Tampilkan postingan dengan label Ulama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ulama. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Februari 2018

PCINU Sudan Sambut Kehadiran Mahasiswa Baru

Khartoum, Ulama Salaf Online. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Sudan menyambut kehadiran mahasiswa baru dari Indonesia yang telah lulus seleksi beasiswa dari Kementerian Pendidikan tinggi Sudan, Senin (5/11) di kantor PCINU Khartoum.

Mahasiswa baru dijadwalkan datang pada hari Senin pukul 13:10 WS. PCNU Khartoum Sudan secara langsung mengadakan acara ta’aruf sebagai penyambutan calon ulama NU masa depan, yang dikoordinatori oleh ketua panitia penyambutan, Miftahul Anwar.



PCINU Sudan Sambut Kehadiran Mahasiswa Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Sudan Sambut Kehadiran Mahasiswa Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Sudan Sambut Kehadiran Mahasiswa Baru

Sudan yang merupakan Negara yang dikenal sangat panas, namun tidak membuat para mahasiswa baru patah semangat untuk menimba ilmu. Bagitulah salah satu komentar mahasiswa baru ketika dimintai komentarnya saat keluar dari Bandara Internasional Khartoum Sudan.?

Acara penyambutan yang begitu meriah, diiringi dengan cuaca Sudan yang sangat mendukung, dingin disertai angin sepoi-sepoi, disambut musik seni hadrah JSQ PCINU Sudan dengan lantunan sholawat Thola’al Badru ‘alaina, yang dihadiri oleh Pensosbud KBRI Sudan, seluruh warga NU Sudan dan Muslimat NU Sudan.?

Ulama Salaf Online

Pensosbud KBRI Sudan H. Muhammad Safri dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada mahasiswa baru di negeri Sudan, semoga kalian semua betah dan dapat menuntut ilmu di Sudan dengan baik, dapat bermanfaat untuk Bangsa Indonesia ketika pulang ke Indonesia nanti.

Ulama Salaf Online

Jumlah mahasiswa baru PCINU Sudan pada tahun ini sangat banyak, sehingga jumlah total mahasiswa Sudan saat ini mencapai kurang lebih 300 an orang. “Insya Allah Sudan semakin lama, akan banyak diminati oleh Warga Indonesia untuk mencari ilmu,” ujar Safri yang disambut dengan tepuk tangan para hadirin.?

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Rais Syuriyah PCINU Sudan H Mirwan Ahkmad Taufiq. Ia berpesan kepada mahasiswa baru untuk meneguhkan niat yang tekad dalam menggali ilmu di Sudan. Dikatakannya, selama perjalanan di Sudan akan banyak tantangan, udara yang panas sekali, dingin sekali, jauh dari keluarga atau kekasih.?

Menurutnya, PCINU Sudan adalah cabang istimewa perwakilan organisasi NU, didirikan sebagai wadah organisasi warga NU yang berdomisili di Sudan. “Supaya ketika kita pulang, kita dapat menyampaikan ilmu yang sesuai dengan ulama-ulama terdahulu kita, sesuai dengan ajaran ahlussunnah wal jama’ah, yang tidak mudah untuk mengkafirkan amaliah orang lain,” tambahnya.?

Acara ditutup dengan saling ta’aruf mahasiswa baru, doa ? dan ramah tamah. Selanjutnya nantiakan diadakan ? seminar ke-NU-an, sebagai pengenalan organisasi NU di Sudan. ?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor : Zainul Alim ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Internasional, PonPes, Ulama Ulama Salaf Online

Sabtu, 03 Februari 2018

Ini Penyebab Ceramah Khalid Basalamah Ditolak di Sidoarjo

Sidoarjo, Ulama Salaf Online. Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Sidoarjo, Jawa Timur H. Rizza Ali Faizin menilai ceramah Khalid Basalamah menjelek-jelekkan aliran tertentu. Hal itulah yang tidak diinginkan GP Ansor karena tindakan semacam itu menimbulkan permusuhan di masyarakat.?

Ini Penyebab Ceramah Khalid Basalamah Ditolak di Sidoarjo (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Penyebab Ceramah Khalid Basalamah Ditolak di Sidoarjo (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Penyebab Ceramah Khalid Basalamah Ditolak di Sidoarjo

Menurut dia, terkait pengajiannya sendiri, GP Ansor tidak mempermasalahkan. Karena GP Ansor, termasuk warga NU juga melakukan pengajian. Namun, pengajian yang berisi mengkafirkan orang tanpa klairifikasi, sangat disesalkan.?

"Yang kami sayangkan adalah penyampaian dan materinya itu cenderung mendiskreditkan aliran tertentu. Di NU dan Ansor itu selalu terbiasa klarifikasi atau tabayun. Sedangkan Khalid Basalamah itu menyatakan ini kafir, haram dan lain sebagainya. Bahkan untuk pemanggilan Sayyidina untuk Nabi Muhammad juga tidak diperbolehkan olehnya," kata Rizza.

Rizza menegaskan, setiap ceramah yang disampaikan Khalid itu selalu menimbulkan kebencian, menjelek-jelekkan pihak tertentu dan provokatif. Bahkan, Khalid sendiri juga selalu mendapatkan penolakan dari berbagai pihak di setiap daerah di Indonesia ketika ia hendak mengisi acara pengajian.

Sementara itu, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Muh Anwar Nasir, sebelumnya sudah mengingatkan panitia agar Khalid Basalamah tidak dihadirkan, karena ada penolakan. Namun, Anwar juga tidak melarag karena negara sudah menjamin semua warga untuk melaksanakan kegiatan agama. Ketika ada reaksi penolakan dan atas dasar keamanan, agar acaranya ditunda dulu.

Ulama Salaf Online

"Ke depan, kami akan melakukan silaturahim lebih baik lagi agar tidak terjadi hal yang sama karena miskomunikasi," pungkasnya.?

Sekadar diketahui, anggota Gerakan Pemuda Ansor dan Banser Sidoarjo, Jawa Timur, melakukan aksi penolakan dan meminta pemateri pengajian, Khalid Basalamah tidak melanjutkan ceramahnya. Khalid Basalamah saat itu sedang ceramah pada acara tabligh akbar yang diadakan Takmir Masjid Shalahuddin di wilayah Gedangan Sidoarjo, Sabtu (4/3).?

Sekadar diketahui juga, Khalid Basalamah dalam sebuah pengajiannya yang dishare di YouTube tidak membolehkan membaca surah Yaasin yang ditentukan pada tiap malam Jumat. Menurut dia, hal semacam itu tidak diajarkan Nabi Muhammad SAW. Sebuah ibadah harus ada dalilnya. Ia juga menyebutkan dalam shalat itu tidak mesti menggunakan lafal “ushalli”. Selain itu, kata “saysyidna” tidak semestinya disematkan kepada Nabi Muhammad SAW karena tidak ada dalilnya. Padahal semua itu telah menjadi kebiasaan di kalangan Muslim Indonesia. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

Ulama Salaf Online

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Amalan, Ulama Ulama Salaf Online

Hari Anak Nasional, RSI Siti Hajar Gelar Lomba Kreativitas

Sidoarjo, Ulama Salaf Online - Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo mengadakan berbagai lomba kreativitas anak secara gratis. Perlombaan ini rencananya digelar pada Ahad, 7 Agustus 2016, sejak pagi.

Panitia acara Reza Ahmadi menyebutkan, lomba yang akan digelar di antaranya lomba mewarnai, lomba fashion show, dan festival rebana.

Hari Anak Nasional, RSI Siti Hajar Gelar Lomba Kreativitas (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Anak Nasional, RSI Siti Hajar Gelar Lomba Kreativitas (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Anak Nasional, RSI Siti Hajar Gelar Lomba Kreativitas

Lomba mewarnai (ibu dan anak kategori, PG/TK/RA. Peserta yang mengikuti lomba diharap membawa peralatan sendiri seperti meja dan crayon noncarandas.

Ulama Salaf Online

"Untuk? lomba fashion show (ibu dan anak) kategori PG/TK/RA juga gratis, pesertanya pun terbatas. Peserta yang ikut fashion show dimohon memakai pakaian dengan tema batik Muslim atau Muslimah," kata Reza, Selasa (19/7).

Ia menambahkan, untuk festival rebana kontemporer kategori SMP/ MTs-SAM/MA, peserta membawakan satu lagu bebas dan satu lagu wajib yaitu mars Syubbanul Wathan. Peserta membawa peralatan sendiri seperti rebana dan alat musik elektrik.

Ulama Salaf Online

"Peserta yang sudah konfirmasi pendaftaran bisa registrasi ulang 30 menit sebelum acara (mengingat peserta terbatas). Peserta mendapatkan snack dan softdrink. Seluruh peserta merebutkan juara 1 hingga harapan 3 dan juara favorit, plus uang pembinaan. Untuk konfirmasi pendaftaran bisa hubungi Resty di nomor kontak 085748485444 dan Machfud? dengan nomor 085655264048," tutupnya. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Humor Islam, Ulama, Pondok Pesantren Ulama Salaf Online

Minggu, 28 Januari 2018

Negara Anugerahkan Bintang Kehormatan Untuk Alm Pak Hasyim Muzadi

Jakarta, Ulama Salaf Online - Pemerintah akan menyerahkan anugerah tanda kehormatan jenis bintang untuk almarhum KH Hasyim Muzadi di Istana Negara pada Selasa, 15 Agustus 2017. Sebagaimana diketahui Pak Hasyim merupakan salah satu anggota Dewan Pertimbangan Presiden di era Rezim Jokowi.

Dalam rangka mempersiapkan hari penyerahan anugerah ini Kementerian Sekretariat Negara RI mengundang ahli waris almarhum KH Hasyim Muzadi atau yang mewakili untuk hadir di Ruang Rapat Sekretariat Militer Presiden, Gedung 3 Kementerian Sekretariat Negara RI, Lantai 5, Jalan Veteran, Nomor 18, Jakarta Pusat, pada Senin, 14 Agustus 2017.

Negara Anugerahkan Bintang Kehormatan Untuk Alm Pak Hasyim Muzadi (Sumber Gambar : Nu Online)
Negara Anugerahkan Bintang Kehormatan Untuk Alm Pak Hasyim Muzadi (Sumber Gambar : Nu Online)

Negara Anugerahkan Bintang Kehormatan Untuk Alm Pak Hasyim Muzadi

Ahli waris almarhum atau yang mewakili diminta hadir untuk mendengarkan penjelasan singkat persiapan dari Sekretariat Militer Presiden.

Pak Hasyim Muzadi wafat pada Kamis pagi, 16 Maret 2017 di Malang. Almarhum dimakamkan di Kompleks Pesantren Al-Hikam, Depok. Pak Hasyim dimanahi sebagai Ketua Umum PBNU pada Muktamar NU 1999 di Kediri dan Muktamar NU 2004 di Boyolali.

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online

Pak Hasyim juga terlibat dalam gerakan perdamaian dunia melalui pimpinannya Islamic Conference for International Scholars (ICIS). (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Cerita, Kajian, Ulama Ulama Salaf Online

Kemajuan Pramuka Maarif NU Jatim Membanggakan

Tuban, Ulama Salaf Online. Wakil Gubernur Jawa Timur H Saifullah Yusuf (Gus Ipul) selaku Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jatim menegaskan bahwa Pramuka memiliki peran penting untuk mencetak pemimpin masa depan dan mampu menekan kenakalan remaja.

"Saya bangga, Pramuka di LP Maarif NU itu maju, karena kalau Pramuka maju, maka kenakalan remaja akan dapat ditekan dan akan menjadi media pembelajaran untuk mencetak pemimpin masa depan," katanya saat membuka perkemahan LP Maarif se-Jatim di Alun-Alun Tuban, Sabtu.

Kemajuan Pramuka Maarif NU Jatim Membanggakan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemajuan Pramuka Maarif NU Jatim Membanggakan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemajuan Pramuka Maarif NU Jatim Membanggakan

Didampingi Rais Syuriyah PWNU Jatim KH Miftachul Akhyar, Ketua PWNU Jatim KH Mutawakkil Alallah, Bupati Tuban Fathul Huda, dan Wakil Bupati Noor Nahar, ia menyampaikan penghormatan kepada LP Maarif NU Jatim yang mampu menyelenggarakan Perkemahan Pramuka Penggalang Antar-Gugus Depan di lingkungan LP Maarif NU (Pergama) VII di Tuban, 30 Juni - 3 Juli 2012.

Ulama Salaf Online

"Pramuka itu merupakan media antara rumah dan sekolah. Kalau di rumah ada orang tua dan di sekolah ada guru, sehingga para remaja akan beres, tapi antara rumah dan sekolah itu ada kekosongan sehingga menimbulkan kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, dan sejenisnya. Nah, LP Maarif mengisi kekosongan itu dengan Pramuka," katanya.

Ulama Salaf Online

Dalam pembukaan perkemahan yang diikuti 2.240 siswa, 184 pendamping, 150 panitia, dan beberapa "peserta istimewa" dari LP Maarif NU NTB, serta dihadiri Wakil Ketua DPRD Jatim H Abdul Halim Iskandar itu, Gus Ipul sempat memberi nilai 9,9 setelah menyaksikan penampilan sejumlah anggota Pramuka se-Jatim dari lingkungan LP Maarif NU itu.

"Ada rasa bangga, karena penggalang gugus depan LP Maarif NU Jatim itu termasuk salah satu Pramuka yang terbaik di Jatim. Artinya, anggota Pramuka LP Maarif itu dibina dan dibimbing instruktur, diarahkan guru, dan diberi ketrampilan memadai, sehingga nggak kalah dari gugus depan dari sekolah lain. Saya beri nilai 9,9," katanya, disambut applaus hadirin.

Menurut dia, apa yang dilakukan LP Maarif NU Jatim itu akan menjadi modal untuk mencetak pemimpin masa depan. "Gus Dur sendiri sewaktu menghadiri perkemahan di Purwokerto, Jateng penah mengatakan Pramuka itu makin hari makin tidak dikenal orang, bahkan bangsa Indonesia mungkin sudah tidak mengenalnya," katanya.

Padahal, katanya mengutip almarhum mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Pramuka itu mengajarkan hal penting dalam kehidupan yakni mencintai sesama dan mencintai alam melalui gotong royong, disiplin, saling tolong menololong, berbuat baik kepada sesama dan lingkungan.

Dalam perkemahan yang dibuka di Alun-Alun Kota Tuban dan diselenggarakan di lapangan belakang STIT Machdum Ibrahim, Tuban itu, Ketua PWNU Jatim KH Mutawakkil Alallah sempat menyerahkan 23 medali dan sertifikat "Maarif Award" untuk 13 perintis Pergama, tiga penyelenggara rintisan Pergama, dan tujuh penyelenggara Pergama (I-VI).

Penerima "Maarif Award" antara lain KH Choiron Syakur, KHA Gaffar Rahman, H Warry Zein, HA Saerozi, H Suharbillah, HM Muchit Syarief, KH Abdullah Shomadi, H Achmad Marzuqi, HM Tsalis Fahmi, H Abdul Hamid Wahid Zaini, dan sebagainya.

Secara terpisah, Sekretaris Panitia Pelaksana Pergama VII-2012, Khoirul Badri mengatakan perkemahan pelajar SMP/MTs se-Jatim itu untuk pertama kalinya diisi berbagai kegiatan kepramukaan dan pembinaan mental dan spiritual dengan sistem evaluasi berbasis internet atau IT.

"Evaluasi berbasis IT itu digunakan empat kepentingan yakni evaluasi soal-soal yang diberikan secara online (soal kepramukaan dan keagamaan), evaluasi administrasi (surat izin, surat kesehatan, dan sebagainya), peserta juga bisa melakukan komplain secara online, dan pemberitaan tentang kegiatan Pergama VII-2012," katanya.

Untuk keperluan itu, panitia menyiapkan tiga server di Pusat IT (Kesekretariatan), menyiapkan satu wifi "standby" (diam) yang bekerja sama dengan Telkom, tiga wifi "mobile" (gerak) yang bekerja sama dengan Pemkab Tuban, menyiapkan 18 komputer (mobile) dan lima komputer (di Pusat IT), dan menyiapkan website/laman beralamat maarif-jatim.or.id.?

Redaktur: Mukafi Niam

sumber ? : Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Ulama Ulama Salaf Online

Jumat, 26 Januari 2018

Pertama dalam Sejarah, Arab Saudi Izinkan Ada Mufti Perempuan

Riyadh, Ulama Salaf Online. Langkah Arab Saudi untuk melakukan reformasi kebijakan dan menerabas konservatisme terus bergulir. Yang terbaru, perempuan di negara monarki ini diizinkan mengeluarkan fatwa.

Keputusan bersejarah tersebut merupakan hasil pemungutan suara di Dewan Syura atau badan penasihat resmi Arab Saudi. Sebanyak 107 suara mendukung adanya mufti perempuan.

Pertama dalam Sejarah, Arab Saudi Izinkan Ada Mufti Perempuan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pertama dalam Sejarah, Arab Saudi Izinkan Ada Mufti Perempuan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pertama dalam Sejarah, Arab Saudi Izinkan Ada Mufti Perempuan

Dengan demikian, aspirasi ini mengakhiri monopoli mufti laki-laki yang bertahan selama 45 tahun. Seperti dipaparkan Arab News, Jumat (29/9), para mufti perempuan dipilih oleh dekret Kerajaan.

Aspirasi tersebut semula muncul dari salah satu anggota Dewan Syura dalam pertemuan ke-49, yang meminta Presidensi Umum Penelitian Ilmiah dan Pemberian Fatwa, untuk membuka bagian independen untuk perempuan.

Ulama Salaf Online

Presidensi Umum Penelitian Ilmiah dan Pemberian Fatwa merupakan satu-satunya badan pemerintah yang berwenang menerbitkan fatwa di Kerajaan Arab Saudi.

Ini bukan kali pertama Arab Saudi mulai terbuka bagi perempuan. Sebelumnya, Raja Salam bin Abdul Aziz mengeluarkan dektrit langka dengan memperbolehkan perempuan menyetir. Keputusan tersebut secara resmi berlaku pada Juni 2018.

Pada perayaan hari nasional 23 September 2017, pemerintah Arab Saudi juga secara perdana memperbolehkan perempuan memasuki stadion lalu menikmati kemeriahan konser musik dan tarian tradional. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online Ulama, Tokoh Ulama Salaf Online

Minggu, 14 Januari 2018

Kiai Tholchah: Hukuman Mati Juga Berlaku Bagi Orang Islam

Jakarta, Ulama Salaf Online. Hukuman mati yang telah dijalani oleh terpidana mati kasus kerusuhan Poso, Fabianus Tibo, Dominggus da Silva, dan Marianus Riwu juga bisa diberikan kepada terpidana yang beragama Islam yang telah melakukan kesalahan serupa.

Hal itu dikatakan oleh mantan Menteri Agama RI KH. Moh. Tholchah Hasan kepada Ulama Salaf Online di Jakarta (23/9), menjawab pertanyaan seputar sentimen agama yang muncul menjelang dan pasca-pelaksanaan eksekusi mati Tibo Cs yang dilaksanakan Jumat (22/9) dini hari.

Kiai Tholchah: Hukuman Mati Juga Berlaku Bagi Orang Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Tholchah: Hukuman Mati Juga Berlaku Bagi Orang Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Tholchah: Hukuman Mati Juga Berlaku Bagi Orang Islam

“Bukan hanya Tibo, orang Islam juga kalau melakukan kesalahan serupa telah melalui proses pengadilan telah diputuskan untuk mendapatkan hukuman mati ya kita harius menghormati hukum. Jadi bukan persoalan agama,” kata Kiai Tholchah

Wakil Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu menegaskan bahwa sampai hari ini hukum posistif kita membolehkan hukuman mati.

 “Di dalam hukum agama Islam apalagi. Orang Islam boleh dihukum mati kalau membunuh dan lalu pihak yang dibunuh atau pemerintah menuntut dia dan telah dibuktikan. Itu disebut qishas. Nah, NU menganut hukum agama asekaligus tidak mengabaikan hukum positif,” kata kiai Tholchah.

Ulama Salaf Online

Soal penundaan dan kelambatan proses eksekusi mati Tibo Cs. yang diklaim banyak kalangan dilakukan secara sengaja oleh pemerintah atau pihak-pihak di belakangnya untuk memperpanas keadaan dan memicu konflik, Kiai Tholhah mengatakan, klaim itu terlalu berlebihan.

“Saya masih percaya kepada pemerintah, mudah-mudahan kepercayaan ini tidak berubah. Bahwa penundaan dan kelambatan prosses eksekusi mati itu hanyalah karena persoalan teknis,” kata Kiai Tholchah. (nam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online Lomba, Ulama Ulama Salaf Online

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ulama Salaf Online sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ulama Salaf Online. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ulama Salaf Online dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock