Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Februari 2018

Dilantik, ini Program Unggulan MWCNU Dawuan

Subang, Ulama Salaf Online. Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Dawuan Kabupaten Subang Jawa Barat resmi dilantik oleh Rais PCNU Subang KH Agus Salim di halaman Masjid Besar Kecamatan Dawuan pada Rabu (25/3).

Pada pelantikan yang sekaligus pengajian bulanan Muslimat NU Subang itu, Ketua PCNU Kabupaten Subang, KH Musyfiq Amrullah sangat mengapresiasi kinerja pengurus MWCNU Dawuan dan mengharapkan kepada mereka agar lebih aktif lagi dalam berorganisasi.

Dilantik, ini Program Unggulan MWCNU Dawuan (Sumber Gambar : Nu Online)
Dilantik, ini Program Unggulan MWCNU Dawuan (Sumber Gambar : Nu Online)

Dilantik, ini Program Unggulan MWCNU Dawuan

"Saya mengharapkan agar pengurus MWCNU Dawuan lebih baik dari sebelum dilantik. Karena sebelum dilantik saja sudah banyak kegiatan, apalagi kalau sudah dilantik," katanya.

Ulama Salaf Online

Di tempat terpisah, Ketua MWCNU Dawuan, Toto Ubaidillah Haz mengatakan program unggulan MWCNU Dawuan adalah di bidang ekonomi, bahtsul masail, dan pendidikan.

Ulama Salaf Online

"Program unggulan kita mungkin lebih ke di bidang ekonomi agar para pengurus bisa sejahtera sehingga dalam kegiatan tidak terlalu pusing dalam mencari dana,” teranganya.?

Menurut dia, kegiatan kegiatan pelantikan tersebut juga tidak meminta pihak lain dengan proposal. Panggung, sound system, konnsumsi disediakan MWCNU.?

Dalam kesempatan itu, turut hadir Bupati Subang, Camat Dawuan, Kepala Kemenag Subang dan para Pengurus PCNU serta ratusan ibu-ibu pengurus Muslimat NU se-Kabupaten Subang. (Aiz Luthfi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Nusantara, AlaSantri, Nasional Ulama Salaf Online

Kiai Manan Sebut Pentingnya Berorganisasi untuk Perjuangkan Kebenaran

Pohuwato, Ulama Salaf Online. Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdul Manan Ghani mengatakan, untuk memperjuangkan kebenaran maka umat Islam harus berorganisasi agar gerakan dan dakwah mereka menjadi terorganisir dan tertata.

“Kebenaran yang tidak terorganisir akan dikalahkan kebatilan yang terorganisir,” kata Kiai Manan dalam acara Pelatihan Pemuda Pelopor di Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Pohuwato Provinsi Gorontalo, Rabu (6/12).

Pada dasarnya, lanjutnya, perjuangan itu tidak bisa dilakukan sendirian. Nabi Muhammad, juga menghimpun sahabat-sahabatnya untuk bersama-sama menyebarkan dan mendakwahkan Islam kepada masyarakat Arab zaman itu.

Kiai Manan Sebut Pentingnya Berorganisasi untuk Perjuangkan Kebenaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Manan Sebut Pentingnya Berorganisasi untuk Perjuangkan Kebenaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Manan Sebut Pentingnya Berorganisasi untuk Perjuangkan Kebenaran

Menurut dia, manusia diciptakan Allah itu sebagai umat atau kelompok, bukan individu-individu yang berdiri sendiri karena manusia itu secara kodrati adalah makhluk yang lemah dan membutuhkan yang lainnya. 

Wakholaqol insanu dho’ifa (dan aku Allah menjadikan manusia itu lemah),” ucapnya mengutip ayat Al-Qur’an.

Lebih lanjut, Kiai Manan menuturkan, dengan adanya organisasi yang menjadi kekuatan masyarakat sipil maka konflik antar anak bangsa bisa diredam. Di Indonesia ada Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, dan ormas lainnya sehingga tidak ada konflik langsung antara masyarakat dengan pemerintah. 

Ulama Salaf Online

“Di Indonesia ada kiai-kiai yang terorganisir di bawah NU misalnya. Sehingga tidak mudah diprovokasi,” jelasnya.

Sementara di beberapa negara Islam seperti Afghanistan, Suriah, Yaman, Irak, dan lainnya tidak ada kekuatan masyarakat sipil seperti di Indonesia. Ketika terjadi konflik antara satu dengan yang lainnya, maka mereka tidak mudah didamaikan.

Ulama Salaf Online

“Berorganisasi harus, berorganisasi itu penting,” cetusnya.

Kenapa harus ber-NU

Kiai asal Cirebon itu menyebutkan, ada tujuh alasan mengapa umat Islam Indonesia –bahkan dunia- harus ikut organisasi NU, yaitu NU didirikan para ulama, ulama adalah pewaris nabi, ulama NU adalah penerus Wali Songo, NU berpaham Ahlussunnah wal Jama’ah, sanad keilmuan NU sampai kepada Nabi Muhammad, NU berdiri di atas kebenaran, dan NU memiliki pandangan Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah sesuatu yang sudah final.  

Acara pelatihan ini merupakan hasil kerjasama antara Lembaga Ta’mir Masjid PBNU bekerjasama dengan Kementerian Pemuda dan Olah Raga RI. Tema yang diangkat adalah Revitalisasi Peran dan Fungsi Masjid sebagai Benteng dan Kedaulatan dan Pemakmuran NKRI. Di Provinsi Gorontalo, acara ini diadakan selama hari di lima kabupaten kota, yaitu Kota Gorontalo, Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Boalemo, Kabupaten Pohuwato, dan Kabupaten Bone Bolango. (Muchlishon Rochmat)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Quote, Nasional Ulama Salaf Online

Ulama Perempuan Bisa Berperan Lebih Luas di Ruang Publik

Cirebon, Ulama Salaf Online. Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Machasin mengungkapkan bahwa, di ranah keluarga, ulama perempuan mempunyai peluang yang besar dalam membentuk kepribadian anak-anak, memberi bekal kepada mereka untuk memasuki kehidupan yang lebih luas dalam masyarakat dan membentuk keluarga sendiri.

Ulama Perempuan Bisa Berperan Lebih Luas di Ruang Publik (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Perempuan Bisa Berperan Lebih Luas di Ruang Publik (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Perempuan Bisa Berperan Lebih Luas di Ruang Publik

“Ia dapat membentuk ruang keluarga yang memungkinkan pribadi-pribadi yang hidup di situ berkembang secara wajar, menjadi sandaran jiwani,” kata Machasin dalam makalahnya saat menjadi pembicara seminar pada acara Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) di Pesantren Kebon Jambu al-Islamy Ciwaringin, Cirebon, Rabu (26/4).

Menurutnya, di ranah publik banyak ruang kosong yang tidak dapat diisi oleh fungsi keulamaan laki-laki.

Hal itu Karena pada realitasnya, lanjut Machasin, agama yang menganjurkan persatuan justru memisah-misahkan orang. Menganjurkan kasih sayang, tapi justru menimbulkan banyak peperangan yang menumpahkan banyak darah. Menganjurkan kelembutan, tapi justru muncul banyak orang yang keras dan bengis.

Ulama Salaf Online

“Berperan dalam ruang publik yang sudah didominasi laki-laki tidak berarti ulama perempuan mesti bersaing, namun mengisi apa yang belum terisi, meluruskan yang menyimpang, dan memberikan kelembutan,” katanya.

Menurutnya, setidaknya perempuan memiliki tiga kekuatan yang tidak atau jarang dimiliki ulama laki-laki, yaitu ilmu agama yang peka terhadap adanya ketidakadilan dan penindasan, kelembutan, dan kepemimpinan yag melindungi dan mencintai umat yang dipimpin.

Ulama Salaf Online

Selain Machasin, hadir pula menjadi pembicara pada seminar tersebut, yaitu Pengasuh Pondok Pesantren Darut Tauhid Arijawinangujn Cirebon KH Husein Muhammad, Dosen Pasca Sarjana PTIQ Nur Rafiah, dan Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiah Yogyakarta Siti Aisyah. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Tegal, RMI NU, Nasional Ulama Salaf Online

Senin, 12 Februari 2018

Aksi Solidaritas, GP Ansor Sampang Kunjungi Keluarga Almarhum Guru Budi

Sampang, Ulama Salaf Online - Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Sampang bertakziah ke rumah duka bersama sahabat-sahabat PAC dan Banser, Selasa (6/2) siang. Mereka melakukan tahlil dan doa bersama untuk mendiang guru budi.

Sebagaimana diketahui, beberapa hari lalu sempat beredar perihal seorang guru kesenian di SMA Negeri 1 Torjun Sampang Ahmad Budi Cahyanto yang meninggal setelah dianiaya muridnya sendiri yang berinisial NL.

Aksi Solidaritas, GP Ansor Sampang Kunjungi Keluarga Almarhum Guru Budi (Sumber Gambar : Nu Online)
Aksi Solidaritas, GP Ansor Sampang Kunjungi Keluarga Almarhum Guru Budi (Sumber Gambar : Nu Online)

Aksi Solidaritas, GP Ansor Sampang Kunjungi Keluarga Almarhum Guru Budi

Guru Budi meninggal akibat mengalami pecah pembuluh darah di batang otak sehingga membuat seluruh organ dalam tidak berfungsi hingga merenggut nyawanya.

Ulama Salaf Online

Ketua GP Ansor Sampang Gus Khoirul Anwar menuturkan bahwa takziyah ini merupakan kegiatan solidaritas kemanusiaan sekaligus belasungkawa mendalam dari jajaran GP Ansor Sampang.

"Takziah ini merupakan wujud dari rasa belasungkawa dan solidaritas kami kepada almarhum."

Ulama Salaf Online

Sementara Gus Amin Syafiuddin menambahkan bahwa hal ini merupakan salah satu bentuk dukungan moral kepada keluarga agar senantiasa ikhlas melepas kepergian sang guru.

"Semoga keluarga guru Budi tetap tabah dan sabar serta bisa mengikhlaskan kepergiannya," imbuhnya.

Selain itu pihaknya juga berharap agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali di Kabupaten Sampang.

"Kami atas nama GP Ansor Sampang berharap agar kejadian ini tidak terulang kembali." (Ainur Ridho/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Internasional, Nasional Ulama Salaf Online

Senin, 05 Februari 2018

RMI Akan Kumpulkan Pengasuh Pesantren

Jakarta, Ulama Salaf Online. Pengurus Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) atau asosiasi pesantren NU berencana akan mengumpulkan para pengasuh pesantren se-Jawa. Kegiatan ini ditujukan untuk memperkuat peran pesantren di tengah masyarakat.

RMI Akan Kumpulkan Pengasuh Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
RMI Akan Kumpulkan Pengasuh Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

RMI Akan Kumpulkan Pengasuh Pesantren

Draf acuan kegiatan (ToR) yang diterima Ulama Salaf Online menyebutkan, pertemuan para kiai ini akan diwujudkan dalam bentuk halaqah bertema “Penguatan Peran Pesantren sebagai Pusat Peradaban” di Jakarta, 29-30 Desember 2012.

Rencananya, 40 pengasuh pesantren yang menjadi peserta akan memetakan potensi pesantren, terutama dari segi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancamannya; merumuskan strategi penguatan kelembagaan dan kerja sama lintas sektor; serta merumuskan aksi bagi upaya penguatan pesantren sebagai pusat peradaban.

Ulama Salaf Online

Bersama Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Departemen Agama, RMI bertekad akan mengembalikan fungsi pesantren sebagai agen perubahan sebagaimana yang dilakukan generasi pendahulu.

Ulama Salaf Online

“Pesantren tidak hanya  menjadi lembaga agama, tetapi juga menjadi lembaga sosial yang mengemban fungsi-fungsi kemasyarakatan bagi komunitas di sekitarnya,” demikian bunyi ToR acara halaqah pengasuh pesantren ini.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis   : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Nasional Ulama Salaf Online

Sabtu, 27 Januari 2018

Kuliah Umum Perdana, STDKI NU Indramayu Perkuat Nasionalisme Mahasiswa

Indramayu, NUOnline

Ratusan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam Nahdlatul Ulama (STIDKI NU) Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Selasa (31/10) malam mengikuti kuliah umum perdana di Kampus STIDKI NU sekaligus Kantor PCNU Indramayu, Jln. Gatot Subroto No.09 Indramayu. Kuliah umum tersebut digelar sebagai tanda dimulainya perkuliahan di perguruan tinggi milik Nahdlatul Ulama tersebut.

Rektor/Ketua STIDKI NU Indramayu yang juga Wakil Ketua Lembaga Perekonomian PBNU, Jaenal Effendi, menegaskan pentingnya nasionalisme di kalangan mahasiswa. 

Kuliah Umum Perdana, STDKI NU Indramayu Perkuat Nasionalisme Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)
Kuliah Umum Perdana, STDKI NU Indramayu Perkuat Nasionalisme Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)

Kuliah Umum Perdana, STDKI NU Indramayu Perkuat Nasionalisme Mahasiswa

“Dengan digelarnya kuliah umum perdana ini, selain untuk menandai dan membekali para mahasiswa dalam menempuh perkuliahan di STIDKI NU Indramayu, juga untuk membekali mahasiswa pemahaman kebangsaan," papar Doktor jebolan Jerman tersebut.

Menurutnya saat ini masih ada kelompok-kelompok yang terus menerus mempersoalkan ideologi Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.

Mahasiswa sebagai kader terdidik NU, kata Rektor, harus tampil ke depan membela negara dan bangsa dari berbagai ancaman dan rongrongan.

KH. Muhammad Faris Elhaq Fuad Hasyim dari Buntet Pesantren Cirebon sebagai narasumber Kuliah Umum Perdana menguraikan pentingnya pemahaman kebangsaan bagi para mahasiswa dan kader NU. 

Ulama Salaf Online

“Hanya NU yang bisa berbicara mengenai empat pilar kebangsaan secara fasih dan benar, bahwa Pancasila itu sudah syar’i; UUD 1945 itu sudah syar’i; Bhinneka Tunggal Ika itu sudah syar’i dan NKRI juga sudah syar’i, sehingga wajarlah jika para pendiri NU menegaskan bahwa hubbul wathon minal iman, atau cinta tanah air itu sebagian dari iman,” urainya.

Ulama Salaf Online

Dikatakan Kiai Fariz, dengan hadirnya STIDKI NU Indramayu merupakan kebanggan bagi warga NU Indramayu khususnya dan Jawa Barat umumnya, karena dengan adanya perguruan tinggi milik NU tersebut, akan menjadi kawah candra dimuka bagi kader-kader NU dan ulama yang mumpuni secara intelektual, memiliki nasionalisme yang tinggi dan menjaga Islam Ahlussunah wal Jamaah. 

“Saya merasa bangga dengan berdirinya STIDKI NU Indramayu, saya yakin perguruan tinggi milik NU ini akan mejadi perguruan tinggi yang maju dan berkembang,” pungkasnya.

Sebelumnya, bakda shalat Maghrib, para mahasiswa mengikuti istighotsah. Istoghosah tersebut untuk mendoakan keselamatan bangsa sekaligus mendoakan para orang tua asuh dan donator yang telah membiayai mereka sehingga para mahasiswa STIDKI NU Indramayu bisa mengikuti perkuliahan secara gratis.

Selain itu, mahasiswa juga membacakan ikrar sebagai wujud kecintaan mereka kepada tanah air. 

Berikut teks lengkap ikrar yang dibacakan tersebut;

Kami mahasiswa STIDKI NU Indramayu berikrar: selalu setia dan siap siaga membela tanah air dan bangsa Indonesia, mempertahankan persatuan dan kesatuan nasional serta mewujudkan perdamaian abadi.  Kami siap berdiri di depan melawan siapa pun yang merongrong Pancasila, serta pantang menyerah dalam mengawal cita-cita Proklamasi Kemerdekaan dan semangat Revolusi Jihad Nahdlatul Ulama.

(Iin Rohimin/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Budaya, Bahtsul Masail, Nasional Ulama Salaf Online

Kamis, 25 Januari 2018

Dilobi Australia, PBNU Keukeuh Dukung Hukuman Mati Duo Bali Nine

Jakarta, Ulama Salaf Online. Anggota Senat Australia, Nick Xenophon, Selasa (10/3/2015) datang ke Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ? (PBNU) untuk meminta dukungan atas keinginan pemerintahnya agar hukuman mati terhadap duo Bali Nine ditunda.?

"Kami sadar (pemberlakuan) hukuman mati ini hak Pemerintah Indonesia. Oleh karena itu kami tidak meminta dibatalkan, tapi mohon untuk itu ditunda, agar ke depan juga bisa menjadi pembelajaran bagi masyarakat Australia bahwa narkoba membawa bahaya yang sangat besar," kata Imam Masjid Afghan, Adelaide, Australia, Syech Kafrawi Abdurrahman Hamzah, peterjemah sekaligus pendamping kedatangan Nick Xenophon ke PBNU.?

Dilobi Australia, PBNU Keukeuh Dukung Hukuman Mati Duo Bali Nine (Sumber Gambar : Nu Online)
Dilobi Australia, PBNU Keukeuh Dukung Hukuman Mati Duo Bali Nine (Sumber Gambar : Nu Online)

Dilobi Australia, PBNU Keukeuh Dukung Hukuman Mati Duo Bali Nine

Dua orang delegasi dari Australia itu diterima oleh Syuriyah PBNU KH. Masdar F. Masudi, Sekretaris Jenderal PBNU H. Marsyudi Syuhud, Bendahara Umum PBNU H. Bina Suhendra, Ketua PBNU H. Mohammad Maksoem Mahfudz, H. Slamet Efendi Yusuf, H. Iqbal Sullam, dan H. Kacung Marijan.?

Ulama Salaf Online

"Jadi kami ingin mengetuk hati PBNU sebagai organisasi umat Islam terbesar di Indonesia, dan juga umat agama lain di sini, termasuk Pemerintah Indonesia, bahwa Andrew Chan dan Myuran Sukumaran sudah menunjukkan keinginan bertobat yang kuat. Islam adalah agama rahmat, mengedepankan pengampunan, maka sudah sewajarnya dua warga Australia itu mendapatkan pengampunan," tambah Kafrawi.?

Ulama Salaf Online

Lebih lanjut Kafrawi mengatakan, pihaknya khawatir jika hukuman mati tetap diberlakukan terhadap duo Bali Nine maka yang terjadi adalah permusuhan antara Australia dan Indonesia.?

Menjawab keinginan yang disampaikan delegasi Australia, Sekretaris Jenderal PBNU H. Marsudi Syuhud menegaskan sikap PBNU yang mendukung hukuman mati terhadap pengedar dan bandar narkoba.?

"Tidak semua hukuman mati kami dukung. Ketika Pemerintah Mesir akan mengeksekusi mati tahanan politik, kami bersurat ke PBB agar bisa menghentikan itu. Tapi kalau narkoba beda, karena narkoba sudah membunuh 50 orang di Indonesia setiap harinya," tegas Marsudi.?

Nick Xenophon mengaku bisa menerima sikap keras PBNU terhadap rencana hukuman mati duo Bali Nine. Meski tetap berharap hukuman mati ditangguhkan, dia mengaku tak bisa mengintervensi hukum yang diterapkan di Indonesia. (Samsul Hadi Karim/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Nasional, Hikmah Ulama Salaf Online

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ulama Salaf Online sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ulama Salaf Online. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ulama Salaf Online dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock