Tampilkan postingan dengan label Pahlawan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pahlawan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Februari 2018

LPBI dan PCNU Aceh Utara Salurkan Paket Lebaran untuk Pengungsi Rohingya

Aceh Utara, Ulama Salaf Online. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Aceh Utara bekerjasama dengan Pengurus Pusat Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) melakukan aksi kemanusiaan, Selasa (14/7) dengan mengunjungi pengusi Rohingya di Kompleks Balai Latihan Kerja (BLK) Aceh Utara di Dusun Krueng Inoeng, Desa Blang Adoe, Kemukiman Buloh Blang Ara Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara,? sekitar pukul 14.30 WIB.

LPBI dan PCNU Aceh Utara Salurkan Paket Lebaran untuk Pengungsi Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBI dan PCNU Aceh Utara Salurkan Paket Lebaran untuk Pengungsi Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBI dan PCNU Aceh Utara Salurkan Paket Lebaran untuk Pengungsi Rohingya

Kunjungan kali ini untuk membagikan paket lebaran, berupa alat kosmetik dan peralatan mandi.? “Sumbangan ini semua bersumber dari Pimpinan Pusat LPBI NU yang disalurkan oleh PCNU Aceh Utara,” kata Teungku Zulfadli selaku koordinator penyalur bantuan dan juga sekaligus ketua tanfidziyah PCNU Aceh Utara.

Bantuan diserahkan langsung kepada pengungsi Rohingnya dan mereka sangat antusias dan mengucapkan terimakasih kepada PP LPBI NU. “Mereka sampaikan ucapkan terimakasih kami dan salam kami kepada PP LPBI NU”, tutur Hasan salah satu pengungsi Rohinngya yang bisa bahasa Melayu.

Ulama Salaf Online

Turut hadir Sekretaris Tanfidziyah PCNU Aceh Utara Tgk. Armia Sulaiman, Bendahara Tgk. Hamdani A.Hamid serta satu orang perwakilan muntasyar Tgk. H.Ismail. (Indra/Anam)

Ulama Salaf Online

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Tegal, Pahlawan, Makam Ulama Salaf Online

Selasa, 13 Februari 2018

Pengobatan Gratis Muslimat NU Jombang Diserbu Warga

Jombang, Ulama Salaf Online. Selama bulan Muharram, PC Muslimat NU Jombang Jawa Timur menyelenggarakan layanan kesehatan gratis di sejumlah lokasi. Kegiatan bekerjasama dengan sejumlah pihak, dan berpindah ke sejumlah kecamatan.

Pengobatan Gratis Muslimat NU Jombang Diserbu Warga (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengobatan Gratis Muslimat NU Jombang Diserbu Warga (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengobatan Gratis Muslimat NU Jombang Diserbu Warga

Ahad (16/10) kemarin, kegiatan diselenggarakan di halaman keluarga Nyai Hj Marfuah yang juga sesepuh Muslimat Anak Cabang Perak, Jombang.

Dalam sambutannya, Ibu Nyai Hj Hasanah menyampaikan bahwa acara ini terselenggara berkat kerjasama PC Muslimat NU Jombang dan Dinas Kesehatan setempat. "Sebagaimana diketahui bahwa Muharram merupakan bulan amal bakti sosial bagi Muslimat NU se-Indonesia," katanya.

Dan PC Muslimat NU Jombang dengan berbagai elemen masyarakat termasuk pemerintah daerah, tokoh masyarakat dan seluruh warga mengadakan bakti sosial di seluruh kecamatan. "Beragam kegiatan diselenggarakan termasuk santunan anak yatim dan pengobatan gratis," terangnya.

Ulama Salaf Online

"Silakan manfaatkan kesempatan ini. Yang mau periksa kolesterol, asam urat dan diabetes monggo gratis," kata Kepala Puskesmas Kecamatan Perak. Tak pelak, ulahnya mengundang tepuk tangan warga yang memadati lokasi. "Apalagi buat para embah, panjenengan tidak perlu jauh-jauh menyeberang jalan ke Puskesmas," lanjutnya.

Kegiatan yang didukung Unipdu Medika, Stikes ICME, STIKES Pemkab dan RSIA Muslimat tersebut mendapat apresiasi dari warga. "Ini pertanda baik lantaran besarnya kesadaran warga akan kesehatan," kata Khudrotun Nafisah, ketua panitia.

Sebelumnya, Hj. Munjidah Wahab mengemukakan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin dalam rangkaian peringatan bulan Muharram. "Sehingga kegiatan ini akan terus berlangsung hingga 30 Oktober 2016 mendatang," kata Ketua PC Muslimat NU Jombang ini.

Bakti sosial juga sebagai perwujudan nyata kepedulian PC Muslimat NU untuk memberikan pelayanan kesehatan secara gratis kepada warga masyarakat, khususnya nahdliyin. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Ulama Salaf Online

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Olahraga, Pahlawan, Warta Ulama Salaf Online

Minggu, 11 Februari 2018

Kemnaker Matangkan Program Pelatihan Kembali bagi Pekerja Ter-PHK

Jakarta, Ulama Salaf Online. Kementerian Kenegakerjaan (Kemenaker) akan menyiapkan skema program retraining (pelatihan kembali) bagi karyawan atau pekerja yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Kebijakan tersebut dilakukan Kemnaker agar pekerja yang memiliki kompetensi dan terkena PHK memperoleh pekerjaan yang lebih baik.

Kemnaker Matangkan Program Pelatihan Kembali bagi Pekerja Ter-PHK (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemnaker Matangkan Program Pelatihan Kembali bagi Pekerja Ter-PHK (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemnaker Matangkan Program Pelatihan Kembali bagi Pekerja Ter-PHK

"Pekerja yang terkena PHK pasti membutuhkan suatu pekerjaan baru untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Ketika pekerjaan serupa tidak didapatkan usai ter-PHK, maka dibutuhkan pekerjaan baru. Di sini lah, pekerja tersebut membutuhkan alih profesi dengan adanya pelatihan lagi (re-training) agar nantinya mampu memperoleh pekerjaan baru," kata Menaker Hanif usai menerima Presiden Federasi Sarbumusi bersama 5 orang Ketua LPA dari 5 provinsi untuk diskusi tentang perlindungan anak dan eksploitasi ekonomi, di Jakarta, Senin (21/8).

Menaker menambahkan program pelatihan kembali ini rencananya akan membidik korban pekerja PHK yang berusia di atas 40 tahun mengingat di umur tersebut, pekerja atau masyarakat umumnya akan sulit beralilh profesi setelah menekuni suatu bidang dalam kurun waktu yang panjang.

"Jadi, orang yang kena PHK mesti dapat skema retraining. Ini bisa akses pelatihan kualitas di mana mereka mau," ujar Hanif.

Menurut Menaker Hanif, pihaknya sedang mengkaji pemberian retraining ini dengan menyiapkan konsep  dana cadangan pesangon. Nantinya, selama masa training enam bulan, biaya bulanan akan diambil dari dana tersebut untuk mencukupi kebutuhan sampai menemukan pekerjaan yang baru.

Ulama Salaf Online

"Dana cadangan pesangon, jadi dia bisa pergi pelatihan ke mana saja. Pelatihan selama ena bulan, dia dicover diberikan bulanan enam bulan kemudian kerja. Jadi pasti akan punya peluang dapatkan pekerjaan baru," jelasnya.

Ulama Salaf Online

Lebih jauh Menaker menjelaskan, saat ini SDM yang dibutuhkan bukan hanya tenaga yang bisa kerja. Tetapi tenaga kerja yang berbasis kompetensi dan knowledge. Oleh karenanya. Akses dan mutu pendidikan dan Pelatihan vokasi menjadi semakin penting karena adanya tantangan itu tadi. Hingga saat ini, Kemnaker terus berupaya meningkatkan kompetensi SDM Indonesia melalui skema training dan retraining

"Training, untuk menggarap angkatan kerja baru yang miss match. Retraining ini untuk memfasilitasi mereka yang di PHK, agar mereka tetap bisa mengembangkan kompetensi melalui pelatihan kerja sehingga bisa kembali masuk ke pasar kerja secara cepat dan tepat, " ujar Menaker Hanif.

Hanif mengatakan, program ini sebenarnya masih perlu  dimatangkan. Pasalnya hingga kini belum diketahui apakah nanti dana cadangan pesangon ditarik dari pendapatan si pekerjanya atau perusahaan tempat dia bekerja sebelumnya.

 "Sebenarnya ini nanti saja, masih perlu kajiam dan perhitungan matang karena masih dibahas. Intinya pekerja yang kena PHK, bisa masuk kerja lagi dan seterusnya begitu," kata Menaker. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Pahlawan, Hikmah, Pesantren Ulama Salaf Online

Rabu, 07 Februari 2018

P3M Turut Bicara Masjid

Bantul, Ulama Salaf Online. Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) melalui direkturnya, Anas Saidi, turut membincang hubungan NU dengan masjidnya. Anas menilai orang NU tidak memanfaatkan masjid dengan baik.

“Kita terlalu terlena dengan keadaan yang katanya mayoritas, sehingga kita tidak memanfaatkan masjid dengan baik," ujar Anas yang juga peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), di Pesantren Al-Muhsin, Krapyak Wetan-Sewon, Bantul, Rabu (13/3).

P3M Turut Bicara Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
P3M Turut Bicara Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

P3M Turut Bicara Masjid

Padahal, lanjut Anas, masjid itu  bisa menjadi tempat yang strategis jika dikelola dengan baik, displin, dan istiqamah. 

Ulama Salaf Online

Sebelumnya, dalam acara yang sama, KH Masdar Arif Mas’udi mengungkapkan bahwa jika ingin membangun umat harus dimulai dari masjid.

“Kalau kita ingin membangun umat, mulailah dari masjidnya. Masjid itu menjadi potret umat Islam. Kalau ingin tahu bagaimana kondisi umat Islam, lihatlah masjidnya," jelas Rais Syuriah PBNU itu. 

Ulama Salaf Online

Acara diskusi tentang kemasjidan tersebut terselenggara hasil kerja sama PC LTMNU Kabupaten Bantul dan Perhimpunan Pengembangan Pesantren (P3M)DIY. Acara yang diikuti puluhan orang tersebut dimulai Rabu siang dan berakhir Jumat, 15 Maret. 

“Dalam rangka menyambut 1 abad NU  tahun 1926 mendatang, sudah seharusnya NU bertumpu pada dua kaki, yakni pesantren masjid dan pesantren. Pesantren sebagai rujukan kultural dan keilmuan sedangkan masjid sebagai rujukan struktural kegiatan,” Kiai Masdar.

Di pelbagai daerah, Kiai Masdar bersama LTM NU, Lazis NU, dan lain-lain kembali giat mensyiarkan masjid sebagai pusat aktivitas umat dalam banyak bidang. Semoga dengan turutnya P3M mengusung tema masjid, gerakan "kembali ke masjid" yang dipelopori LTM NU, menjadi makin kuat.



Redaktur      : Hamzah Sahal

Kontributor  : Rokhim Bangkit 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online News, Pahlawan Ulama Salaf Online

Minggu, 04 Februari 2018

Islam Nusantara Punya Masa Depan Cerah

Banjarmasin, Ulama Salaf Online

Kekhasan Islam yang tumbuh di negeri Khatulistiwa ini tidak ada bandingnya. Dari sisi jumlah, Indonesia berpenduduk Muslim terbesar di dunia. Dari sisi aliran atau madzhab, Indonesia memayungi banyak aliran. Dari sisi budaya, Indonesia paling beragam, dan ramah dengan budaya serta tradisi lokal. Inilah Islam Nusantara, Islam yang memiliki masa depan cerah untuk dikaji dan menjadi rujukan kehidupan yang beradab. 

Demikian disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementrian Agama Republik Indonesia, Muhammad Ali dalam pembukaan Annual Conference on Islamic Studies (ACIS) ke-10 di Banjarmasin (1/11). Hadir dalam acara pembukaan itu mantan menteri agama KH Tholha Hasan, mantan menteri sekretaris kabinet Djohan Efendi, hakim Agung Abdurrahman, dan para pejabat setempat.

Kamis, 11 Januari 2018

Pasar Rakyat Diawali Workshop Wirausaha

Blitar, Ulama Salaf Online. Kegiatan Pasar Rakyat Indonesia di Blitar Jawa Timur yang diselenggarakan oleh PBNU bersama PCNU setempat diawali dengan workshop kewirausahaan dan seni yang berlangsung Gedung Radio Mahardika FM, milik Pemkot Blitar.

Menurut ketua panitia acara, Mohammad Sidik, workshop ini mengambil tema “Membangun Kebersamaan Dalam Seni Budaya di Masa Depan”.

Pasar Rakyat Diawali Workshop Wirausaha (Sumber Gambar : Nu Online)
Pasar Rakyat Diawali Workshop Wirausaha (Sumber Gambar : Nu Online)

Pasar Rakyat Diawali Workshop Wirausaha

Workshop berlangsung mulai pukul 10.00 hingga pukul 13.00 Wib. Bertindak selaku pembicara Rais Syuriyah PCNU Kota Blitar  KH Abdul Karim Muhaimin  (Gus Karim)dan Hary Panca dari Trans Power Umat yang berbagi pengalaman tentang TV production.  Acara yang dimoderatori oleh Habib Bawafi itu berlangsung gayeng.

Ulama Salaf Online

Acara ini juga mendapat sambutan luar biasa dari warga dan pengurus NU Kota Blitar. "Mereka adalah utusan dari MWCNU, Pengurus Ranting, para guru serta warga sekitar,"  ungkap Mohammad Sidik.

Ulama Salaf Online

Ketua LAZISNU Kota Blitar menyampaikan,  usai kegiatan workshop acara dilajutan dengan penampilan kesenian Islami oleh Group Qosidah moderan dari Mamnu Kota Blitar. 

Pembukaan Pasar Rakyat dilakukan pada Sabtu (26/1) sore dan mendapat sambutan meriah dari masyarakat Blitar dan sekitarnya.  Hadir di lapangan PPIP, Sentul, Jl Dr Mohammad Hatta, tempat dilaksanakannya acara, antara lainWakil Walikota  Blitar H Purnawan Buchori, Rais Syuriyah PCNU Kota Blitar KH Abdul Karim Muhaimin (Gus Karim), Ketua Tafidziyah NU Drs Mohammad Bakir dan sejumlah pengurus lainnya. 

Pasar Rakyat di Kota Blitar akan berlangsung hingga Ahad besok. Para pengunjung bisa mendapatkan beberapa bahan sembako dengan harga lebih murah dari harga pasar. Kegiatan diselingi dengan panggung hiburan.

Redaktur     : A. Khoirul Anam

Kontributor: Imam Kusnin

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Syariah, Kyai, Pahlawan Ulama Salaf Online

Rabu, 10 Januari 2018

Gedung Aswaja Kota Pekalongan Diresmikan Penggunaannya

Pekalongan, Ulama Salaf Online. Bangunan megah dua lantai di atas lahan seluas 6.728 meter persegi Jalan Sriwijaya 2 Pekalongan, Ahad kemarin (7/11) diresmikan penggunaannya oleh Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah Drs H Mohammad Adnan, MA.

Gedung yang diberi nama Gedung Aswaja merupakan bangunan tahap pertama dari dua tahap yang direncanakan. Dimana pada tahap pertama ini yang sudah selesai dibangun ruang pengelola, ruang rapat mini dan sedang. Kemudian sarana pendukung berupa kantor unit usaha simpan pinjam syariah BMT SM NU dan kafe santri serta fasilitas area parkir.

Gedung Aswaja Kota Pekalongan Diresmikan Penggunaannya (Sumber Gambar : Nu Online)
Gedung Aswaja Kota Pekalongan Diresmikan Penggunaannya (Sumber Gambar : Nu Online)

Gedung Aswaja Kota Pekalongan Diresmikan Penggunaannya

Pembangunan tahap kedua berupa gedung pertemuan berkapasitas 2000 kursi yang terletak di belakang bangunan induk saat ini masih dalap tahap proses pengerjaan pondasi.

Ulama Salaf Online

Ketua PWNU Jateng sangat berharap gedung aswaja tidak sekedar untuk tempat rapat maupun pertemuan berskala besar, akan tetapi lebih dari itu gedung aswaja harus menjadi pusat penanaman nilai nilai aswaja, khususnya kepada generasi muda yang saat ini menjadi sasaran empuk kelompok teroris.

Ulama Salaf Online

"Gedung Aswaja harus bisa menjadi benteng terhadap maraknya kelompok aliran keras yang didengungkan oleh para teroris," ujarnya.

Dikatakan, PCNU dan warga Nahdliyyin Kota Pekalongan patut berbangga atas usaha keras pengurus dalam merealisasikan bangunan Gedung Aswaja yang cukup megah ini. Pasalnya, PWNU Jateng saja hanya memiliki bangunan di atas lahan seluas 3000 meter persegi, sedangkan kantor PCNU Kota Pekalongan dua kali lipatnya.

Tentu, yang terpenting adalah bagaimana memikirkan biaya operasionalnya dan mengisi kegiatan gedung aswaja untuk kepentingan dan kemaslahatan ummat, ujar Adnan.

Gedung Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) yang dimiliki Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan harus bisa menjadi sarana pelatihan dan pendidikan akhlak yang saat ini sedang krisis di kalangan generasi muda.

Jika ini bisa dilakukan, maka Kota Pekalongan akan dijadikan barometer dalam pembangunan akhlaq yang berbasis ajaran aswaja, dan PCNU PCNU yang lain harus bisa mencontohnya.

Lebih lanjut dikatakan, ideologi yang dibawa para teroris yang beraliran keras, sangat tidak tepat diterapkan di bumi Indonesia yang cinta damai. Maka sikap toleran, kebersamaan dan keadilan yang menjadi ciri khas ajaran aswaja harus bisa diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat.

Menurut Adnan, nama Gedung Aswaja membawa konsekuensi dalam bentuk kegiatan yang kongkrit dalam pembinaan ummat. Karena sikap sikap yang dikembangkan Nahdlatul Ulama secara prinsip beriringan dengan kebijakan pemerintah dalam menata masyarakat agar lebih baik dalam kehidupan sehari hari.

Acara peresmian yang ditandai dengan pengguntingan pita dihadiri oleh utusan Pengurus Ranting NU dan Pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) NU se Kota Pekalongan. Kemudian Pengurus cabang, Badan Otonom, lembaga dan lajnah tingkat cabang serta tamu undangan seperti Damndim 0710, Wakapolres Pekalongan Kota serta puluhan tamu undangan lainnya.

Momentum peresmian gedung aswaja sekaligus dimanfaatkan PCNU untuk menggelar musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) ke - 2 NU Kota Pekalongan tahun 2010. Beberapa agenda yang terkait dengan pengembangan gedung aswaja menjadi bahasan pokok dalam muskercab tersebut. Pasalnya, pembangunan gedung yang menghabiskan dana hingga milyaran rupiah belum termasuk rencana pembangunan gedung pertemuan.

Di samping itu, konsolidasi organisasi juga menjadi materi bahasan terkait adanya beberap ranting yang sampai saat ini belum melakukan reformasi pengurus, meski SK nya telah kedaluwarsa. Ditargetkan akhir 2010 ini masalah konsolidasi dapat tuntas dan rencana pelatihan manajemen pengurus yang dijadwalkan pada awal 2011 nanti bisa segera digelar.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Pekalongan H. Mohammad Bowo Leksono, SH., MM dalam  sambutannya mengatakan, warga nahdlliyin Kota Pekalongan harus jeli menangkap peluang terhadap program program pemerintah yang digulirkan, sehingga peran pembangunan masyarakat tidak saja menjadi kewajiban pemerintah saja, akan tetapi ada peran peran dari masyarakat yang harus dijalankan, sehingga bisa seiring dan sejalan

Bowo mengatakan, DPRD bersama Pemerintah Kota Pekalongan siap membantu berbagai kesulitan yang dialami Nahdlatul Ulama, termasuk terhadap persoalan penyelesaian pembangunan gedung pertemuan yang saat ini baru berupa pondasi.

Meski tidak sebesar tahun lalu, paling tidak bantuan ini dapat meringankan beban panitia pembangunan yang harus merogoh kocek tidak kurang dari 1,9 milyar untuk menyelesaikan pembangunan gedung pertemuan. (iz)

Hadir dalam acara pembukaan selain Ketua PWNU Jawa Tengah, juga Ketua DPRD Kota Pekalongan HM. Bowo Leksono, Anggota DPRD Kota Pekalongan mantan anggota dewan, sesepuh NU dan mantan aktifis NU, Rais dan Ketua PCNU Batang, Kabupaten Pekalongan dan Pemalang serta utusan dari lembaga, lajnah, banom NU Cabang dan utusan dari  WC Ranting NU se Kota Pekalongan. (iz)Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Pahlawan, Amalan Ulama Salaf Online

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ulama Salaf Online sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ulama Salaf Online. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ulama Salaf Online dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock