Tampilkan postingan dengan label Quote. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Quote. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Maret 2018

Pelajar NU Jateng Buka Pelatihan Kader Bermutu

Guna mempersiapkan kader NUyang bermutu, Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Jawa tengah akan menyelenggarakan Pelatihan Fasilitator ke-2 tahun 2014.

Kegiatan ini akan di selenggarakan pada tanggal 23-25 Desember 2014 di Wisma Anak Mandiri kecamatan Getasan Kabupaten Semarang.

Pelajar NU Jateng Buka Pelatihan Kader Bermutu (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Jateng Buka Pelatihan Kader Bermutu (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Jateng Buka Pelatihan Kader Bermutu

Syarat mengikuti kegiatan tersebut di antaranya: pernah mengikuti LAKUT (dibuktikan dengan sertifikat), membuat paper dengan tema "IPNU-IPPNU dan Tantangan Bangsa" minimal 5 halaman kertas HVS A4, spasi 1,5, dan font Times New Roman.

Untuk info pendaftaran dan sebagainya bisa menghubungi 082 234 141 107 (Much Mashum) dan 085 876 212 380 (Rofika Cicau). (Ahmad Syaefudin/Abdullah Alawi)

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Quote, Khutbah Ulama Salaf Online

Senin, 26 Februari 2018

Hukum Adzan dan Iqamah Dilakukan oleh Orang Berbeda

Melaksanakan shalat berjamaah biasanya tidak terlepas dari adzan dan iqamah. Adzan adalah sarana untuk mengingatkan para Muslim atas masuknya waktu shalat sekaligus menjadi pemanggil bagi mereka untuk melangkahkan kaki dan berjamaah bersama di masjid. Sedangkan iqamah (qamat) adalah sarana untuk mengingatkan Muslim bahwa shalat jamaah akan dilaksanakan segera.

Biasanya kita sering melihat bahkan menjadi budaya di sebagian daerah bahwa setiap orang yang adzan (muadzin) maka dia lah yang seharusnya mengumandangkan iqamah juga. Benarkah hal ini menjadi sebuah keharusan? Apakah diperkenankan jika adzan dan iqamah dikumandangkan oleh orang yang berbeda?

Hukum Adzan dan Iqamah Dilakukan oleh Orang Berbeda (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Adzan dan Iqamah Dilakukan oleh Orang Berbeda (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Adzan dan Iqamah Dilakukan oleh Orang Berbeda

Abu Dawud dalam Sunan-nya membuat sebuah bab khusus yang menjelaskan tentang hal ini. Abu Dawud menamai bab tersebut dengan “Babu fir Rajuli Yuadzinu wa Yuqimul Akhar” (Bab yang menjelaskan seorang laki-laki melakukan adzan dan iqamahnya dilakukan oleh orang lain). Dalam bab ini Abu Dawud mencantumkan tiga hadits.

Ulama Salaf Online

Pertama, hadits yang menjelaskan tentang kebolehan bergantian adzan dan iqamah. Hadits tersebut diriwayatkan oleh Abdullah bin Zaid.

? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: " ? ? ?. ? ?". ? ?. ? ?: ? ? ? ? ?. ?: " ? ?"

Ulama Salaf Online

Artinya, “Dari Abdullah bin Zaid, ia berkata, ‘Nabi ingin melakukan beberapa hal dalam adzan yang tidak pernah dilakukan sebelumnya.’ Kemudian Abdullah bin Zaid diperlihatkan kalimat adzan melalui mimpinya. Lalu Abdullah bergegas mendatangi Nabi SAW dan memberitahukannya. Nabi pun berkata, ‘Berikan adzan itu kepada Bilal. Abdulah pun memberikan kepada Bilal. Bilal pun melaksanakan adzan.’ Abdullah bin Zaid berkata, ‘Saya melihat dalam mimpi bahwa saya menginginkan iqamah.’ Nabi pun lalu berkata, ‘Kumandangkanlah iqamah!’”

Tetapi hadits di atas hukumnya dhaif karena ada salah satu perawi dhaif dalam rangkaian sanad hadits tersebut. Rawi tersebut bernama Muhammad bin Amr Al-Waqifi.

Kedua, hadits yang mendukung kebolehan bergantian tersebut. Hadits ini menjadi pendukung dari hadits di atas akan tetapi hadits ini juga berstatus dhaif.

Ketiga, hadits yang menjelaskan anjuran agar adzan dan iqamah dilakukan oleh satu orang. Seorang yang mengumandangkan adzan, maka dia juga yang mengumandangkan iqamah. Hadits ini diriwayatkan oleh Ziyad bin Al-Haris As-Shadai.

Saat itu waktu Subuh, Ziyad mengumandangkan adzan pertama, kemudian Bilal ingin iqamah tapi Nabi mencegahnya. Nabi kemudian berkata,

? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Sungguh saudaramu yang bagus itu telah mengumandangkan adzan, siapa yang mengumandangkan adzan, dia lah yang mengumandangkan iqamah.”

Al-Mubarakfuri dalam kitabnya Tuhfatul Ahwadzi dengan mengutip Al-Hafiz Al-Hazimi menjelaskan bahwa para ahli ilmu bersepakat tentang kebolehan bergantian adzan dan iqamah. Ibnu Malik mengatakan bahwa hal tersebut makruh tetapi menurut Imam Syafi’i dan Abu Hanifah tidak makruh.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Imam Syafi’i berpendapat dan Abu Hanifah mengatakan bahwa hal itu tidak makruh. Atas dasar riwayat bahwa Ibnu Umi Maktum ketika adzan, maka yang iqamah adalah Bilal, begitu juga sebaliknya. Sedangkan hadits tersebut mengandung pesan agar orang yang adzan tidak ditimpa rasa kesedihan akibat iqamah dilakukan orang lain.”

Mereka berbeda pendapat terkait manakah yang lebih utama. Sebagian besar berpendapat tidak ada bedanya. Tetapi beberapa ulama seperti Malik, sebagian besar ahli Hijaz, Abu Hanifah dan sebagian besar ahli Kufah berpendapat bahwa yang lebih utama adalah adzan dan iqamah itu dilakukan oleh satu orang. Hal ini juga diungkapkan oleh Imam Ats-Tsauri dan Imam Syafi’i.

Sebenarnya larangan Nabi agar Bilal tidak iqamah dalam hadits riwayat Abu Dawud di atas adalah dalam rangka untuk menjaga hati si muadzin agar tidak kecewa sehingga para ulama tidak mempermasalahkan kebolehan bergantian. Tetapi mereka tetap bersepakat bahwa yang paling utama adalah adzan dan iqamah dilakukan oleh satu orang, yakni agar tidak terjadi kekecewaan di hati seorang muadzin. (Muhammad Alvin Nur Choironi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Kyai, Quote Ulama Salaf Online

Jumat, 23 Februari 2018

Tiba di Lombok, Ekspedisi Islam Nusantara Disambut Ragam Kesenian

Lombok Tengah, Ulama Salaf Online. Ekspedisi Islam Nusantara yang dipimpin Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Imam Pituduh tiba di pulau Lombok pada Ahad (5/6). Mereka disambut Wakil Bupati dan pengurus NU di Desa Lendang Simbe, Kecamatan Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Tiba di Lombok, Ekspedisi Islam Nusantara Disambut Ragam Kesenian (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiba di Lombok, Ekspedisi Islam Nusantara Disambut Ragam Kesenian (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiba di Lombok, Ekspedisi Islam Nusantara Disambut Ragam Kesenian

Mereka disambut dengan iringan gendang baleq. Kemudian satu per satu tim Ekspedisi Islam Nusantara dikalungi songket khas Sasak.

Menurut salah seorang tokoh kesenian Sasak, Lalu Putria, gendang beleq pada mulanya adalah kesenian penyemangat kepada prajurit perang di kerajaan Sasak di masa lampau.

Ulama Salaf Online

“Di era kekinian gendang beleq dijadikan untuk menyambut tamu-tamu kehormatan yang hadir di bumi Sasak ini,” katanya.

Ulama Salaf Online

Setelah disambut, kemudian Ekspedisi Islam Nusantara disuguhi penampilan pria-pria pemberani sasak, melalui presean. Menurut Lalu, presean adalah olahraga kedigjayaan pria Sasak untuk memilih prajurit tangguh pada era kerajaan.

“Saat ini olahraga tersebut untuk menunjukkan sebagai sifat kekesatriaan para lelaki Sasak,” lanjutnya.

Kemudian tim Ekspedisi Islam Nusantara berpindah tempat ke Pondok Pesantren Nurul Qur’an. Mereka berjalan kaki sekitar 300 meter sambil tetap diiringi gendang beleq.

Di pesantren tersebut lagi-lagi disambut kesenian, yaitu marawis dari santri putra dan putri serta tarian rudat.

Hadir pada kesempatan tersebut Ketua PWNU Nusa Tenggara Barat TGH Ahmad Tqiyuddin Mansur, Rais Syuriyah PCNU Lombok Tengah TGH Ma’ruf Ma’mun, putra TGH Faisal yaitu TGH Habib Rahman, dan para tuan guru lain, serta ratusan masyarakat di sekitar pesantren. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Anti Hoax, Quote, Hadits Ulama Salaf Online

Minggu, 18 Februari 2018

Kiai Manan Sebut Pentingnya Berorganisasi untuk Perjuangkan Kebenaran

Pohuwato, Ulama Salaf Online. Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdul Manan Ghani mengatakan, untuk memperjuangkan kebenaran maka umat Islam harus berorganisasi agar gerakan dan dakwah mereka menjadi terorganisir dan tertata.

“Kebenaran yang tidak terorganisir akan dikalahkan kebatilan yang terorganisir,” kata Kiai Manan dalam acara Pelatihan Pemuda Pelopor di Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Pohuwato Provinsi Gorontalo, Rabu (6/12).

Pada dasarnya, lanjutnya, perjuangan itu tidak bisa dilakukan sendirian. Nabi Muhammad, juga menghimpun sahabat-sahabatnya untuk bersama-sama menyebarkan dan mendakwahkan Islam kepada masyarakat Arab zaman itu.

Kiai Manan Sebut Pentingnya Berorganisasi untuk Perjuangkan Kebenaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Manan Sebut Pentingnya Berorganisasi untuk Perjuangkan Kebenaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Manan Sebut Pentingnya Berorganisasi untuk Perjuangkan Kebenaran

Menurut dia, manusia diciptakan Allah itu sebagai umat atau kelompok, bukan individu-individu yang berdiri sendiri karena manusia itu secara kodrati adalah makhluk yang lemah dan membutuhkan yang lainnya. 

Wakholaqol insanu dho’ifa (dan aku Allah menjadikan manusia itu lemah),” ucapnya mengutip ayat Al-Qur’an.

Lebih lanjut, Kiai Manan menuturkan, dengan adanya organisasi yang menjadi kekuatan masyarakat sipil maka konflik antar anak bangsa bisa diredam. Di Indonesia ada Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, dan ormas lainnya sehingga tidak ada konflik langsung antara masyarakat dengan pemerintah. 

Ulama Salaf Online

“Di Indonesia ada kiai-kiai yang terorganisir di bawah NU misalnya. Sehingga tidak mudah diprovokasi,” jelasnya.

Sementara di beberapa negara Islam seperti Afghanistan, Suriah, Yaman, Irak, dan lainnya tidak ada kekuatan masyarakat sipil seperti di Indonesia. Ketika terjadi konflik antara satu dengan yang lainnya, maka mereka tidak mudah didamaikan.

Ulama Salaf Online

“Berorganisasi harus, berorganisasi itu penting,” cetusnya.

Kenapa harus ber-NU

Kiai asal Cirebon itu menyebutkan, ada tujuh alasan mengapa umat Islam Indonesia –bahkan dunia- harus ikut organisasi NU, yaitu NU didirikan para ulama, ulama adalah pewaris nabi, ulama NU adalah penerus Wali Songo, NU berpaham Ahlussunnah wal Jama’ah, sanad keilmuan NU sampai kepada Nabi Muhammad, NU berdiri di atas kebenaran, dan NU memiliki pandangan Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah sesuatu yang sudah final.  

Acara pelatihan ini merupakan hasil kerjasama antara Lembaga Ta’mir Masjid PBNU bekerjasama dengan Kementerian Pemuda dan Olah Raga RI. Tema yang diangkat adalah Revitalisasi Peran dan Fungsi Masjid sebagai Benteng dan Kedaulatan dan Pemakmuran NKRI. Di Provinsi Gorontalo, acara ini diadakan selama hari di lima kabupaten kota, yaitu Kota Gorontalo, Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Boalemo, Kabupaten Pohuwato, dan Kabupaten Bone Bolango. (Muchlishon Rochmat)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Quote, Nasional Ulama Salaf Online

Kamis, 15 Februari 2018

Kota Solo Bersiap Sambut Tamu Haul Habib Ali ke-106

Solo, Ulama Salaf Online. Menjelang puncak peringatan haul ke-104 penulis kitab maulid Simtuddurar Habib Ali bin Muhammad bin Husain Al-Habsyi di Masjid Riyadh Solo, Jawa Tengah, Senin-Selasa (8-9/1) para tamu dari berbagai luar kota mulai hadir di Kota Solo.

Pihak Pemerintah Kota Solo bahkan telah mempersiapkannya sejak hari Ahad (6/9), dengan mengalihkan sebagian arus lalu lintas. Melalui edaran yang dikeluarkan Dinas Perhubungan Kota Surakarta, Jalan Kapten Mulyadi yang berada di depan Masjid Riyadh selama 3 hari ke depan akan ditutup.

Kota Solo Bersiap Sambut Tamu Haul Habib Ali ke-106 (Sumber Gambar : Nu Online)
Kota Solo Bersiap Sambut Tamu Haul Habib Ali ke-106 (Sumber Gambar : Nu Online)

Kota Solo Bersiap Sambut Tamu Haul Habib Ali ke-106

“Untuk mengantisipasi kemacetan akan dilakukan beberapa perubahan arus lalu lintas, antara lain di Jalan Slamet Riyadi dan Jalan Ahmad Dahlan,” terang Kepala Dinas Perhubungan Kota Surakarta Hari Prihatno.

Sementara itu, salah satu perwakilan keluarga, Habib Muhammad bin Husein bin Anis, menuturkan rangkaian acara haul di Masjid Riyadh akan digelar selama 3 hari.

Ulama Salaf Online

“Rangkaian peringatan haul akan dilaksanakan mulai Ahad bakda ashar, dengan kegiatan Rauhah,” terangnya.

Ditambahkan dia, sejumlah kegiatan lainnya juga akan diadakan untuk memeriahkan acara haul ini. “Selama 3 malam berturut-turut, akan ada penampilan hijir marawis dan tarian zafin,” ungkapnya. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online Quote, Nahdlatul Ulama Ulama Salaf Online

Sabtu, 03 Februari 2018

Ma’arif NU Magelang Peringati Harlah dengan Jalan Sehat

Magelang, Ulama Salaf Online. Sinar Mentari pagi yang cerah menyambut ribuan guru yang mulai berdatangan ke kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama kabupaten Magelang, Sabtu 19 September 2015. Mereka menggunakan kaos putih berlengan hijau bertuliskan "Saatnya Maarifku bangkit" ini hendak mengikuti jalan sehat yang digelar pengurus Cabang LP Maarif NU Kabupaten Magelang dalam rangka memperingati hari lahir (harlah) ke-56 Lembaga Maarif NU.?

Kegiatan dengan melibatkan ribuan pendidik dan tenaga kependidikan di lingkungan NU tersebut, diharapkan bisa menumbuhkan sikap perjuangan dan pengorbanan untuk Nahdlatul Ulama, menyehatkan badan juga ? mengingatkan masyarakat tentang hari lahir Lembaga Maarif yang notabene mengurusi bidang pendidikan Nahdlatul Ulama.

Ma’arif NU Magelang Peringati Harlah dengan Jalan Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ma’arif NU Magelang Peringati Harlah dengan Jalan Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ma’arif NU Magelang Peringati Harlah dengan Jalan Sehat

Bambang Ardiansyah, ketua Maarif NU Magelang mengatakan kegiatan ini untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa Lembaga Maarif siap menerima amanah membantu mencerdaskan anak bangsa dalam bingkai Islam Ahlusunnah wal Jamaah sehingga ? diharapkan warga NU menyekolahkan putra-putrinya ke sekolah maupun madrasah di bawah naungan Lembaga Maarif agar terhindar dari doktrinasi paham dan aliran sesat yang dalam beberapa tahun ini meluas.

Ulama Salaf Online

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Magelang Zaenal Arifin mengajak para guru bersemangat mengajar agar mendapat kepercayaan masyarakat.

Ribuan guru ? sejak pukul 07.00 WIB sudah mulai berdatangan, dan memenuhi parkiran kantor PCNU dan sekitarnya. Acara sendiri dimulai jam 08.00 WIB dengan start dan finish di halaman kantor tersebut.

Ulama Salaf Online

Jalan sehat yang dilepas oleh Wakil Bupati Magelang tersebut mengambil rute mengelilingi desa Bojong kecamatan Mungkid kurang lebih sejauh 3 km. Diakhir acara panitia membagikan ratusan doorprize dan sebagai hadiah utama berupa TV LED, sepeda, kompor gas dan ratusan hadiah hiburan lainnya. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Kajian Islam, Quote Ulama Salaf Online

Selasa, 16 Januari 2018

Pertandingan Sengit Babak 16 Besar LSN Siap Tersaji

Jakarta, Ulama Salaf Online. Setelah hasil rapat koordinasi di PP PON Kementerian Pemuda dan Olahraha, Jakarta Timur, Jumat, (16/10). Kompetisi sepak bola U-17 Liga Santri Nusantara (LSN) babak 16 besar akan digulirkan 26-31 Oktober 2015 dengan mengambil lokasi pertandingan di Lapangan Sepakbola AURI/PSAU Pangkalan Udara Utama TNI AU Halim Perdanakusuma.

"Undian pertandingan sudah kami lakukan. Begitu juga dengan besaran hadiah yang akan diterima oleh pemenang," kata Ketua Panitia LSN 2015, Mukaffi Makki.

Pertandingan Sengit Babak 16 Besar LSN Siap Tersaji (Sumber Gambar : Nu Online)
Pertandingan Sengit Babak 16 Besar LSN Siap Tersaji (Sumber Gambar : Nu Online)

Pertandingan Sengit Babak 16 Besar LSN Siap Tersaji

Kompetisi yang bekerjasama dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tersebut akan memperebutkan Piala Menpora, dan juara pertama akan mendapatkan uang pembinaan Rp100 juta, juara dua 75 juta, dan juara ketiga 50 juta.

“Untuk hadiah uang pembinaan yang telah ditentukan kemarin, ada tambahan hadiah untuk juara harapan sebesar 25 juta, pemain terbaik, pelatih, dan top score masing-masing mendapatkan 10 juta,” kata Mukaffi Makki.

Sebelum persiapan menuju ke babak 16 besar Panpel LSN akan melakukan screening pemain. Proses screening melewati tiga tahap, administrasi, fisik, dan kesehatan.

Ulama Salaf Online

“Panitia screening terdiri dari perwakilan dokter umum/dokter tulang, dokter gigi, kepolisian dan Panpel LSN. Untuk administrasi, para official klub wajib menunjukkan ijazah dan akte kelahiran yang asli, atau salah satunya,” tambah Mukaffi Makki.

Berikut hasil undian pertandingan babak 16 besar LSN:

1. PP Nurul Islam Jember (Zona Jatim I) VS PP Al-Anwar Ngawen (Zona Jateng III)

2. PP Al-Mujaddadiyah Madiun (Zona Jatim III) VS PP Alfiah Purwakarta (Zona Jabar I)

3. PP Nur Iman Mlangi (Zona DI Yogyakarta) VS PP Salafiyah Polman (Zona Sulawesi Barat)

Ulama Salaf Online

4. PP Nurul Huda Natar (Zona Lampung) VS PP Darul Maarif Indramayu (Zona Jabar III)

5. PP Darunnajah Cikajang Garut (Zona Jabar II) VS PP Bayyinul Ulum Lombok Utara Zona NTB)

6. PP Ali Imron Sumenep (Zona Jatim II:) VS PP Walisongo Sragen (Zona Jateng I)

7. PP Ummushabri Kendari (Zona Sulawesi Tenggara) VS PP Al Ikhlas (Zona DKI Jakarta)

8. PPTQ Sabilillah Wonosobo (Zona Jateng II) VS PP Al Asy Ariyah Kabupaten Tanggerang (Zona Banten)

(Red. Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Quote, Hikmah Ulama Salaf Online

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ulama Salaf Online sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ulama Salaf Online. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ulama Salaf Online dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock