Tampilkan postingan dengan label Kajian Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian Islam. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Februari 2018

Muslimat NU Ajak Perempuan Tampil Cantik dengan Produk Halal

Jakarta, Ulama Salaf Online. Banyak wanita kerap mengartikan kata cantik dengan pengunaan kosmetik yang tebal dan mahal. Apalagi, saat ini ada banyak sekali produk kecantikan yang membanjiri pasar dengan harga yang beragam. Anggapan tersebut tentu tidak sepenuhnya benar.

Muslimat NU Ajak Perempuan Tampil Cantik dengan Produk Halal (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Ajak Perempuan Tampil Cantik dengan Produk Halal (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Ajak Perempuan Tampil Cantik dengan Produk Halal

Terkait itu, PP Muslimat  NU mengajak masyarakat tampil cantik dan halal dalam sebuah acara yang  digelar di Gedung Aneka Bhakti Kementerian sosial RI, Jumat (27/11/2015). Ormas perempuan terbesar itu menggandeng Dharma Wanita Kemeterian Sosial untuk menyosialisasikan kosmetik yang mengedepankan prinsip kosmetik halal.

Fatwa MUI Nomor 30 Tahun 2011 Tentang penggunaan plasenta hewan halal untuk bahan kosmetika dan obat luar menyatakan, bahwa penggunaan kosmetik untuk kepentingan berhias hukumnya boleh dengan syarat bahan yang digunakan halal dan suci.

Ulama Salaf Online

Ketua Periodik PP Muslimat NU, Dr Mursyidah Thohir yang juga anggota komisi fatwa MUI mengatakan, bahwa ada titik kritis yang akan mengganggu jika kita menggunakan kosmetik yang tidak halal, itu dikarenakan kosmetik tersebut menggunakan plasenta hewan babi, alkohol bahkan bangkai binatang.

Mursyidah juga mendukung penuh kegiatan sosisalisasi seperti ini agar sampai pada akar rumput karena tidak banyak yang tahu bahwa ada produk halal dan juga produksi Indonesia yang bisa digunakan dengan aman dan halal tentunya. "Produk kosmetik yang ramah wudlu harus bisa meresap air minimal 30 persen, dan produk wardah bisa menyerap air sampai 50,” imbuhnya

Ulama Salaf Online

Sementara itu Ketua Umum Muslimat NU yang juga Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengajak ibu-ibu tampil cantik dan halal. "Tetaplah jadi diri kita, syukuri nikmat yang dianugerahkan kita, dengan cara merawat anugerah tersebut dengan cara yang sehat, halal dan asli," katanya.

"Menggunakan kosmetik yang halal sama saja dengan kita menjaga anugerah Allah, jadilah kita indah di mata orang, indah ragawi, dan indah jasmani," imbuhnya. (Winnie Diova/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Daerah, Internasional, Kajian Islam Ulama Salaf Online

Kamis, 22 Februari 2018

Pelajar NU di Brebes Wajib Hafal Mars Syubhanul Wathan

Brebes, Ulama Salaf Online

Pimpinan Ikatan Pelajar NU dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPNU-IPPNU) Kecamatan Ketanggungan Brebes, mewajibkan peserta Pendidikan dan Pelatihan Utama (Diklatama) CBP dan KPP menghafal Mars Syubanul Wathan. Lagu kebangsaan karangan KH Wahab Chasbullah ini diyakini mampu menginspirasi para pelajar NU untuk lebih mencintai tanah air.

“Saya yakin para pelajar NU akan termotivasi lebih mencintai tanah air ketika menyanyikan Mars Syubhanul Wathan,” ucap Ketua PAC IPNU Ketanggungan Abdul Aziz di sela-sela pendidikan dan latihan utama Corps Brigade Pembangunan (CBP) dan Lembaga Korps Pelajar Putri (KPP) Kecamatan Ketanggungan di SMK Islam Bustanul Ulum, Karangmalang, Ketanggungan, Brebes, Ahad (5/6).

Pelajar NU di Brebes Wajib Hafal Mars Syubhanul Wathan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU di Brebes Wajib Hafal Mars Syubhanul Wathan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU di Brebes Wajib Hafal Mars Syubhanul Wathan

Setiap peserta, lanjut Azis, untuk bisa lulus Diklatama wajib setor mars tersebut dihadapan para fasilitator dan instruktur. “Kalau belum bisa, maka akan diulang-ulang terus hingga hafal sehingga dinyatakan lulus diklatama,” tuturnya.

Diklatama diikuti 43 peserta yang nantinya akan kembali menjalani seleksi sebagai pengurus Dewan Kerja Anak Cabang (DKAC) CBP-KPP Ketanggungan sehingga menjadi kader yang tangguh dan militan.?

Diklatama digelar selama tiga hari dengan materi ideologisasi berupa paham Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja), Ke-NU-an, Ke-IPNU/IPPNU-an, ? Ke-CBP/KKP-an.?

Materi Wajib meliputi peraturan baris–berbaris dan tata laksana upacara, latihan dasar bela diri, manajemen perjalanan, medical first responder basic, pengetahuan SAR, wawasan kebangsaan dan bela negara, pelestarian alam dan lingkungan hidup, komunikasi dan kerjasama Tim, serta sosiologi pedesaan.

Ulama Salaf Online

Untuk materi teknis lapangan meliputi basic ropes (dasar tali temali), prusicking dan rappelling, navigasi darat I, dan survival.

Alfiyatun Hasanah dari Ranting Cikeusal Kidul terpilih menjadi peserta terbaik untuk KPP dan Abdul Rohman dari Ranting Kubangsari berhasil menjadi peserta terbaik CBP.

“Sebagai generasi muda wajib hukumnya meneruskan perjuangan para ulama NU dalam mempertahankan NKRI dan Pancasila dari rongrongan para pemberontak yang ingin meruntuhkan NKRI dan berusaha mengganti Pancasila dengan Khilafah,” kata salah satu peserta, Abdul Rohman. (Wasdiun/Zunus)

Ulama Salaf Online

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Hadits, Kajian Islam Ulama Salaf Online

Selasa, 20 Februari 2018

Pelajar NU Harus Mampu Jawab Tantangan Zaman

Pringsewu, Ulama Salaf Online. Pesatnya perkembangan informasi dan teknologi dewasa ini, Pengurus dan Anggota Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) harus mampu memanfaatkannya untuk kemaslahatan umat seiring perkembangan zaman.

Pelajar NU Harus Mampu Jawab Tantangan Zaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Harus Mampu Jawab Tantangan Zaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Harus Mampu Jawab Tantangan Zaman

Hal ini ditegaskan oleh Ketua PW IPPNU Provinsi Lampung Amalia Fadhila saat hadir di arena Konferensi Cabang ke 2 PC IPNU dan IPPNU Kabupaten Pringsewu yang dilaksanakan di Gedung NU Pringsewu, Sabtu (22/4).

Amalia Fadhila yang menahkodai PW IPPNU Lampung periode 2017-2020 ini juga mengajak agar pelajar NU saat ini ikut mewarnai dunia maya dengan rajin menulis.?

"Mari tuangkan pikiran kita melalui media-media sosial khususnya yang bernafas NU," ajaknya dihadapan para peserta Konferensi yang terdiri dari Pengurus PAC, Ranting dan Komisariat yang telah terbentuk di Pringsewu.

Ulama Salaf Online

"Kita sekarang hidup di dua dunia, Dunia Nyata dan Dunia maya. Jangan hanya jadi user saja yang gampang termakan hoax. Mari cerdas hidup didunia maya dan mengisinya dengan konten yang benar dan menyejukkan," ajaknya dihadapan peserta Konferensi yang juga dihadiri oleh Pengurus PW IPNU Lampung, Pengurus NU, Banom di Pringsewu dan beberapa undangan dari ormas kepemudaan diluar NU.

Konferensi yang mengangkat tema "Satukan Tekad untuk Memantapkan Roda Organisasi" ini dibuka oleh Wakil Sekretaris PCNU Pringsewu Muhammad Faizin. Dalam sambutannya, ia juga mengajak pengurus IPNU dan IPPNU Pringsewu untuk mampu menjawab tantangan zaman dengan terus berbenah menyiapkan diri melanjutkan Jamiyyah NU.

"IPNU dan IPPNU merupakan Kawah candra dimuka pembentukan kader kader penerus NU. Jadi mari tingkatkan keilmuan baik dibidang agama maupun dibidang ? organisasi sebagai modal membesarkan Jamiyyah," terangnya seraya berharap seluruh PAC dan Ranting di Kabupaten Pringsewu dapat dibentuk kepengurusannya.

Ulama Salaf Online

Bagi para senior IPNU dan IPPNU ia mengajak untuk segera menyiapkan diri untuk aktif berkiprah di Organisasi atau Badan Otonom lainnya yang ada di NU sesuai dengan jenjang umurnya seperti Ansor dan Fatayat. "Ayo move on. Cinta IPNU dan IPPNU boleh. Tapi Banom lainnya sudah menunggu kalian," pungkasnya disambut senyum para pengurus yang sebentar lagi paripurna.

Pada acara Konferensi tersebut juga dibagikan sejumlah piala dan penghargaan kepada para pemenang lomba yang dilaksanakan dalam rangka memeriahkan Konferensi tersebut. Lomba yang dipertandingkan antara lain Bulu Tangkis, Kaligrafi dan berbagai lomba lainnya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Nusantara, Kajian Islam Ulama Salaf Online

Sabtu, 17 Februari 2018

Syarat Wajib dan Rukun Puasa Ramadhan

Sarat Wajib adalah syarat yang harus dipenuhi oleh seseorang sebelum melaksanakan suatu ibadah. Seseorang yang tidak memenuhi syarat wajib, maka gugurlah tuntutan kewajiban kepadanya. Sedangkan rukun adalah hal-hal yang harus dilakukan dalam sebuah ibadah.

Adapun Syarat pertama seseorang itu diwajibkan menjalankan ibadah puasa, khususnya puasa Ramadhan, yaitu ia seorang muslim atau muslimah. Karena puasa adalah ibadah yang menjadi keharusan atau rukun keislamannya, sebagaimana termaktub dalam hadits yang diriwayat kan oleh Imam Turmudzi dan Imam Muslim:



Syarat Wajib dan Rukun Puasa Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Syarat Wajib dan Rukun Puasa Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Syarat Wajib dan Rukun Puasa Ramadhan

عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله وسلم يَقُوْلُ : بُنِيَ اْلإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ : شَهَادَةُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّداً رَسُوْلُ اللهِ وَإِقَامُ الصَّلاَةِ وَإِيْتَاءُ الزَّكَاةِ وَحَجُّ الْبَيْتِ وَصَوْمُ رَمَضَانَ

Dari Abi Abdurrahman, yaitu Abdullah Ibn Umar Ibn Khattab r.a, berkata: saya mendengar Rasulullah s.a.w, bersabda: Islam didirikan dengan lima hal, yaitu persaksian tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya, didirikannya shalat, dikeluarkannya zakat, dikerjakannya hajji di Baitullah (Ka’bah), dan dikerjakannya puasa di bulan Ramadhan. (Hadits Shahih, riwayat al-Bukhari: 7 dan Muslim: 19)

Ulama Salaf Online

Syarat yang kedua seseorang itu berkewajiban menjalankan ibadah puasa ramadhan, yaitu ia sudah baligh, dengan ketentuan ia pernah keluar mani dari kemaluannya baik dalam keadaan tidur atau terjaga, dan khusus bagi perempuan sudah keluar haid. Dan syarat keluar mani dan haid pada batas usia minimal 9 tahun.

Ulama Salaf Online

Dan bagi yang belum keluar mani dan haid, maka batas minimal ia dikatakan baligh pada usia 15 tahun dari usia kelahirannya. Dengan syarat ketentuan baligh ini, menegaskan bahwa ibadah puasa ramadhan tidak diwajibkan bagi seorang anak yang belum memenuhi cirri-ciri kebalighan yang telah disebutkan di atas.

Syarat yang ketiga bagi seorang muslim dan baligh itu terkena kewjiban menjalankan ibadah puasa, apabila ia memiliki akal yang sempurna atau tidak gila, baik gila karena cacat mental atau gila disebabkan mabuk.

Seseorang yang dalam keadaan tidak sadar karena mabuk atau cacat mental, maka tidak terkena hukum kewajiban menjalankan ibadah puasa, terkecuali orang yang mabuk dengan sengaja, maka ia diwajibkan menjalankan ibadah puasa dikemudian hari (mengganti di hari selain bulan ramadhan).



رُفِعَ اْلقَلَمُ عَنْ ثَلَاثٍ عَنْ النّائِمِ حَتّى يَسْتَيْقِظُ وَعَنِ اْلمَجْنُوْنِ حَتّى يُفِيْقَ وَعَنِ الصَّبِىِّ حَتَّى يَبْلُغَ

Tiga golongan yang tidak terkena hukum syar’i: orang yang tidur sapai ia terbagngun, orang yang gila sampai ia sembuh, dan anak-anak sampai ia baligh. (Hadits Shahih, riwayat Abu Daud: 3822, dan Ahmad: 910. Teks hadits riwayat al-Nasa’i)

Syarat keempat adalah kuat menjalankan ibadah puasa. Selain islam, baligh, dan berakal,  seseorang harus  mampu dan kuat untuk menjalankan ibadah puasa. Dan apabila tidak mampu maka diwajibkan mengganti di bulan berikutnya atau membayar fidyah. Untuk keterangan lebih detailnya akan dijelaskan pada fasal selanjutnya yang insyaallah akan diterangkan pada pasal permasalahan-permasalahan yang berkenaan dengan ibadah puasa.

Syarat kelima Mengetahui Awal Bulan Ramadhan. Puasa Ramadhan diwajibkan bagi muslim yang memenuhi persyaratan yang telah diuraikan di atas, apabila ada salah satu orang terpercaya (adil) yang mengetahui awal bulan Ramadhan dengan cara melihat hilal secara langsung dengan mata biasa tanpa peralatan alat-alat bantu. Dan persaksian orang tersebut dapat dipercaya dengan terlebih dahulu diambil sumpah, maka muslim yang ada dalam satu wilayah dengannya berkewajiban menjalankan ibadah puasa. Dan apabila hilal tidak dapat dilihat karena tebalnya awan, maka untuk menentukan awal bulan Ramadlon dengan menyempurnakan hitungan tanggal bulan sya’ban menjadi 30 hari.

Sebagaimana hadits Nabi Muhammad s.a.w, yang diriwayatkan oleh Imam Buchori, r.a:



صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُواعِدَّةَ شَعْبَانَ ثَلَاثِينَ 



Berpuasa dan berbukalah karena melihat hilal, dan apabila hilal tertutup awan maka sempurnakanlah hitungannya bulan menjadi 30 hari (H.R. Imam Buchori)



عَنْ عِكْرِمَةَ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: جَاءَ اَعْرَبِيُّ اِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: اِنِّي رَاَيْتُ اْلهِلَالَ فَقَالَ: اَتَشْهَدُ اَنْ لَا اِلَهَ اِلّاَ اللهَ قَالَ: نَعَمْ، قَالَ: اَتَشْهَدُ اَنْ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ؟ قَالَ: يَا بِلَالُ اَذِّنْ فِى النَّاسِ فَلْيَصُوْمُوْا غَدًا 

Dari ‘ikrimah, ia dapatkan dari Ibnu Abbas, berkata: datanglah orang Arab Badui menghadap Nabi s.a.w, ia berkata: sesungguhnya aku telah melihat hilal. Nabi menjawab: apakah kamu akan bersaksi (bersumpah) “sesungguhnya tiada Tuhan selain Allah”, orang Arab Badui tadi menjawab; “ia”. Lalu Nabi bertanya lagi: apakah kamu akan bersaksi (bersumpah) “ sesungguhnya Muhammad itu utusan Allah”, dan Orang Arab Badui menjawab “ia”. Lalu Nabi bersabda; “wahai Bilal perdengarkanlah adzan ditengah-tengah kerumunan manusia, dan perintahkanlah mereka untuk mengerjakan puasa pada esok hari” (Hadits Shahih diriwayatkan oleh lima Imam, kecuali Ahmad)

Adapun Rukun puasa hanya dua, pertama Niat. Niat puasa Ramadhan merupakan pekerjaan ibadah yang diucapkan dalam hati dengan persyaratan dilakukan pada malam hari dan wajib menjelaskan kefarduannya didalam niat tersebut, contoh; saya berniat untuk melakukan puasa fardlu bulan Ramadhan, atau lengkapnya dalam bahsa Arab, sebagai berikut:



نـَوَيْتُ صَوْمَ غـَدٍ عَـنْ ا َدَاءِ فـَرْضِ شـَهْرِ رَمـَضَانِ هـَذِهِ السَّـنـَةِ لِلـّهِ تـَعَالىَ

Saya niat mengerjakan ibadah puasa untuk menunaikan keajiban bulan Ramadhan pada tahun ini, karena Allah s.w.t, semata.

Sedangkan dalil yang menjelaskan niat puasa Ramadhan dilakukan pada malam hari adalah sabda Nabi Muhammad s.a.w, sebagai berikut:



 Ù…َنْ لَمْ يَجْمَعِ الصِّيَامَ قَبْلَ اْلفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ 



Siapa yang tidak membulatkan niat mengerjakan puasa sebelum waktu hajar, maka ia tidak berpuasa. (Hadits Shahih riwayat Abu Daud: 2098, al-Tirmidz: 662, dan al-Nasa’i:2293).

Adapun dalil yang menjelaskan waktu mengucapkan niat untuk puasa sunnah, bisa dilakukan setelah terbit fajar, yaitu:



عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ : دَخَلَ عَلَّيَّ رَسُولُ اللهِ صَلِّي اللهُ عَلَيْهِ ÙˆÙŽ سَلّمَ ذَاتَ يَوْمٍ فَقَالَ: هَلْ عِنْدَكُمْ مِنْ شَيْءٍ ØŸ فَقُلْنَا لَا فَقَالَ: فَاِنِّي اِذًنْ صَائِمٌ. ثُمَّ اَتَانَا يَوْمًا اَخَرَ، فَقُلْنَا: يَارَسُوْلَ اللهِ اُهْدِيَ لَنَا حَيْسٌ فَقَالَ: اَرِيْنِيْهِ فَلَقَدْ اَصْبَحْتُ صَائِمًا فَاَكَلَ 

Dari Aisyah r.a, ia menuturkan, suatu hari Nabi s.a.w, dating kepadaku dan bertanya, “apakah kamu punya sesuatu untuk dimakan?”. Aku menjawab, “Tidak”. Maka Belaiu bersabda, “hari ini aku puasa”. Kemudian pada hari yang lain Beliau dating lagi kepadaku, lalu aku katakana kepadanya, “wahai Rasulullah, kami diberi hadiah makanan (haisun)”. Maka dijawab Rasulullah, “tunjukkan makanan itu padaku, sesungguhnya sejak pagi aku sudah berpuasa” lalu Beliau memekannya. (Hadits Shahih, riwayat Muslim: 1952, Abu Daud: 2099, al-Tirmidzi; 666, al-Nasa’i:2283, dan Ahmad:24549)

Dan rukun kedua adalah Menahan Diri Dari Segala Sesuatu Yang Membatalkan Puasa. Untuk detailnya apa-apa yang membatalkan puasa akan dijelaskan pada pasal sesuatu yang membatalkan puasa.



...فَاْلئَنَ باَشِرُوْهُنَّ وَابْتَغُوْا مَا كَتَبَ اللهُ لَكُمْ وَكُلُوْا وَاشْرَبُوْا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ اْلخَيْطُ اْلاَبْيَضُ مِنَ اْلخَيْطِ اْلاَسْوَدِ مِنَ اْلفَجْرِ ثُمَّ اَتِّمُوْا الصِّيَامَ اِلَى اللَّيْلِ...

“…maka sekarang campurilah, dan carilah apa yang telah ditetapkan oleh Allah untukmu, serta makan dan minumlah sampai waktu fajar tiba dengan dapat membedakan antara benang putih dan hitam. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai waktu malam tiba...(QS. al-Baqarah, 2: 187) 

(Penulis: KH.Syaifullah Amin/Red: Ulil H). Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Khutbah, Kajian Islam, IMNU Ulama Salaf Online

Jumat, 09 Februari 2018

PWNU Jabar Intsruksikan Warga Tak Terlibat Konflik Sosial

Bandung, Ulama Salaf Online. Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat Eman Suryaman menginstruksikan kepada seluruh cabang-cabang NU di Jawa Barat agar jangan sampai terlibat dalam konflik sosial. Hal ini terkait berbagai aksi kekerasan agama yang kerapkali terjadi di wilayah Jawa Barat.

PWNU Jabar Intsruksikan Warga Tak Terlibat Konflik Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Jabar Intsruksikan Warga Tak Terlibat Konflik Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Jabar Intsruksikan Warga Tak Terlibat Konflik Sosial

"NU adalah ormas Islam yang menghormati kebhinnekaan, artinya menerima pihak manapun dalam membangun negara yang maju, aman dan damai. NU juga harus menjaga netralitasnya dalam menghadapi segala konflik yang terjadi di Jawa Barat Khususnya dan Indonesia pada umumnya," tutur Eman.

Eman juga mengatakan bahwa radikalesme harus segera dihentikan, karena Islam tidak mengajarkan kekerarasan, terlebih memaksakan orang lain untuk masuk ke ajaran manapun.

Ulama Salaf Online

Ditambahkan sebagai agama rahmatan lil alamin, seharusnya orang yang beragama Islam mampu memberikan pencerahan dengan cara-cara yang cantik. Para wali penyebar Islam di Nusantara pun sukses mengislamkan sebagian besar masyarakat Indonesia ? bukan dengan kekerasan, melainkan dengan mencontohkan ahlakul karimah dan uswatun hasanah.

"Ada cara-cara yang lebih baik untuk menghadapi beberapa kelompok yang menyimpangkan agama daripada menyikapinya dengan kekerasan. Para wali saja bisa mengajak masyarakat yang bukan beragama Islam, masa yang melencengkan agama masa tidak bisa diajak kembali kepada ajaran yang sebenarnya?” katanya.

Ulama Salaf Online

Ditambahkan, untuk meluruskan ajaran yang menyimpang seperti Ahmadiyah jangan menggunakan kekerasan, bahkan sampai dibunuh atau dianiaya. Ada cara-cara lain yang bisa membuat mereka tertarik kepada ajaran yang sesungguhnya.

"Mereka juga tahu ketika mereka lahir dan dibesarkan, Al-Qur’an yang jadi pegangan mereka sama dengan kita," pungkasnya?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Zainal Mutaqin

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Kajian Islam, Humor Islam Ulama Salaf Online

Sabtu, 03 Februari 2018

Ma’arif NU Magelang Peringati Harlah dengan Jalan Sehat

Magelang, Ulama Salaf Online. Sinar Mentari pagi yang cerah menyambut ribuan guru yang mulai berdatangan ke kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama kabupaten Magelang, Sabtu 19 September 2015. Mereka menggunakan kaos putih berlengan hijau bertuliskan "Saatnya Maarifku bangkit" ini hendak mengikuti jalan sehat yang digelar pengurus Cabang LP Maarif NU Kabupaten Magelang dalam rangka memperingati hari lahir (harlah) ke-56 Lembaga Maarif NU.?

Kegiatan dengan melibatkan ribuan pendidik dan tenaga kependidikan di lingkungan NU tersebut, diharapkan bisa menumbuhkan sikap perjuangan dan pengorbanan untuk Nahdlatul Ulama, menyehatkan badan juga ? mengingatkan masyarakat tentang hari lahir Lembaga Maarif yang notabene mengurusi bidang pendidikan Nahdlatul Ulama.

Ma’arif NU Magelang Peringati Harlah dengan Jalan Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ma’arif NU Magelang Peringati Harlah dengan Jalan Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ma’arif NU Magelang Peringati Harlah dengan Jalan Sehat

Bambang Ardiansyah, ketua Maarif NU Magelang mengatakan kegiatan ini untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa Lembaga Maarif siap menerima amanah membantu mencerdaskan anak bangsa dalam bingkai Islam Ahlusunnah wal Jamaah sehingga ? diharapkan warga NU menyekolahkan putra-putrinya ke sekolah maupun madrasah di bawah naungan Lembaga Maarif agar terhindar dari doktrinasi paham dan aliran sesat yang dalam beberapa tahun ini meluas.

Ulama Salaf Online

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Magelang Zaenal Arifin mengajak para guru bersemangat mengajar agar mendapat kepercayaan masyarakat.

Ribuan guru ? sejak pukul 07.00 WIB sudah mulai berdatangan, dan memenuhi parkiran kantor PCNU dan sekitarnya. Acara sendiri dimulai jam 08.00 WIB dengan start dan finish di halaman kantor tersebut.

Ulama Salaf Online

Jalan sehat yang dilepas oleh Wakil Bupati Magelang tersebut mengambil rute mengelilingi desa Bojong kecamatan Mungkid kurang lebih sejauh 3 km. Diakhir acara panitia membagikan ratusan doorprize dan sebagai hadiah utama berupa TV LED, sepeda, kompor gas dan ratusan hadiah hiburan lainnya. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Kajian Islam, Quote Ulama Salaf Online

LAZIS NU Se-Indonesia Serentak Sembelih Hewan Kurban

Jakarta, Ulama Salaf Online. Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah (LAZIS) NU Se-Indonesia secara serentak akan memulai penyembelihan hewan kurban pada Rabu, 17 November 2010. Penyaluran hewan kurban pada tahun ini diprioritaskan ke daerah-daerah yang mayoritas penduduknya adalah dhuafa.

“Sesuai dengan keputusan PBNU bahwa Idul Adha jatuh pada hari Rabu, maka LAZIS NU se-Indonesia akan memulainya Rabu pagi setelah salat Ied. Mudah-mudahan berjalan dengan lancar,” tegas KH Masyhuri Malik, Ketua LAZIS PBNU kepada Ulama Salaf Online Selasa, 14 November 2010.

LAZIS NU Se-Indonesia Serentak Sembelih Hewan Kurban (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZIS NU Se-Indonesia Serentak Sembelih Hewan Kurban (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZIS NU Se-Indonesia Serentak Sembelih Hewan Kurban

Sementara itu, Bendahara LAZIS PBNU, Agus Salim Thoyib menyatakan, “Kami terus berkoordinasi dengan LAZIS Wilayah, Cabang, dan Cabang Luar Negeri untuk meningkatkan jumlah hewan kurban. Namun yang terpenting bagaimana agar kurban tepat sasaran. Hewan kurban juga ada yang kita kirim ke Merapi dan Mentawai.”

Ulama Salaf Online

Peningkatan jumlah hewan kurban yang diterima LAZIS NU tahun ini meningkat cukup cukup signifikan. “Hasil koordinasi di daerah-daerah, peningkatan penerimaan hewan kurban naik hingga 70 persen,” ujar Mohamad Zuhdi, Sekretaris LAZIS PBNU.

Ulama Salaf Online

Selain itu, pemilihan hewan kurban yang disalurkan oleh LAZIS NU juga melalui pemerikasaan yang cukup ketat. LAZIS NU juga bekerjasama dengan pihak terkait untuk memeriksa kesehatan hewan yang akan disembelih. “Kalau tidak hati-hati, kurban bisa menimbulkan penyakit karena daging yang tidak sehat. Makanya sebelum disembelih kami telah memeriksanya dengan teliti,” lanjut Zuhdi.

LAZIS NU juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para dermawan yang telah memercayakan kurban melalui LAZIS NU. “Kami atas nama LAZIS NU, menyampaikan terima kasih yang tak terhingga atas kepercayaan yang diberikan kepada kami,” pungkas Agus Salim.

Pengelolaan hewan kurban adalah salah satu bagian penting dari tugas pokok dan fungsi LAZIS NU. Program-program yang ditangani LAZIS NU berorientasi menibgkatkan kesejahteraan masyarakat. (bil)Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Kajian Islam, Nahdlatul Ulama, Doa Ulama Salaf Online

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ulama Salaf Online sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ulama Salaf Online. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ulama Salaf Online dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock