Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Maret 2018

Jangan Coreng Islam dengan Tindak Kekerasan

Brebes, Ulama Salaf Online. Islam terlahir dan berkembang bukan karena hunusan pedang. Ia pun hadir untuk kedamaian melalui penyempurnaan akhlak. Ritual berupa shalat, puasa, haji, zakat, dan bentuk ibadah lainnya semata-mata untuk perubahan akhlak.

Jangan Coreng Islam dengan Tindak Kekerasan (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Coreng Islam dengan Tindak Kekerasan (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Coreng Islam dengan Tindak Kekerasan

Demikian disampaikan Dr KH Abas Fuad Hasyim dari Buntet Pesanteren Cirebon, Jawa Barat, saat mengisi pengajian Maulud Nabi Muhammad SAW tingkat Kabupaten Brebes di Masjid Darul Muttaqin Desa Cikeusal Kidul, Kecamatan Ketanggungan, Brebes, Jawa Tengah, Kamis (29/1).

Kang Babas, demikian biasa disapa, mengajak kepada warga untuk tidak mencoreng Islam dengan melakukan tindak kekerasan. “Jangan marah, karena marah berasal dari setan,” kata Babas yang juga Wakil Ketua Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Ansor itu.

Ulama Salaf Online

Dia berharap umat Islam mampu menunjukan sebagai umat Nabi yang mengutamakan akhlakul karimah. Bisa santun, menebar kasih saying dan tidak mudah marah. “Bila dua kubu saling menyerang, maka kedua-keduanya akan masuk neraka,” tandas Babas seraya menyitir sebuah hadits.

Ulama Salaf Online

Hal senada disampaikan Ketua Lembaga Dakwah NU (LDNU) Kab Brebes K Agus Mudrik Khaelani Al Khafidz. Menurutnya, kehidupan akan terasa indah manakala dihiasi dengan kedamaian. Kenyamanan akan tercipta bila masyarakat bisa saling menjaga silaturahmi, saling menghargai, dan hidup rukun.

“Alangkah indahnya, pada saat ini juga tengah berkumpul antara ulama dan umara sebagai lambang kekuatan bangsa, kekuatan Brebes,” ungkap  Pengasuh Pondok Pesanteren Bustanul Arifin Bangbayang Bantarkawung itu.

Sementara Drs KH Dirjo Abdul Hadi menyampaikan pentingnya penghormatan kepada orang yang lebih tua dan menyayangi yang muda. Anak-anak jangan sampai durhaka kepada orang tua, demikian juga sebaliknya orang tua harus memberi contoh teladan yang terbaik bagi anak-anaknya. “Mau jadi apa kalau anak sampai durhaka pada orang tuanya,” tutur Ujo dalam bahasa yang kocak.

Peringatan Maulud Nabi mengambil tema menjalin persatuan, merajut persaudaraan demi terwujudnya masyarakat Brebes yang mandiri dan bermatarbat meski diguyur hujan deras namun pengunjung yang berjumlah ribuan orang itu tetap bertahan.

Bupati Brebes dalam kata sambutannya berharap kepada masyarakat Brebes untuk makin menguatkan persatuan dan kesatuan demi suksesnya pembangunan daerah. Pemerintahan tidak bisa berjalan kalau tidak ada dukungan dari umat. Untuk stabilitas keamanan dan keimanan harus sejajar demi mencapai kesuksesan bersama.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati memberikan santunan kepada 100 anak yatim piatu. Santunan diberikan secara simbolis karena tiba-tiba hujan turun dengan derasnya. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kapolres Brebes Ferdi Sambo, Kepala Kantor Kemenag Brebes Drs H Imam Hidayat MPdI, staf Ahli Bupati, para pejabat eselon II, III dan IV Kabupaten Brebes dan undangan lainnya. (Wasdiun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Lomba, News Ulama Salaf Online

Jumat, 23 Februari 2018

Ratusan Pendekar Se-Jawa-Bali Bertanding di UNU Sidoarjo

Sidoarjo, Ulama Salaf Online

Pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pencak Silat NU Pagar Nusa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) pada Senin (23/5) telah resmi dilantik. Pengukuhan tersebut bertepatan dengan pembukaan kejuaraan pencak silat Pagar Nusa Unusida Open 2016 se-Jawa-Bali yang diikuti sekitar 500 peserta dan tim pendamping.

Acara yang digelar di Hall Rahmatul Ummah Annahdliyah itu berlangsung selama 4 hari, 23-26 Mei 2016, dengan mempertandingkan lima kelas putra-putri dan dua kategori, yakni tarung dan seni.

Ratusan Pendekar Se-Jawa-Bali Bertanding di UNU Sidoarjo (Sumber Gambar : Nu Online)
Ratusan Pendekar Se-Jawa-Bali Bertanding di UNU Sidoarjo (Sumber Gambar : Nu Online)

Ratusan Pendekar Se-Jawa-Bali Bertanding di UNU Sidoarjo

Ilham Athoillah, ketua UKM yang juga ketua panitia kejuaraan tersebut mengatakan, Unusida Open 2016 merupakan program kerja pertama UKM yang dipimpinnya yang sengaja dilaksanakan bersamaan dengan acara pengukuhan.

Ulama Salaf Online

Wakil Bupati Sidoarjo H. Nur Ahmad Saifudin yang merupakan mantan ketua Pimpinan Cabang PSNU Pagar Nusa Sidoarjo membuka secara resmi Unusida Open 2016, yang ditandai dengan pemukulan gong pertandingan dan diiringi Shalawat Nabi.

Cak Nur, sapaan Wakil Bupati Sidoarjo, saat memberi sambutannya di depan para peserta menyampaikan, pendekar Pagar Nusa merupakan benteng NU dan NKRI, karena itu masa depan NU dan Indonesia salah satunya berada di pundak mereka. "Kalian-kalianlah yang menjaga masa depan NU dan keutuhan NKRI dari berbagai hal yang mengancam," tegasnya.

Ulama Salaf Online

Menurut Cak Nur, Pagar Nusa merupakan organisasi yang punya andil besar dalam membentuk karakter, terutama membentuk mental para pemimpin. Diharapkan para peserta yang sebagian besar masih berstatus pelajar dan mahasiswa kelak menjadi manusia yang memiliki jiwa besar.? ? ? ?

?

Dukungan pun datang dari Rektor Universitas NU Sidoarjo Dr. Fatkul Anam. Ia berharap, ajang kejuaraan tersebut menjadi agenda tahunan UKM Pagar Nusa UNU Sidoarjo. "Ini salah satu agenda yang mudah-mudahan bisa jadi agenda tahunan," ungkapnya. (Aprilia Zahrani/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Hikmah, News Ulama Salaf Online

Jumat, 16 Februari 2018

ISNU Tolak Keberadaan LGBT

Jakarta, Ulama Salaf Online - Ketua Dewan Pembina Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU)Mahfud MD mendukung penolakan terhadap keberadaan kaum lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT). Menurutnya, selain bertentangan dengan nilai-nilai agama, juga tidak sejalan dengan Undang-undang Dasar (UUD) 1945.

"HAM tak selalu mutlak-universal. LGBT bertentangan dengan nilai ketuhanan, moralitas, dan budaya Indonesia. Pasal 28J (UUD)," ujar Mahfud dalam akun Twitter pribadinya, Senin (25/1).

ISNU Tolak Keberadaan LGBT (Sumber Gambar : Nu Online)
ISNU Tolak Keberadaan LGBT (Sumber Gambar : Nu Online)

ISNU Tolak Keberadaan LGBT

Berbicara mengenai LGBT, menurutnya, seharusnya menjadi kepedulian bersama. Bukan hanya bidang-bidang ilmu tertentu. Ia mengingatkan, berbicara ihwal keberadaan LGBT berbeda dengan mengamati.

Pakar Hukum Tata Negara yang juga mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu juga menulis, LGBT merupakan perilaku yang berbahaya dan menjijikan. Namun, untuk penangannya, ia menilai, tidak perlu berlebihan, misalnya dengan pengawalan Brimob. Berbicara mengenai LGBT yang semakin marak, ia mempertanyakan ihwal penerimaan kaum-kaum tersebut dari moralitas nilai-nilai agama.

Ulama Salaf Online

"Apakah moralitas nilai-nilai agama kita sekarang sudah menerima LGBT?," tulisnya.

Ulama Salaf Online

Hal senada juga diungkapkan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir bahwa kelompok LGBT tidak boleh masuk kampus.

"Masa kampus untuk itu? Ada standar nilai dan standar susila yang harus dijaga. Kampus adalah penjaga moral," katanya, seperti dikutip Antara belum lama ini.

Pernyataan Menteri Nasir mengemuka sebagai reaksi atas keberadaan gerakan Support Group and Resource Center on Sexuality Studies (SGRC) di kampus Universitas Indonesia yang menawarkan konseling bagi kelompok LGBT.

"Begitu dapat informasi, saya langsung hubungi Rektor UI. Ternyata, kegiatan itu tidak mendapatkan izin dari UI," ujarnya.

Beberapa hari terakhir, nama SGRC UI (Support Group and Resource Center on Sexuality Studies Universitas Indonesia) menjadi perbincangan publik di media sosial. SGRC UI mengklaim sebagai organisasi yang memberikan konseling dan edukasi bagi pelaku LGBT. SGRC UI juga membantah sebagai organisasi yang melindungi dan menyebarkan perilaku orientasi seksual menyimpang.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Ubudiyah, News Ulama Salaf Online

Kamis, 15 Februari 2018

Bersama Ansor, LTM Sertifikasi Masjid NU di Jombang

Jombang, Ulama Salaf Online. Lembaga Tamir Masjid NU Jombang dibantu pemuda Ansor setempat melakukan pendataan jumlah masjid dan musholla milik warga NU. Kegiatan ini dilakukan untuk mengamankan tempat ibadah warga yang biasa mengamalkan ajaran Aswaja An-Nahdliyah ini sebagai aset NU.

Bersama Ansor, LTM Sertifikasi Masjid NU di Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersama Ansor, LTM Sertifikasi Masjid NU di Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)

Bersama Ansor, LTM Sertifikasi Masjid NU di Jombang

"Ke depan kita keluarkan sertifikasi atas pendataan masjid dan mushola yang sudah dilakukan. Sertifikasi itu merupakan bentuk pengamanan asset. Sehingga aset milik NU tidak diambil kelompok lain," ujar Ketua LTMNU Jombang AH Sutari saat pelatihan manajemen masjid bersama GP Ansor Jombang di aula MAN Tambakberas, Ahad (8/2).

Sutari menambahkan, data masjid dan musholla NU yang telah masuk di mejanya sebanyak 2000. Data ini murni yang mengisi adalah takmir masjid dan musholla sendiri. "Kita tinggal mencocokkan dan segera mengeluarkan sertifikasi saja. Ke depan harapannya dengan pelatihan bersama Ansor ini ada penggerak di setiap masjid dan musholla," ujar Sutari.

Ulama Salaf Online

Ketua GP Ansor Zulfikar D Ikhwanto meminta seluruh kader Ansor memfungsikan masjid dan musholla sebagai basis kegiatan kader-kader NU. Tidak hanya itu, diharapkan setiap masjid dan musholla ada Banser yang menjadi penggerak. "Saya sudah intruksikan, minimal satu masjid dan musholla ada 2 Banser. Di samping untuk menjaga aset, Banser harus bisa menjadi penggerak kegiatan," ujarnya.

Keberadaan tempat ibadah milik warga NU, lanjut Gus Antok, menjadi tanggung jawab Ansor bersama Bansernya. "Apalagi seluruh Banom NU bisa menjadikan musholla menjadi semacam sekretariat, sehingga tidak ada lagi kelompok yang bertentangan dengan Pancasila berani mengambil atau menguasai aset milik NU," tandasnya.

Ulama Salaf Online

Ketua PCNU Jombang KH Isrofil Amar meminta LTM dan Ansor lebih giat lagi untuk meramaikan kegaiatan berbasis masjid dan musholla. "Sudah seharusnya yang menjaga aset dan menjadi penggerak masjid musholla milik warga NU adalah Ansor bersama Bansernya. Jangan sampai masjid dan musholla malah diisi kelompok lain," ujarnya saat membuka kegiatan.

Peserta pelatihan ini terdiri atas pengurus masjid, pengurus MWCNU, pengurus Ansor tingkat anak cabang. Mereka menerima materi penataan organisasi masjid, manajemen dan fungsi masjid dalam kehidupan bermasyarakat. (Muslim Abdurrahman/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Pemurnian Aqidah, News, Nahdlatul Ulama Salaf Online

Rabu, 07 Februari 2018

P3M Turut Bicara Masjid

Bantul, Ulama Salaf Online. Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) melalui direkturnya, Anas Saidi, turut membincang hubungan NU dengan masjidnya. Anas menilai orang NU tidak memanfaatkan masjid dengan baik.

“Kita terlalu terlena dengan keadaan yang katanya mayoritas, sehingga kita tidak memanfaatkan masjid dengan baik," ujar Anas yang juga peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), di Pesantren Al-Muhsin, Krapyak Wetan-Sewon, Bantul, Rabu (13/3).

P3M Turut Bicara Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
P3M Turut Bicara Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

P3M Turut Bicara Masjid

Padahal, lanjut Anas, masjid itu  bisa menjadi tempat yang strategis jika dikelola dengan baik, displin, dan istiqamah. 

Ulama Salaf Online

Sebelumnya, dalam acara yang sama, KH Masdar Arif Mas’udi mengungkapkan bahwa jika ingin membangun umat harus dimulai dari masjid.

“Kalau kita ingin membangun umat, mulailah dari masjidnya. Masjid itu menjadi potret umat Islam. Kalau ingin tahu bagaimana kondisi umat Islam, lihatlah masjidnya," jelas Rais Syuriah PBNU itu. 

Ulama Salaf Online

Acara diskusi tentang kemasjidan tersebut terselenggara hasil kerja sama PC LTMNU Kabupaten Bantul dan Perhimpunan Pengembangan Pesantren (P3M)DIY. Acara yang diikuti puluhan orang tersebut dimulai Rabu siang dan berakhir Jumat, 15 Maret. 

“Dalam rangka menyambut 1 abad NU  tahun 1926 mendatang, sudah seharusnya NU bertumpu pada dua kaki, yakni pesantren masjid dan pesantren. Pesantren sebagai rujukan kultural dan keilmuan sedangkan masjid sebagai rujukan struktural kegiatan,” Kiai Masdar.

Di pelbagai daerah, Kiai Masdar bersama LTM NU, Lazis NU, dan lain-lain kembali giat mensyiarkan masjid sebagai pusat aktivitas umat dalam banyak bidang. Semoga dengan turutnya P3M mengusung tema masjid, gerakan "kembali ke masjid" yang dipelopori LTM NU, menjadi makin kuat.



Redaktur      : Hamzah Sahal

Kontributor  : Rokhim Bangkit 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online News, Pahlawan Ulama Salaf Online

Kamis, 18 Januari 2018

Santri Diharapkan Bantu Mendorong Masyarakat Hidup Sehat

Surabaya, Ulama Salaf Online. Ikhtiar mengantisipasi dan mencegah penyebaran penyakit pada santri di pondok pesantren menjadi perhatian pemerintah. Para santri pun diharapkan dapat membantu mendorong masyarakat sekitar agar berperilaku hidup bersih dan sehat.

Demikian diungkapkan Menteri Kesehatan (Menkes) Fadila Supari saat berkunjung ke Pondok Pesantren At-Tauhid, Sidosermo, Surabaya, Ahad (25/2) kemarin. Dalam kunjungan ke Ponpes pimpinan KH Mas Mansyur itu, Menkes juga sekaligus meresmikan program Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren).

“Dengan program ini. Paling tidak, para santri bisa memberikan motivasi, inspirasi dan katalisator dalam menghimpun sumber daya masyarakat dalam berprilaku hidup sehat. Sekaligus dapat menyukseskan pembangunan kesehatan,” kata Menkes menyerahkan sejumlah alat-alat kesehatan dan obat-obatan, terutama untuk penyakit demam berdarah dan flu burung.

Santri Diharapkan Bantu Mendorong Masyarakat Hidup Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Diharapkan Bantu Mendorong Masyarakat Hidup Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Diharapkan Bantu Mendorong Masyarakat Hidup Sehat

Sementara, Pengasuh Ponpes At-Tauhid KH Mas Mansyur mengaku cukup bangga Ponpesnya dipilih pemerintah untuk mengembangkan Poskestren. Ia berjanji, keberadaan poskestren itu, tidak hanya dimanfaatkan santri, melainkan juga masyarakat sekitar.

“Poskestren ini nanti akan kami kelola secara profesional oleh para santri-santri sendiri. Dan petugas kesehatannya akan didatangkan langsung dari Dinas Kesehatan dan dari pesantren sendiri dalam menangani pasien,” ujar Kiai Mansyur.

Ulama Salaf Online

Selain bisa memberikan pelayanan kesehatan pada santri dan masyarakat, Kiai Mansyur berharap, santri-santri nantinya juga mendapat bimbingan penyuluhan dan pelatihan dalam menangani pasien oleh Dinas Kesehatan. “Paling tidak para santri bisa mengerti bagaimana memberikan penanganan pada pasien dan memberikan pertolongan pertama,” harapnya.

Bantu Program Pemerintah

Ulama Salaf Online



Pada bagian lain, Menkes menambahkan, data di Dinas Kesehatan Nasional, sedikitnya terdapat 14.798 ponpes di seluruh Indonesia dengan jumlah santri sekitar 2.057.814. “Dengan jumlah tersebut keberdaan santri cukup membantu program kesehatan pemerintah. Ke depan, keberadaan santri ketika sudah berbaur dengan masyarakat bukan hanya membawa pesan agama tapi juga menyampaikan pesan kesehatan,” ungkapnya usai menyerahkan dana sebesar Rp 200 juta untuk pembangunan Poskestren.

Dengan berdirinya Poskestren itu, Menkes mengatakan, pemahaman pemberdayaan masyarakat akan sadarnya kesehatan harus diberikan sejak dini. Yakni, dengan memberikan pengarahan pada para santri yang notabenenya adalah pelajar. Menurutnya, keberadaan santri dan ponpes untuk membantu program kesehatan pemerintah dalam memberantas penyakit menular harus mulai diberdayakan.

“Selama ini yang menjadi perhatian dari pemerintah untuk memberdayakan program kesehatan kebanyakan pos-pos kesehatan atau RSUD. Dengan Poskestren keberadaan santri dalam membantu program kesehatan nasional juga ikut terdorong,” terang Menkes. (duta)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online News Ulama Salaf Online

Minggu, 31 Desember 2017

Dilantik, Forum Guru Ngaji Majalengka Tegaskan Pertahankan Aswaja

Majalengka, Ulama Salaf Online. Pengurus Forum Silaturahmi Guru Ngaji (FSGN) Kabupetan Majalengka resmi dilantik, Kamis (13/03) di Pondok Pesantren Al-Mizan Majalengka, Jawa Barat.

Pelantikan dipimpin langsung oleh KH. Adang Badrudin (Abah Cipulus) pengasuh Pesantren Al-Hikamussalafiyah, Cipulus, Purwakarta selaku Ketua Umum DPP FSGN Jawa Barat didampingi oleh KH Maman Imanulhaq, pengasuh Pesantren Al-Mizan sekaligus Ketua Dewan Penasehat FSGN Kabupaten Majalengka dan jajaran pengurus DPP FSGN lainnya.

Dilantik, Forum Guru Ngaji Majalengka Tegaskan Pertahankan Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Dilantik, Forum Guru Ngaji Majalengka Tegaskan Pertahankan Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Dilantik, Forum Guru Ngaji Majalengka Tegaskan Pertahankan Aswaja

Dalam sambutannya, KH. Adang Badrudin berpesan agar pengurus dan anggota FSGN Majalengka yang baru dilantik dapat solid dalam menjalankan amanat organisasi sebagai wadah perjuangan bagi guru-guru ngaji yang selama ini kerapkali masih diabaikan.

Ulama Salaf Online

Sementara itu ketua terpilih Forum Silaturahmi Guru Ngaji (FSGN) Kabupaten Majalengka, M Zanel Muhyidin, menyebutkan bahwa salah satu perjuangan FSGN adalah memperjuangkan dan mempertahankan serta melestarikan paham  dan aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) dengan berpedoman kepada Al-Qur’anul Karim, Hadits Nabi, Ijma Ulama dan Qiyas Mu’tabar.

Ulama Salaf Online

“Kita berupaya membentengi dan menjaga tradisi salafussolihin dan kearifan tradisi lokal masyarakat,” tegasnya.

Lebih jauh disebutkan, forum guru ngaji ini mencakup seluruh guru ngaji baik yang mengajar ngaji di  pondok pesantren, majlis ta’lim, masjid jami’ , mushola, dan rumah. 

Selanjutnya menurut Zaenal, agar forum ini sampai ke akar rumput dan dapat dirasakan manfaatnya  maka ditingkat kecamatan dan desa akan dibentuk  juga FSGN. 

“Kita akan akan wadahi, fasilitasi, dan perjuangkan nasib guru-guru ngaji di pelosok kampung-kampung yang selama ini telah konsisten tulus mengabdi mencerdaskan umat, walaupun nasib mereka tidak pernah ada yang memperhatikan,” pungkas kang Zaenal. (Ade Duryawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Amalan, News Ulama Salaf Online

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ulama Salaf Online sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ulama Salaf Online. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ulama Salaf Online dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock