Tampilkan postingan dengan label Ahlussunnah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ahlussunnah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Maret 2018

Turki Mulai Wajibkan Pendidikan Agama dari SD-SMA

Jakarta, Ulama Salaf Online. Presiden Turki terpilih Recep Tayyip Erdogan, dibantu oleh Perdana Menteri baru Ahmet Davutoglu memulai masa jabatannya dengan perbaikan besar-besaran pada sistem pendidikan di negeri ini. 

Meskipun telah ditetapkan setahun yang lalu, rencana reformasi, yang sebagian besar tidak menarik perhatian publik, mulai dilaksanakan tahun ini dan memperluas pendidikan agama Islam untuk semua tingkat sekolah. 

Turki Mulai Wajibkan Pendidikan Agama dari SD-SMA (Sumber Gambar : Nu Online)
Turki Mulai Wajibkan Pendidikan Agama dari SD-SMA (Sumber Gambar : Nu Online)

Turki Mulai Wajibkan Pendidikan Agama dari SD-SMA

Turki baru Erdogan, yang akan merayakan seratus tahun Republik Turki sekuler yang didirikan oleh Kemal Ataturk pada 2023, mewajibkan pendidikan agama Islam dari tingkat sekolah dasar dan menengah untuk 12 jenjang kelas. Sampai saat ini, pendidikan agama hanya tersedia di sekolah menengah berbasis agama seperti Aliyah di Indonesia, mulai di kelas 9. 

Ulama Salaf Online

Perubahan signifikan lain adalah bahwa lulusan sekolah agama sekarang dapat mendaftar di seluruh fakultas di universitas agar bisa mendapat keahlian untuk posisi administrasi publik. Bahkan presiden Turki saat ini, yang mempelajari Administrasi Bisnis, bukan ilmu politik, harus keluar karena dia lulusan sekolah agama. 

Tampak jelas bahwa sistem sekolah yang dimimpikan oleh para pemimpin AKP terinspirasi oleh sekolah agama yang ada. 

Ulama Salaf Online

Langkah berikutnya dalam reformasi adalah pengajaran bahasa Arab, bahkan sebagai bahasa kedua, untuk memungkinkan siswa untuk memahami Al-Quran. 

Namun, sekolah Turki Armenia dan Ortodoks tidak perlu untuk memberikan pendidikan agama Islam untuk siswa mereka yang masing-masing berjumlah 2.000 dan 250. 

Mereka yang tidak ingin masuk sekolah negeri untuk menghindari pendidikan agama harus masuk ke sekolah swasta, yang hanya bisa dimasuki orang kaya karena biaya pendidikan yang tinggi. (islam. ru/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Fragmen, Meme Islam, Ahlussunnah Ulama Salaf Online

Jumat, 02 Februari 2018

Pikiran Orang Wahabi Tidak Istiqomah

Jakarta, Ulama Salaf Online. Pikiran orang Wahabi tidak istiqomah. Klasifikasi bid‘ah seringkali ditentukan sepihak oleh mereka. Namun ketika mereka sendiri melakukan amal ibadah tertentu yang bersifat bid‘ah, mereka tidak komentar apapun, bahkan merasa nyaman dengan amal itu. 

Pikiran Orang Wahabi Tidak Istiqomah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pikiran Orang Wahabi Tidak Istiqomah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pikiran Orang Wahabi Tidak Istiqomah

Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jember, Jawa Timur KH Muhyiddin Abdusshomad mengatakan perihal itu dalam pelatihan aswaja dan empat pilar di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya nomor 164, Jakarta Pusat, Sabtu (20/7) sore.

KH Muhyiddin Abdusshomad menunjuk sejumlah praktik ibadah yang terdapat di bulan suci Ramadhan. Ia menyebut doa panjang seraya menangis saat sembahyang Tarawih di malam ke 27 dan 29 Ramadhan.

Ulama Salaf Online

“Ini tidak terdapat dalam hadis Rasulullah SAW apalagi Al-Quran,” tegas KH Muhyiddin Abdusshomad di hadapan sedikitnya 100 peserta pelatihan.

Ulama Salaf Online

Belum lagi misalnya, lanjut KH Muhyiddin Abdusshomad, mereka mematok satu juz Al-Quran setiap malamnya. Hal ini dimaksudkan agar Al-Quran bisa dikhatamkan selama bulan Ramadhan.

Kita baru mencatat ketidakistiqomahan pikiran ini di dalam bulan Ramadhan. Sementara praktik ibadah yang termasuk bid‘ah di luar bulan Ramadhan lebih banyak lagi ditemukan.

Penentuan bid‘ah secara sepihak sementara mereka juga mengerjakan bid‘ah dalam bentuk lainnya, merupakan tindakan sewenang-wenang dan kezaliman dalam beragama.

Pelatihan Aswaja dan Empat Pilar berlangsung dari Jum‘at-Ahad (19-21/7). Pelatihan diikuti oleh kader Himpunan Da‘iyah dan Majelis Taklim Muslimat Nahdlatul Ulama (Hidmat NU) di lima cabang Jakarta dan kader da‘i Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU).

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Ahlussunnah, Sunnah, Khutbah Ulama Salaf Online

Rabu, 31 Januari 2018

Pesantren di Pringsewu Ini Cetak Yatim Piatu Jadi Hafidh dan Sarjana

Pringsewu, Ulama Salaf Online

Niat tulus dan ikhlas ditunjukkan Ketua Lembaga Pendidikan Maarif NU Provinsi Lampung H Fauzi yang juga pemilik STMIK dan STIT Pringsewu. Berawal dari kegelisahannya terhadap fenomena gersangnya akhlak dan ilmu agama para mahasiswa di zaman sekarang, ia merintis sebuah pondok pesantren bagi para mahasiswanya.

Pesantren di Pringsewu Ini Cetak Yatim Piatu Jadi Hafidh dan Sarjana (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren di Pringsewu Ini Cetak Yatim Piatu Jadi Hafidh dan Sarjana (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren di Pringsewu Ini Cetak Yatim Piatu Jadi Hafidh dan Sarjana

Awalnya, doktor lulusan Universitas Gajah Mada ini sudah secara rutin membantu mahasiswanya dalam bentuk pendidikan secara gratis. Seiring berjalannya waktu ia menilai bahwa hasil perubahan yang didapat kurang maksimal. Sehingga ia pun mengubah metode penyaluran beasiswa dengan cara mengasramakan para penerima beasiswa tersebut. Hal ini ditujukan untuk lebih fokus dalam pembinaan akhlak mereka.

"Setelah mendirikan asrama, ia (Fauzi) pun berinisiatif untuk merintisnya menjadi sebuah pondok pesantren yang diberi nama Baitul Quran. Dalam mengelolanya ia mempercayakannya kepada saya," kata Ustadz Abdul Hamid Al Hafidz yang juga Pengurus Jamiyyatul Qurra wal Huffadh NU Pringsewu saat menceritakan pesantren yang diasuhnya.

Ulama Salaf Online

Abdul Hamid menambahkan bahwa Pesantren Baitul Quran memiliki konsep beasiswa bagi para anak yatim piatu yang memiliki keinginan menghafalkan Al-Qur’an. "Selain para santri menghafal Al-Qur’an dan belajar ilmu agama, mereka juga mendapat perkuliahan yang nantinya akan menjadikan mereka para sarjana yang hafidz quran," jelasnya, Selasa (18/5).

Ulama Salaf Online

Untuk kurikulumnya, Pesantren Baitul Quran memiliki banyak matakuliah yang difokuskan pada pendalaman keilmuan para santri di bidang agama khususnya ilmu Al-Qur’an. "Perkuliahan dilaksanakan di kompleks pondok yang statusnya bekerja sama dengan STIT Pringsewu yang masih merupakan (di bawah naungan) satu yayasan," imbuhnya.

Dengan mata kuliah yang diberikan Pondok Pesantren Baitul Quran, lanjutnya, para santri juga diharapkan memiliki 10 kompetensi para dai. Kompetensi tersebut yaitu memiliki aqidah yang benar, berakhlak mulia, taat beribadah, mandiri, berwawasan luas, sehat jasmani dan rohani, memiliki semangat juang tinggi, dinamis, disiplin dan bermanfaat bagi sesama.

Selama di pesantren para santri diberi beasiswa penuh dan dibebaskan seluruh biaya pendidikan sarjananya serta bebas biasa asrama dan kebutuhan makan sehari hari. "Jika ada anak yatim piatu yang ingin masuk Pesantren Baitul Quran bisa menghubungi saya langsung melalui HP 081369740662 atau datang langsung ke Pesantren yang beralamatkan di Jalan SMA 2 Perum Podomoro Indah Pringsewu," pungkasnya. (Muhammad Faizin).

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Ahlussunnah, Amalan, Pesantren Ulama Salaf Online

IPNU-IPPNU Lampung Tengah Kawal MPLS di Bumi Nabung

Lampung Tengah, Ulama Salaf Online - Sebelum aktif memulai proses kegiatan belajar mengajar (KBM) tahun pelajaran 2016/2017, Lembaga Pendidikan Maarif NU Kecamatan Bumi Nabung, Lampung Tengah telah sukses melaksanakan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS), selama 3 hari, Selasa-Kamis lalu, 19-21 Juli 2016.

Badil Aqif Aroni selaku Sekretaris MWC NU Bumi Nabung mengatakan, saat ini Lembaga Pendidikan Maarif NU Kecamatan Bumi Nabung, Lampung Tengah menaungi empat unit pendidikan, yakni MTs Maarif 05 Bumi Nabung, MTs Maarif 08 Bumi Nabung, MA Maarif 14 Bumi Nabung, dan SMA Maarif 8 Bumi Nabung.

IPNU-IPPNU Lampung Tengah Kawal MPLS di Bumi Nabung (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Lampung Tengah Kawal MPLS di Bumi Nabung (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Lampung Tengah Kawal MPLS di Bumi Nabung

?

MPLS melibatkan pengurus Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Lampung Tengah. Beberapa materi yang disampaikan dalam kegiatan MPLS kali ini antara lain pengenalan lingkungan dan tata taertib madrasah, Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja), ke-IPNU-an, ke-IPPNU-an, dan kedisiplinan, ditambah dengan beberapa permainan dan lomba-lomba.

?

Edi Hermawan selaku Ketua PC IPNU Lampung Tengah, di hadapan puluhan peserta mengatakan, siswa-siswi yang mengenyam pendidikan di bangku madrasah di bawah naungan LP Maarif NU secara otomotisi menjadi kader IPNU dan IPPNU. Para siswa akan digembleng secara lebih mendalam dalam jenjang kaderisasi tingkat peajar, yakni Makesta (Masa Kesetiaan Anggota) dan Lakmud (Latihan Kader Muda).

Ulama Salaf Online

?

Ulama Salaf Online

"Kami dari keluarga besar PC IPNU-IPPNU Lampung Tengah mengaku bangga Pimpinan Komisariat hidup di lingkungan Lembaga Pendidikan Maarif NU Kecamatan Bumi Nabung, Lampung Tengah, dan semoga ini terus berkelanjutan dan melahirkan kader-kader NU muda yang berkualitas dan berakhlaqul karimah," tambah alumni S1 IAIM NU Metro-Lampung ini.

?

"Dalam proses MPLS ini kami dari PC IPNU - IPPNU Lampung Tengah lebih menekankan kepada materi Ahlussunnah wal Jamaah. Karena (Awaja) sebagai nilai harus ditanamkan kepada murid-murid sejak dini baik MTs maupun MA khususnya di lingkungan LP Maarif NU. Aswaja adalah ciri khas, karakter pendidikan yang di bawah naungan jamiyyah Nahdlatul Ulama," imbuh mahasiswa Pascasarjana IAIN Raden Intan Bandar Lampung ini. (Akhmad Syarief Kurniawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Ubudiyah, Ahlussunnah, Daerah Ulama Salaf Online

Sabtu, 27 Januari 2018

Ini Pernyataan Sikap LP Maarif NU di Hari Pendidikan Nasional

Jakarta, Ulama Salaf Online - Pengurus Pusat Lembaga Pendidikan Maarif Nahdlatul Ulama (PP LP Maarif NU) melayangkan sejumlah rekomendasi untuk khususnya Kemenag RI dan Kemendikbud RI sebagai penyelenggara pendidikan nasional. Catatan ini dibuat bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional 2016? untuk dunia pendidikan Indonesia yang lebih baik ke depan.

Mereka meminta dua kementerian negaraini untuk memberikan perhatian yang adil dan tidak diskriminatif dalam penyelenggaraan pendidikan, terutama dalam hal mendistribusikan anggaran negara/daerah terkait bantuan peningkatan sarana dan prasarana pendidikan.

Ini Pernyataan Sikap LP Maarif NU di Hari Pendidikan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Pernyataan Sikap LP Maarif NU di Hari Pendidikan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Pernyataan Sikap LP Maarif NU di Hari Pendidikan Nasional

Pemerintah, kata Ketua PP LP Maarif NU H Z Arifin Junaidi, diharapkan memerhatikan terhadap keseimbangan pendapatan antara gaji guru negeri dan swasta.

Menurut Arifin Junaidi, rendahnya kesejahteraan guru akan berdampak pada rendahnya mutu para pendidiknya.

Ulama Salaf Online

Dua kementerian ini diminta untuk memberikan akses? dan kesempatan yang sama terhadap para pendidik di sekolah/madrasah untuk mengikuti pelbagai pendidikan dan pelatihan, baik guru negeri maupun swasta.

Pemerintah, menurutnya, mesti memberikan perhatian khusus kepada lembaga-lembaga pendidikan di daerah-daerah pedesaan, wilayah pinggiran, wilayah perbatasan, dan daerah-daerah di Indonesia yang masuk dalam kategori daerah tertinggal.

Ulama Salaf Online

LP Maarif NU mendesak pemerintah dan parlemen untuk segera merevisi UU 20/2003 tentang sistem pendidikan nasional, terutama terkait Pasal 9 yang berbunyi “masyarakat berkewajiban memberikan dukungan sumberdaya dalam penyelenggaraan pendidikan”.

Kata “wajib” dalam pasal tersebut perlu diganti dengan kata “dapat” sehingga ada kepastian ketersediaan layanan pendidikan bermutu bagi seluruh warga Negara Indonesia di manapun berada. Persoalan ketidakhadiran pemerintah di beberapa daerah pinggiran dalam memberikan layanan pendidikan bermutu dinilai akibat dari ketergantungan pemerintah terhadap masyarakat setempat.

“Negara mesti lebih serius memberi tekanan pada pendidikan karakter,” kata H Arifin Junaidi yang disampaikannya dalam rangka peringatan Hardiknas 2016 di Jakarta, Senin (2/5) malam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Ahlussunnah Ulama Salaf Online

Kamis, 25 Januari 2018

GP Ansor Kaliori Kunjungi para Kiai

Rembang, Ulama Salaf Online. Ratusan Pengurus dan anggota Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Kaliori, Rembang, mengadakan pawai silaturrahim di kediaman para tokoh dan pengurus NU yang ada di wilayah Kecamatan Kaliori dan Rembang kota, Ahad (11/8) kemarin, dimulai jam satu siang.

Kegiatan yang di tujukan untuk meminta maaf dan nasehat dari para kiai dan tokoh tersebut, dikoordinir langsung oleh Ketua PAC Ansor Kaliori, Abdul Rosyid.

GP Ansor Kaliori Kunjungi para Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Kaliori Kunjungi para Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Kaliori Kunjungi para Kiai

Kegiatan dimulai dari rumah Rais Syuriyah MWCNU Kecamatan Kaliori KH Muhamad Yamin di desa pengkol, kemudian diteruskan ke kediaman Ketua Tanfidziyahnya H Ali Armani yang berada di Sidomulyo dan sembilan tokoh NU lainnya.

Ulama Salaf Online

“Pemuda Ansor agar senantiasa berkumpul dan melestarikan setiap kegiatan Ahlussunah wal Jama’ah. Mengingat di zaman sekarang banyak dari kalangan pemuda yang berselisih, tanpa mengingat statusnya bahwa kita sebagai saudara seiman,” kata Syuriyah MWCNU KH Muhamad Yamin di hadapan anggota GP Ansor yang hadir. 

Ulama Salaf Online

Muhamad Yamin juga mengajak kepada para Pemuda NU itu, untuk bejuang menegakkan panji-panji NU khususnya di kecamatan Kaliori dan umumnya di Indonesia.

Sementara itu, Ketua Ansor Kecamatan Kaliori Abdul Rosyid mengatakan, dirinya sangat merasa senang dengan berbagai nasihat yang diberikan oleh Kiai yang berusia 63 tahun tersebut. Dengan lentera nasihat yang dikeluarkan menambah nilai lebih bagi para anggota dan pengurus Ansor yang hadir guna memperjuangkan NU di Kecamatan Kaliori.

Abdul Rosyid mengajak kepada seluruh anggota ranting yang ada di bawahnya untuk melestarikan silaturrahim ke tempat para tokoh dan sesepuh NU. 

“Dengan adanya kunjungan seperti ini, kita bisa menilai seberapa besar tolak ukur perjuangan yang dilakukan oleh kita semua. Kita juga mendapatkan jalan keluar setiap permasalahan yang di hadapi dalam organisasi,” tambah rosyid.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ahmad Asmu’i

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Ahlussunnah Ulama Salaf Online

Dua Pilar Utama dalam Beragama

Khutbah I

? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Dua Pilar Utama dalam Beragama (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Pilar Utama dalam Beragama (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Pilar Utama dalam Beragama

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ulama Salaf Online

Hujjatul Islam Abu Hamid Muhammad bin Muhammad bin Muhammad Al-Ghazali atau yang kita kenal dengan sebutan Imam Al-Ghazali mengatakan bahwa agama itu mengandung dua hal pokok, yakni meninggalkan maksiat dan berbuat ketaatan. Semua hal yang dilarang Allah adalah maksiat. Sedangkan melaksanakan ketaatan berarti mematuhi perintah-perintah-Nya.

Ulama Salaf Online

Demikianlah, perintah dan larangan, maksiat dan taat, merupakan dua unsur beragama yang bertolak belakang. Dua-duanya menjadi bagian mutlak dalam menjalani kehidupan beragama. Terkait dua hal itu, Imam Al-Ghazali mengingatkan bahwa meninggalkan maksiat lebih berat ketimbang berbuat taat. Kata beliau dalam kitab Bidâyatul Hidâyah:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Meninggalkan maksiat itu amat berat. Setiap orang masih sanggup melakukan ketaatan. Tapi berpaling dari syahwat (hawa nafsu) hanya mampu dilakukan oleh orang-orang shiddîqûn (yang benar-benar beriman).”

Jamaah Shalat Jum’at asadakumullâh,

Meninggalkan larangan lebih berat daripada melaksanakan perintah karena kecenderungan sifat manusia yang ingin bebas tanpa ada yang membatasi. Inginnya, semua hal yang dikehendaki terwujud; seluruh yang membuatnya penasaran bisa terungkap. Nah, sementara larangan menjadi musuh itu semua dan karenanya menjadi sangat berat.

Kita semua mungkin saja masih bisa melaksanakan perintah shalat jum’at, puasa, zakat, dan seabrek ibadah lainnya. Namun, berapa banyak dari kita yang sanggup meninggalkan maksiat godaan hawa nafsu yang ditimbulkan setelah berbuat ketaatan tersebut? Shalat dan puasa itu bisa dikatakan mudah. Yang susah adalah shalat dan puasa tetapi tetap tidak merasa lebih suci dan lebih baik dari orang lain yang tidak melaksanakan shalat dan puasa. Sedekah dan menolong orang lain bisa dikatakan mudah. Yang susah adalah sedekah dan menolong orang lain tetapi tidak mengharap imbalan dan pujian apa pun dari siapa pun.

Hal ini juga membuktikan bahwa taat dan maksiat memang bertolak belakang, namun keduanya bukan berarti tak bisa bercampur. Seorang hamba di satu masa bisa sangat rajin ibadah tapi di saat bersamaan menumpuk maksiat dan melenyapkan pahala ibadah tersebut karena melanggar rambu-rambu penyakit hati, seperti ‘ujub (bangga diri), riya’ (pamer), dan lainnya. Itulah mengapa Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam bersabda, “Al-muhâjiru man hajaras sû’a wal mujâhidu man jâhada hawâhu (orang yang berhijrah adalah rang pindah dari keburukan, sementara orang yang berjihad adalah orang berperang dengan hawa nafsunya sendiri).”

Jamaah Shalat Jum’at asadakumullâh,

Seluruh anggota badan manusia adalah titipan atau amanat. Ia tak hanya harus disyukuri tapi juga wajib dipelihara agar tak melenceng dari fungsi maslahatnya. Berbuat maksiat, kata Imam Al-Ghazali, masuk kategori pengkhianatan terhadap titipan Tuhan. Selain itu, sikap tersebut juga cerminan dari ketaksanggupan seseorang dalam menjalankan fungsi kepemimpinan terhadap dirinya sendiri. Padahal Rasulullah mengingatkan:

? ? ? ? ? ?

Artinya, “Setiap dari kalian adalah pemimpin dan setiap dari kalian akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannya ini.”

Memimpin tak selalu identik dengan kekuasaan politik atau jabatan publik. Memimpin juga bisa terjadi dalam sekup yang paling kecil, seperti komunitas, keluarga, hingga diri sendiri. Sering kali memimpin diri sendiri lebih susah ketimbang memimpin orang lain. Adakah musuh dan halangan paling berat ketimbang diri sendiri?

Demikian, semoga kita semua termasuk golongan orang-orang yang sanggup melaksanakan perintah tapi juga meninggalkan larangan dengan sepenuh hati. Menjadi pribadi yang taat dan jauh dari maksiat (baik jasmani maupun ruhani) yang berlandaskan kesadaran penuh ketuhanan.

Khutbah II

? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Alif Budi LuhurDari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Ahlussunnah, Anti Hoax, Habib Ulama Salaf Online

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ulama Salaf Online sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ulama Salaf Online. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ulama Salaf Online dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock