU, Kiai Said menyatakan pentingnya Nahdliyin Depok memahami garis perjuangan NU. Selain mengamalkan Islam Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja), NU Depok juga harus mendakwahkannya. Hal ini dilakukan agar bangsa ini tidak pecah, tidak tercabik-cabik, dan tererai-berai. Agama Islam harus dipahami dan dikaji, bukan dilembagakan.

Ulama Salaf Online

“NU tidak butuh negara Islam. Sayang kalau namanya sudah kadung jadi negara Islam tetapi pejabatnya banyak yang korupsi, banyak yang dipanggil KPK. Malu nggak Islam? Makanya, NU lebih memilih negara kebangsaan, negara nasionalis, tetapi berakhlak mulia,” kata Kang Said.

Hal ini, lanjutnya, seperti Nabi Muhammad SAW ketika dari kota Mekah ke kota Yatsrib. Pada waktu itu, Rasulullah mendapati masyarakat yang plural. Ada orang orang Islam: Auz dan Khazraj, ada pula non muslim, Yahudi: Bani Quraidhah, Bani Qainuqa’, Bani Nadlir. Makanya di Quran banyak ayat yang mengajak bicara orang Yahudi. Artinya penduduk Yatsrib itu multikultural.

“Lalu, Rasulullah membuat perjanjian yang disepakati bersama antara kaum muslimin dan non muslim. Perjanjian tersebut terkenal dengan sebutan Mitsaq al-Madinah. Rasulullah menegaskan, Ini ketetapan Muhammad untuk semua warga, asal satu cita-cita, satu visi-misi, satu garis perjuangannya sesungguhnya mereka itu umat yang satu,” papar Kiai Said.

Doktor jebolan Universitas Ummul Quro Mekah Saudi Arabia ini menambahkan, Nabi Muhammad berhasil membangun sebuah negara yang diikat dengan satu cita-cita dan visi-misi. Tidak diikat dengan dasar agama atau kesukuan. Nabi tidak mendeklarasikan negara berbasis agama dan suku karena di dalamnya ada Muslim dan non-Muslim, ada Arab dan non-Arab.

“Anehnya, dalam perjanjian Madinah itu sebagaimana tertulis dalam Sirah Nabawiyah juz II halaman 61, 2 setengah halaman tidak ditemukan kata-kata Islam sama sekali. Artinya Nabi membangun masyarakat berbasis budaya dan peradaban,” tegas Kiai Said.

Oleh karena itu, lanjut Kiai Said, yang asalnya bernama Yatsrib berubah nama menjadi Madinah yang berarti peradaban (berasal dari kata tamaddun, madaniyyah, masyarakatnya disebut mutamaddin). Warganya yang benar dilindungi, yang salah dihukum. Negara seperti ini disebut Negara Madinah.

“Contohnya, ada sahabat membunuh orang Yahudi. Nabi marah besar. Barangsiapa membunuh nonmuslim berhadapan dengan saya, saya advokatnya nanti. Dan barangsiapa yang berhadapan dengan saya, maka tidak akan masuk surga,” ujar Kiai Said. (Ali Musthofa Asrori/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Nahdlatul, Doa, Hadits Ulama Salaf Online

Selasa, 23 Januari 2018

Mustasyar PBNU: Nahdliyin Harus Ramah terhadap Perbedaan

Kudus, Ulama Salaf Online. Nahdliyin atau warga Nahdlatul Ulama (NU) harus selalu mengedepankan keramahan terhadap setiap orang yang memiliki perbedaan pandangan. Kendati dari golongan yang berbeda, warga NU harus tetap merangkul dan menyampaikan pemahaman yang benar.

Mustasyar PBNU: Nahdliyin Harus Ramah terhadap Perbedaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Mustasyar PBNU: Nahdliyin Harus Ramah terhadap Perbedaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Mustasyar PBNU: Nahdliyin Harus Ramah terhadap Perbedaan

“Orang berbeda bisa jadi karena tidak tahu, jadi kita harus bersikap ? ramah seraya memberikan penjelasan kepadanya,” kata Mustasyar PBNU KH Sya’roni Ahmadi dalam acara tasyakuran harlah ke-89 NU yang diselenggarakan PCNU Kudus, Selasa (5/6) malam.

Ulama kharismatik yang sering disapa Mbah Sya’roni ini menceritakan ada salah seorang warga Muhammadiyah yang datang ke rumahnya membicarakan perbedaan rekaat ? shalat tarawih. Dengan cara halus, Mbah Sya’roni menunjukkan ? kitab karangan pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan yang menyebutkan dengan jelas bahwa shalat tarawih itu berjumlah 20 rekaat yang setiap 2 rekaat diakhiri dengan salam.

Ulama Salaf Online

Orang Muhammadiyah tadi ? terheran-heran terhadapnya dan mempertanyakan KH Syaroni bisa memiliki kitab karangan KH Ahmad Dahlan tersebut. “Saya pun menjawab, saya juga heran kenapa sampeyan warga Muhammadiyah tidak memiliki kitab tersebut? ? Dari pembicaraan itu, orang tadi bisa menerima dan sampai sekarang ? sering ke rumah saya,” tuturnya mencontohkan pentingnya sikap ramah.

Ulama Salaf Online

Dalam kesempatan itu, pengasuh pengajian Jum’at pagi di masjid menara Kudus itu lebih banyak bercerita perjuangan Nahdlatul Ulama pada masa penjajah. Dikatakan, pada waktu itu, kyai-kyai NU selalu mengobarkan semangat berjuang melawan penjajah dengan mendeklarasikan resolusi jihad.

“Jadi pada waktu dulu, kyai-kyai sudah ikut berjuang demi membela bangsa. Makanya, sampai saat ini NU masih tetap menjaga NKRI. NU tidak akan mau menjadi pengkhianat terhadap bangsa,” tandas Kiai Sya’roni.

Mbah Sya’roni juga menyinggung bahwa NU masih tetap menjadi rujukan dalam mencari solusi atas permasalahan hukum agama yang timbul di masyarakat. “Sampai saat ini masyarakat masih condong kepada NU sebagai pilihannya,” ujarnya singkat.

Di depan ratusan pengurus NU yang hadir, Kiai Sya’roni menjelaskan peringatan harlah NU seyogyanya dilaksakan berdasarkan tahun Hijriyah yakni setiap tanggal 16 Rajab . “Kita harus tahu , NU lahir hari Ahad Legi tanggal 16 rajab 1344 H atau bertepatan 31 Januari 1926. Dan kita peringati sekarang ini sudah tepat,” tandasnya.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Nahdlatul Ulama Salaf Online

Minggu, 31 Desember 2017

Komunitas Pegon Temukan Karya Syekh Nahrawi di Banyuwangi

Banyuwangi, Ulama Salaf Online - Salah seorang ulama Nusantara yang terkemuka pada akhir abad XIX di Haramain adalah Syekh Nahrawi Al-Banyumasi. Ia adalah guru besar di Masjidil Haram yang semasa dengan Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi dan Syekh Mahfudz Termas.

Ulama asal Banyumas ini juga merupakan guru pendiri NU KH Hasyim Asyari dan pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan semasa keduanya belajar di Mekkah.

Komunitas Pegon Temukan Karya Syekh Nahrawi di Banyuwangi (Sumber Gambar : Nu Online)
Komunitas Pegon Temukan Karya Syekh Nahrawi di Banyuwangi (Sumber Gambar : Nu Online)

Komunitas Pegon Temukan Karya Syekh Nahrawi di Banyuwangi

Sayangnya, kiprah Syekh Nahrawi yang cukup masyhur pada masanya itu, laksana hilang terkubur pada masa kini. Tak banyak catatan yang menulis tentang biografinya atau karya-karyanya.

Ulama Salaf Online

Direktur Islam Nusantara Center (ICN) Ahmad Ginanjar Syaban dalam bukunya yang terbaru, Mahakarya Islam Nusantara (2017), hingga saat ini, masih belum menemukan karya intelektual Syekh Nahrawi.

Amirul Ulum, salah seorang penulis biografi ulama Nusantara, juga tak mencantumkan satu judul pun karya Syekh Nahrawi saat mengupas biografinya. Dalam bukunya, Ulama-Ulama Aswaja Nusantara yang Berpengaruh di Negeri Hijaz (2015), ia hanya menulis tentang Syekh Nahrawi sebagai guru besar di Masjidil Haram dan mursyid tarekat Syadiliyah. Tak disinggung sedikitpun tentang karyanya.

Di tengah "hilangnya" jejak intelektual putra KH Harja Muhammad itu, Komunitas Pegon berhasil menemukan sebuah karya intelektual Syekh Nahrawi. Komunitas yang bergerak di dalam mendokumentasi dan memublikasi sejarah pesantren dan NU di Banyuwangi itu, menemukannya dari koleksi kitab KH. Abdullah Faqih, Cemoro, Songgon.

Ulama Salaf Online

"Kami menemukannya saat memeriksa empat kardus dari tujuh kardus kitab peninggalan Kiai Faqih Cemoro," kata Koordinator Komunitas Pegon Ayung Notonegoro saat ditemui di markasnya yang berada di kompleks Kantor PCNU Banyuwangi, Senin (10/7).

Kitab langka ini, terang Ayung, merupakan catatan (ta‘liq) dari Risalah Istiarat karya Syekh Ahmad bin Zaini Dahlan al-Makki, salah seorang mufti Mekkah dari madzab Syafi’iyah yang menjadi guru para ulama besar di Indonesia. Termasuk juga Syekh Nahrawi sendiri. "Kitabnya hanya terdiri dari 8 halaman," tutur Ayung.

Kitab ini, diterbitkan oleh Mathbaah Taraqi Al-Majidiyah al-Utsmaniyah di Mekkah pada 1331 H atau sekitar 1912 M. Penerbit ini, dikenal sebagai pencetak utama karya-karya ulama Nusantara di Mekkah yang dimiliki oleh adik ipar Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi. "Di dalamnya tidak ada keterangan kapan Syekh Nahrawi memulai ataupun menyelesaikan karyanya tersebut," kata Ayung.

Dengan penemuan kitab langka ini di Banyuwangi, Ayung meyakini bahwa keterlibatan ulama-ulama Banyuwangi pada awal abad ke-20 telah berjejaring dengan ulama lainnya. Tidak hanya di Nusantara, tapi juga di dunia.

"Banyak sebenarnya, kiai-kiai Banyuwangi pada masa awal abad ke-20 yang telah berjejaring dengan ulama-ulama besar Nusantara, bahkan hingga ke Haramain. Selain Kiai Faqih, ada juga Kiai Saleh Lateng, Kiai Syamsuri Singonegaran dan juga Kiai Manan Berasan," jelasnya.

Tetapi, keluh Ayung, kiprah para kiai Banyuwangi tersebut tak banyak terungkaps sehingga kiprah kiai Banyuwangi seolah tak ada dalam perbincangan khazanah Islam Nusantara di Indonesia.

"Atas keprihatinan ini, kami menginisiasi Komunitas Pegon," pungkasnya. (M Sholeh Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Berita, Nahdlatul, Tegal Ulama Salaf Online

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ulama Salaf Online sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ulama Salaf Online. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ulama Salaf Online dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock