Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Februari 2018

Ratusan Pendekar Se-Jawa-Bali Bertanding di UNU Sidoarjo

Sidoarjo, Ulama Salaf Online

Pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pencak Silat NU Pagar Nusa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) pada Senin (23/5) telah resmi dilantik. Pengukuhan tersebut bertepatan dengan pembukaan kejuaraan pencak silat Pagar Nusa Unusida Open 2016 se-Jawa-Bali yang diikuti sekitar 500 peserta dan tim pendamping.

Acara yang digelar di Hall Rahmatul Ummah Annahdliyah itu berlangsung selama 4 hari, 23-26 Mei 2016, dengan mempertandingkan lima kelas putra-putri dan dua kategori, yakni tarung dan seni.

Ratusan Pendekar Se-Jawa-Bali Bertanding di UNU Sidoarjo (Sumber Gambar : Nu Online)
Ratusan Pendekar Se-Jawa-Bali Bertanding di UNU Sidoarjo (Sumber Gambar : Nu Online)

Ratusan Pendekar Se-Jawa-Bali Bertanding di UNU Sidoarjo

Ilham Athoillah, ketua UKM yang juga ketua panitia kejuaraan tersebut mengatakan, Unusida Open 2016 merupakan program kerja pertama UKM yang dipimpinnya yang sengaja dilaksanakan bersamaan dengan acara pengukuhan.

Ulama Salaf Online

Wakil Bupati Sidoarjo H. Nur Ahmad Saifudin yang merupakan mantan ketua Pimpinan Cabang PSNU Pagar Nusa Sidoarjo membuka secara resmi Unusida Open 2016, yang ditandai dengan pemukulan gong pertandingan dan diiringi Shalawat Nabi.

Cak Nur, sapaan Wakil Bupati Sidoarjo, saat memberi sambutannya di depan para peserta menyampaikan, pendekar Pagar Nusa merupakan benteng NU dan NKRI, karena itu masa depan NU dan Indonesia salah satunya berada di pundak mereka. "Kalian-kalianlah yang menjaga masa depan NU dan keutuhan NKRI dari berbagai hal yang mengancam," tegasnya.

Ulama Salaf Online

Menurut Cak Nur, Pagar Nusa merupakan organisasi yang punya andil besar dalam membentuk karakter, terutama membentuk mental para pemimpin. Diharapkan para peserta yang sebagian besar masih berstatus pelajar dan mahasiswa kelak menjadi manusia yang memiliki jiwa besar.? ? ? ?

?

Dukungan pun datang dari Rektor Universitas NU Sidoarjo Dr. Fatkul Anam. Ia berharap, ajang kejuaraan tersebut menjadi agenda tahunan UKM Pagar Nusa UNU Sidoarjo. "Ini salah satu agenda yang mudah-mudahan bisa jadi agenda tahunan," ungkapnya. (Aprilia Zahrani/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Hikmah, News Ulama Salaf Online

Senin, 19 Februari 2018

“Ya Lal Wathan” Segera Jadi Lagu Perjuangan Nasional

Jombang, Ulama Salaf Online - Setidaknya ada enam lagu baru yang akan? ditetapkan sebagai lagu perjuangan nasional oleh Kementerian Sosial, salah satunya adalah "Ya Ahlal Wathan" atau yang kerap disebut “Ya ‘Lal Wathan” karya KH Abdul Wahab Chasbullah.

"Kini dalam proses penyelesaian oleh tim sebelum nanti ditetapkan jelang peringatan hari pahlawan, 10 November 2016," ujar Menteri Sosial RI, Khofifah Indar Parawansah saat menghadiri Haul pendiri , penggerak NU, KH Wahab Chasbullah ke-45 di Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Sabtu (13/8) malam.

“Ya Lal Wathan” Segera Jadi Lagu Perjuangan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
“Ya Lal Wathan” Segera Jadi Lagu Perjuangan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

“Ya Lal Wathan” Segera Jadi Lagu Perjuangan Nasional

Mensos menambahkan, lagu Cinta Tanah Air yang diciptakan KH Wahab Chasbullah ini menurutnya layak untuk menjadi salah satu lagu nasional. Karena menggelorakan semangat cinta tanah air yang sangat luar biasa. (Unduh Lagu Ya Lal Wathan di Sini)

"Kita tahu lagu-lagu nasional sejak lama tidak ada perubahan, sejak saya duduk di SD lagu-lagu nasional tidak ada perubahan. Ketika lagu ini saya perdengarkan ke tim yang sudah menggodok ternyata layak untuk dijadikan lagu nasional," imbuh Khofifah yang datang bersama pejabat Direktorat Jenderal Kepahlawanan dari Kementerian Sosial.

Ulama Salaf Online

Menurutnya, untuk dapat menjadi lagu perjuangan nasional, maka ada sejumlah syarat yang harus dilalui, di antaranya aransemen. "Kami telah menyiapkan aransemen dan partitur lagu tersebut," kata perempuan yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU ini.

Demikian pula syair lagu yang awalnya berbahasa Arab, maka harus digubah ke bahasa Indonesia. "Karena kalau tetap berbahasa Arab, kami khawatir ini dikira lagunya ISIS. Itu kan bahaya," katanya disambut tawa hadirin.

Persyaratan lain yang mesti dilalui dalam penetapan ini adalah izin dari pihak keluarga. Jika direstui untuk diubah, kata Khofifah, maka lagu Ya Ahlal Wathon akan menjadi salah satu dari 6 lagu yang sekarang dalam penyelesaian oleh tim.

Ulama Salaf Online

“Saat ini sudah ada 5 lagu, jika disetujui pihak keluarga maka akan ada 6 lagu nasional. Salah satunya lagu Ya Ahlal Wathan," kata Menteri yang dikenal dekat dengan Presiden KH Abdurrahman Wahidini.

Lagu Ya Ahlal Wathan diciptakan Mbah Wahab sekitar tahun 1916, saat aktif dalam dunia pergerakan kebangsaan di Surabaya. Lagu ini selalu dinyanyikan siswa atau santri Madrasah Nahdlatul Wathan di Surabaya.

?

Khofifah pun mengatakan, sebelumnya sudah meminta elemen yang ada di NU agar selalu menyanyikan lagu ini saat mengadakan acara. Seperti acara diklat, seminar, maupun lainnya. "PMII, Fatayat, Muslimat sudah kami minta menyanyikan lagu ini saat acara," katanya.

?

Haul Mbah Wahab kali ini mengambil tema mengukuhkan hubbul wathan minal iman. Tampak hadir Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj, Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko dan pejabat yang lain. (Muslim Abdurrahman/Ibnu Nawawi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Jadwal Kajian, Hikmah, Pondok Pesantren Ulama Salaf Online

Sabtu, 17 Februari 2018

Di Annuqayah, Artidjo Alkostar Ungkap 4 Bahan Bakar Negara Berwibawa

Sumenep, Ulama Salaf Online. Setiap bangsa mendambakan keadilan negaranya. Negara yang adil dapat mengkristalkan kewibawaan. Sedikitnya ada 4 "bahan bakar" untuk mewujudkan hal itu. Demikian penegasan Hakim Agung Kamar Pidana RI Dr H Artedjo Alkostar saat mengisi kuliah perdana ratusan mahasiswa baru Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika), Guluk-Guluk, Sumenep, di Aula As-Syarqawi Annuqayah, Sabtu (3/9).

"Keempatnya meliputi; negara memberikan makan bangsa, menyediakan transportasi, menegakkan keadilan, dan menjaga kearifan lokal," terang Artidjo.

Di Annuqayah, Artidjo Alkostar Ungkap 4 Bahan Bakar Negara Berwibawa (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Annuqayah, Artidjo Alkostar Ungkap 4 Bahan Bakar Negara Berwibawa (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Annuqayah, Artidjo Alkostar Ungkap 4 Bahan Bakar Negara Berwibawa

Wakil Rektor III KH. A. Wasil Hasyim menyatakan, kuliah perdana tahun ini mengangkat tema Peran Pesantren dalam Membangun Masyarakat Madani dan Anti Korupsi". Tujuannya, dalam rangka membentuk mental mahasiswa supaya tidak terjebak para lumpur kotor korupsi.?

"Sekarang ini bantuan dana dari pemerintah terhadap lembaga pendidikan cukup besar. Untuk itu, setelah mahasiwa lulus kuliah, diharapkan sukses mengantisipasi potensi korupsi dalam lembaga pendidikan maupun pemerintahan.

Ulama Salaf Online

Sementara itu, Rektor Instika KH Abbadi Ishom mengaku bersyukur atas kehadiran Alkostar. Kata Kiai Abbadi, Alkostar ibarat malaiakat bagi para koruptor yang menegakkan keadilan.

"Saya memiliki pertanyaan kepada Bapak Artidjo Alkostar. Saya selaku pinpinan merasa sangat sulit untuk memajukan pendidikan kampus. Sebab, kampus swasta sering dianaktirikan oleh pemerintah. Sementara yang berbasis negeri, lumayan dianakemaskan," kritiknya.

Diterangkan, ketimpangan perhatian tersebut dikarenakan dari pemerintahan sendiri. Terdapat diskriminasi dalam Undang-Undang kependidikan yang mendikotomi terhadap kampus swasta dan kampus negeri.

"Diakui atau tidak, pendidikan swasta lebih-lebih yang ada di naungan pesantren, cukup besar perannya dalam memajukan pendidikan di negeri ini. Seperti halnya pendidikan di kampus Instika ini. Pendidikan pesantren punya andil bsar dalam kemajuan bangsa," tekannya.

Dalam sejarah kemerdekaan pun, tambah Kiai Abbadi, pesantren tidak bsa dipisahkan dengan jasa-jasa kemerdekaan. Bagi Kiai Abbadi, sangat membingungkan sekali dengan kebijakan atau peraturan yang ada di Indonesia.

Ulama Salaf Online

"Belum lama ini kami mengajukan jurusan Pedidikan Bahasa Inggris dan Pendidikan Matematika. Itu tidak diterima oleh pemerintah. Padahal, di kampus negeri, Pendidikan Bahasa Inggris ada. ? Saya bertanya mengapa di kampus negeri itu ada Pendidikan Bahasa Inggris. Pemerintah selalu berdalih bahwa pendidikan kampus negeri dan pendidikan swasta tidak bisa disamakan," terangnya.

Pernyataan Rektor Instika yang menyebutkan diskriminasi aturan dalam pendidikan dibenarkan oleh Artiedjo Alkostar. Ia menyarankan agar pesantren memperjuangkan usahanya dan mencari celah-celah dari Undang- Undang tersebut. (Hairul Anam/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Hikmah, Pendidikan Ulama Salaf Online

Jumat, 16 Februari 2018

Mahasiswi Unhasy Salin Manuskrip Kuna di Atas Lontar

Jombang, Ulama Salaf Online - Para mahasiswa dan mahasiswi Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hasyim Asy‘ari (Unhasy) Tebuireng Kabupaten Jombang melakukan penyelamatan manuskrip-manuskrip lama. Mereka menyalin manuskrip untuk menyelamatkan teks klasik karena manuskrip aslinya rusak dan renta dimakan usia.

Kegiatan ini berlangsung di Kampus B Unhasy Tebuireng, Kamis (1/6) siang. Penyalinan manuskrip dibagi dalam beberapa tim untuk menyelesaikan beberapa teks. Bentuk penyalinan dilakukan memakai bahan alas lontar agar terlihat klasik dan lebih ke arah pengembalian bentuk aslinya.

Mahasiswi Unhasy Salin Manuskrip Kuna di Atas Lontar (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswi Unhasy Salin Manuskrip Kuna di Atas Lontar (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswi Unhasy Salin Manuskrip Kuna di Atas Lontar

“Kegiatan ini diharapkan agar anak muda mau peduli terhadap peninggalan nenek moyang kita sekaligus mempelajari teks klasik untuk ditarik relevansinya dengan dunia sekarang. Proses penyalinan semacam ini tidak lain sebagai alternatif penyelamatan manuskrip aslinya, karena kondisi manuskrip asli sudah dalam kondisi rusak. Harapan kami ke depan, manuskrip-manuskrip yang ada akan dilakukan proses digitalisasi,” kata dosen PBSI FIP Unhasy Agus Sulton.

Manuskrip yang disalin bermuatan nilai-nilai budi pekerti dan kewajiban anak kepada orang tua. Selain itu juga berupa teks cerita teladan atau perjuangan Nabi Muhammad selama di Mekkah.

Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online

Antusias mahasiswa dan mahasiswi sangat baik. Hal ini dibuktikan dengan ketelitian mereka pada saat proses penyalinan.

“Saya merasakan begitu luar biasa perjuangan pendahulu kita dalam proses penyalinan manuskrip atau naskah kuno. Untuk sekadar memiliki naskah mereka harus rela menyalin sendiri atau membelinya dengan harga yang tidak murah. Menyalin merupakan perjuangan melatih kesabaran dan ketelatenan yang tinggi. Kalau hal itu tidak dibekali biasanya akan mendapatkan hasil yang kurang maksimal,” kata Zenius Nila Atika Sari, mahasiswi PBSI FIP Unhasy semester empat. (Robiah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Hikmah Ulama Salaf Online

Minggu, 11 Februari 2018

Kemnaker Matangkan Program Pelatihan Kembali bagi Pekerja Ter-PHK

Jakarta, Ulama Salaf Online. Kementerian Kenegakerjaan (Kemenaker) akan menyiapkan skema program retraining (pelatihan kembali) bagi karyawan atau pekerja yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Kebijakan tersebut dilakukan Kemnaker agar pekerja yang memiliki kompetensi dan terkena PHK memperoleh pekerjaan yang lebih baik.

Kemnaker Matangkan Program Pelatihan Kembali bagi Pekerja Ter-PHK (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemnaker Matangkan Program Pelatihan Kembali bagi Pekerja Ter-PHK (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemnaker Matangkan Program Pelatihan Kembali bagi Pekerja Ter-PHK

"Pekerja yang terkena PHK pasti membutuhkan suatu pekerjaan baru untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Ketika pekerjaan serupa tidak didapatkan usai ter-PHK, maka dibutuhkan pekerjaan baru. Di sini lah, pekerja tersebut membutuhkan alih profesi dengan adanya pelatihan lagi (re-training) agar nantinya mampu memperoleh pekerjaan baru," kata Menaker Hanif usai menerima Presiden Federasi Sarbumusi bersama 5 orang Ketua LPA dari 5 provinsi untuk diskusi tentang perlindungan anak dan eksploitasi ekonomi, di Jakarta, Senin (21/8).

Menaker menambahkan program pelatihan kembali ini rencananya akan membidik korban pekerja PHK yang berusia di atas 40 tahun mengingat di umur tersebut, pekerja atau masyarakat umumnya akan sulit beralilh profesi setelah menekuni suatu bidang dalam kurun waktu yang panjang.

"Jadi, orang yang kena PHK mesti dapat skema retraining. Ini bisa akses pelatihan kualitas di mana mereka mau," ujar Hanif.

Menurut Menaker Hanif, pihaknya sedang mengkaji pemberian retraining ini dengan menyiapkan konsep  dana cadangan pesangon. Nantinya, selama masa training enam bulan, biaya bulanan akan diambil dari dana tersebut untuk mencukupi kebutuhan sampai menemukan pekerjaan yang baru.

Ulama Salaf Online

"Dana cadangan pesangon, jadi dia bisa pergi pelatihan ke mana saja. Pelatihan selama ena bulan, dia dicover diberikan bulanan enam bulan kemudian kerja. Jadi pasti akan punya peluang dapatkan pekerjaan baru," jelasnya.

Ulama Salaf Online

Lebih jauh Menaker menjelaskan, saat ini SDM yang dibutuhkan bukan hanya tenaga yang bisa kerja. Tetapi tenaga kerja yang berbasis kompetensi dan knowledge. Oleh karenanya. Akses dan mutu pendidikan dan Pelatihan vokasi menjadi semakin penting karena adanya tantangan itu tadi. Hingga saat ini, Kemnaker terus berupaya meningkatkan kompetensi SDM Indonesia melalui skema training dan retraining

"Training, untuk menggarap angkatan kerja baru yang miss match. Retraining ini untuk memfasilitasi mereka yang di PHK, agar mereka tetap bisa mengembangkan kompetensi melalui pelatihan kerja sehingga bisa kembali masuk ke pasar kerja secara cepat dan tepat, " ujar Menaker Hanif.

Hanif mengatakan, program ini sebenarnya masih perlu  dimatangkan. Pasalnya hingga kini belum diketahui apakah nanti dana cadangan pesangon ditarik dari pendapatan si pekerjanya atau perusahaan tempat dia bekerja sebelumnya.

 "Sebenarnya ini nanti saja, masih perlu kajiam dan perhitungan matang karena masih dibahas. Intinya pekerja yang kena PHK, bisa masuk kerja lagi dan seterusnya begitu," kata Menaker. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Pahlawan, Hikmah, Pesantren Ulama Salaf Online

Jumat, 02 Februari 2018

Kantor Baru PCNU Kota Sorong Diresmikan

Sorong, Ulama Salaf Online. Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Sorong Papua Barat yang terletak di KM 12 telah selesai diresmikan pekan lalu. Kantor baru seluas 150 meter persegi ini dibangun setahun lamanya menghabiskan anggaran sekitar Rp 1,5 miliar.

Kantor Baru PCNU Kota Sorong Diresmikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kantor Baru PCNU Kota Sorong Diresmikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kantor Baru PCNU Kota Sorong Diresmikan

Ketua Umun Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siraj, Ahad (14/9) lalu melantik PCNU Kota Sorong masa bakti 2013-2018 sekaligus melakukan peresmian kantor PCNU Kota Sorong ini.

“Kantor PCNU Kota Sorong dibangun atas dukungan swadaya umat Islam, Pemda Kota Sorong dan Pemprop Papua Barat; Setelah rampungnya pembangunan kantor PCNU, pada hari yang bersamaan juga dilakukan peletakan batu pertama pembangunan kantor Lembaga Ekonomi PCNU Kota Sorong yang berada di Harapan Indah,” kata Ketua PCNU Kota Sorong. H. Supran, S.Pd., M.Si.

Ulama Salaf Online

Walikota Sorong, Drs. Ec. Lambert Jitmau, MM dalam sambutannya mengatakan, dengan hadirnya Ketua Umum PBNU di Kota Sorong, diharapkan dapat lebih meningkatkan pembinaan umat, jangan hanya melihat Indonesia di bagian barat, tapi Indonesia di bagian timur salah satunya adalah Kota Sorong juga membutuhkan perhatian.

Ulama Salaf Online

“Setelah kembali dari Sorong ke Jakarta, Ketua Umum PBNU kiranya juga dapat menyampaikan kondisi di Sorong yang masyarakatnya begitu harmonis, dan hal ini terus dijaga dan dibina demi terus berkelanjutannya pembangunan di seluruh wilayah NKRI termasuk di Tanah Papua,” tutur Walikota.

Ketua Umum PBNU di tempat yang sama menerangkan, sesuai tema Mengukuhkan Ukhuwah Islamiyah, Wathoniyah dan Basyariyah Nahdlatul Ulama dalam menjaga keutuhan NKRI. Ketiga hal tersebut merupakan solidaritas yang dibangun dalam NU yaitu solidaritas persaudaraan yang dibangun pertama adalah ukhuwah islamiyah yaitu sesama umat Islam.

Menurutnya, ukhuwah sesama umat Islam saja tidak cukup karena hubungan baik bukan hanya dibina sesama umat Islam saja tetapi terdapat umat lain, yang tentunya harus juga saling menghargai dan menghormati terlebih di Indonesia beragam agama, adat dan budaya. Oleh karena itu, terdapat Ukhuwah Wathoniah yang dipersatukan dan dipersamakan oleh satu bangsa yaitu Indonesia dan selanjutnya Ukhuwah Basyariyah yaitu membina hubungan baik sesama umat manusia.

“Tiga hal sangat penting  dan mendasar dalam NU yaitu Ukhuwah IsIamiyah, Wathoniyah dan Basyariyah. Tiga hal ini harus dijalankan dengan baik, kalau hanya ukhuwah islamiyah saja tentu tidak cukup, seperti halnya di negara Islam seperti di Irak, Pakistan dan sejumlah negara Islam lainnya, sesama muslim saling perang dan saling membunuh, dan hal ini tentunya tidak boleh terjadi di negeri ini,” terang Ketua Umum PBNU.

Peresmian Kantor PCNU Kota Sorong ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Ketua Umum PBNU, dilanjutkan pengguntingan pita oleh Ketua PBNU bersama Walikota Sorong. Usai peresmian Ketua Umum PBNU meninjau dari dekat kantor PCNU yang dibangun dua lantai tersbut. (Imam Khoirudin/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Olahraga, Pesantren, Hikmah Ulama Salaf Online

Kamis, 01 Februari 2018

Kisah Abu Bakar Digigit Ular

Tulisan ini adalah lanjutan dialog Kontributor Ulama Salaf Online Moh Yasir Alimi dengan Syaikh Mustafa Mas’ud al-Naqsabandi al-Haqqani. Pada bagian pertama, telah diartikan apa itu thariqat, getar di dada, dan kisah tentang Sahabat Abu Bakar. Berikut ini lanjutannya, bagian kedua.

Kisah Abu Bakar selanjutnya bagaimana, Syaikh? 

Nabi Muhammad berjalan. Sayidina Abu Bakar mengikuti. Ketika akan sampai, 8 km dari arah Masjidil Haram, baru Sayidina Abu Bakar sadar.  "Ooo … Mau istirahat ke Gua Tsur, karena sudah mendekati Gunung Tsur. Ketika Rasulullah naik, Oooo…kesimpulan Sayidina Abu Bakar.” With no curiousity, tidak dengan rewel, tidak dengan mempertanyakan, memaklumi.

Kisah Abu Bakar Digigit Ular (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Abu Bakar Digigit Ular (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Abu Bakar Digigit Ular

Pertama-tama, dalam Islam yang kita butuhkan bukan`ngerti syariat, tapi cinta terhadap yang mengajarkannya dan Dzat Maha Suci yang menurunkannya. Tanpa kacamata tersebut, tanpa rasa cinta tersebut, kita tidak akan mengerti Islam. Islam hanya menjadi "The Matter of Transaction", tawar menawar. Itu tidak terjadi pada Abu Bakar. Begitu Rasulullah mau naik ke arah gua, di Jabal Tsur itu, maka kemudian Beliau (Abu Bakar) menarik kesimpulan, "Oooo … Rasulullah mau istirahat di Gua Tsur."

Ulama Salaf Online

Beliau (Abu Bakar) mengerti sebagai orang gurun, tidak akan pernah ada lubang bebatuan di gunung, pasti ada ular berbisanya. Itu reason, pikiran digunakan sesudah ‘cinta’, sesudah tulus, sesudah bersedia untuk patuh. Itu namanya pikiran yang well enlighted, pikiran yang tercerahkan, bukan pikiran yang cluthak (tidak senonoh), yang bisa bertingkah macam-macam, menimbulkan problem. 

Lantas, apa yang kemudian dilakukan Abu Bakar?.

Ulama Salaf Online

Beliau kemudian mendekati Rasulullah, kasih aku kesempatan masuk. Rasulullah dan Abu Bakar, interespecting, saling menghargai. Sayidina Abu Bakar masuk gua. Gua itu kecil kalau diisi 3. Barangkali sudah kruntelan di situ, kayak bako susur yang dijejel-jejelkan (dimasukkan) ke mulut. Sayidina Abu Bakar masuk, beliau cari, bener ada lubang di situ. Beliau buka sandalnya, ditaruhnya kaki kanannya di mulut lubang itu. Dengan cinta, Beliau korbankan kakinya untuk Rasulullah. Beliau tidak mau Rasulullah digigit ular. 

Akhirnya kakinya dicatel (digigit) oleh ular. Kemudian Beliau bilang, “Silakan masuk Rasulullah dengan penuh cinta, dengan penuh pengorbanan dan husnudzon.” Rasul masuk dan berbaring dipaha Abu Bakar. Rupanya Rasulullah terkena angin sepoi-sepoi pagi. Beliau tertidur. Ketika Beliau tertidur, ketika itu pulalah Abu Bakar menahan bisa dari ular yang sudah mulai menjalar ke seluruh tubuh. Abu Bakar berkeringat, dan diriwiyatkan bahwa keringatnya sudah berisi darah. Tetesan keringat Abu Bakar mengenai Rasulullah. 

Bagaimana respon Rasulullah, Syaikh?. "Nangis Sampean?” tanya Rasulullah.

"Tidak,” jawab Abu Bakar, “kakiku digigit ular." 

There was something happen. Ditariknya kaki Abu Bakar dari lubang itu, maka kemudian Rasulullah berkata pada ular.

" Hai Tahu nggak Kamu? Jangankan daging, atau kulit Abu Bakar, rambut Abu Bakar pun haram Kamu makan?" 

Dialog Rasulullah dengan Ular itu didengar pula oleh Abu Bakar as-Shidiq, berkat mukjizat Beliau. 

"Ya aku ngerti Kamu, bahkan sejak ribuan tahun yang lalu ketika Allah mengatakan ‘Barang siapa memandang kekasih-Ku, Muhammad, fi ainil mahabbah atau dengan mata kecintaan. Aku anggap cukup untuk menggelar dia ke surga,” kata ular.

“Ya Rabb, beri aku kesempatan yang begitu cemerlang dan indah. “Aku (ular) ingin memandang wajah kekasih-Mu fi ainal mahabbah,” lanjut ular.

Apa kata Allah?. "Silakan pergi ke Jabal Tsur, tunggu disana, kekasihKu akan datang pada waktunya,’ jawab Allah.

“Ribuan tahun aku menunggu disini. Aku digodok oleh kerinduan untuk jumpa Engkau, Muhammad. Tapi sekarang ditutup oleh kaki Abu Bakar, maka kugigitlah dia. Aku tidak ada urusan dengan Abu Bakar, aku ingin ketemu Engkau, Wahai Muhammad. "

“Lihatlah ini. Lihatlah wajahku,” kata Rasulullah. (Bersambung)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Sunnah, Pendidikan, Hikmah Ulama Salaf Online

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ulama Salaf Online sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ulama Salaf Online. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ulama Salaf Online dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock