Tampilkan postingan dengan label Pondok Pesantren. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pondok Pesantren. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Maret 2018

Berdoalah, Perkara Terkabul Urusan Allah

Pringsewu, Ulama Salaf Online. Allah SWT sudah menentukan bahwa segala sesuatu di dunia ini sudah diatur dan dibagi sesuai qodrat irodat-Nya. Manusia hanya berusaha untuk melakukan ikhtiar dan tawakkal terhadap ketentuan ini. Bentuk usaha tersebut dapat dilakukan dengan berdoa agar diberi yang terbaik oleh-Nya.

"Perlu dipahami bahwa pada dasarnya doa yang kita panjatkan tidak akan mempengaruhi apa yang dikehendaki oleh Allah SWT. Itu adalah hak prerogratif-Nya dan kita harus menyadarinya jika doa kita tidak dikabulkan oleh Allah SWT," demikian pernyataan Mustasyar MWCNU Adiluwih, Kabupaten Pringsewu, Lampung, KH Solikhin Thohir dalam Jihad Pagi di Gedung NU Pringsewu, Minggu (24/1).

Berdoalah, Perkara Terkabul Urusan Allah (Sumber Gambar : Nu Online)
Berdoalah, Perkara Terkabul Urusan Allah (Sumber Gambar : Nu Online)

Berdoalah, Perkara Terkabul Urusan Allah

Lalu kenapa kita dianjurkan dalam Al-Quran untuk berdoa dan selalu mengharapkan ridho dari Allah SWT? "Kita ini makhluk yang lemah. Karena kelemahan itulah maka kita minta perlindungan dan pertolongan Allah dengan berdoa," lanjut alumni Pesantren Lirboyo Jawa Timur ini.

Ulama Salaf Online

Selain karena manusia makhluk yang lemah, berdoa juga merupakan sebuah perintah langsung dari Allah. Karenanya, maka prinsip kita adalah melaksanakan segala perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. “Perkara hasil serahkan kepada-Nya," ujarnya.

Ulama Salaf Online

Tema tasawuf yang diangkat pada kesempatan tersebut mengingatkan segenap jamaah untuk menyadari bahwa Allah berkehendak untuk memberikan Rahmat-Nya kepada orang yang dikehendaki-Nya. Dan sebaliknya Allah juga berkehendak untuk mencabut rahmat dari orang yang diinginkannya.

Jadi, kata dia, jangan merasa Amal kita sudah baik dan diterima. Bisa jadi amal yang kita lakukan akan ditolak semua di akhir hidup kita. Dan juga jangan menganggap amal orang lain tidak baik karena bisa jadi mereka akan dirahmati Allah dengan husnul khotimah.

Oleh karenanya, Kiai Solihin mengajak jamaah untuk senantiasa berdoa agar kehidupan yang sedang dijalani ini bermuara kepada kondisi akhir yang husnul khotimah. "Mari sisa umur yang kita miliki digunakan untuk menuju keridoan-Nya. Segala yang di dunia ini bukan milik kita. Kita hanya mengaku-ngaku, tapi sebenarnya tidak memiliki. Semua akan kembali kepada Nya," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Humor Islam, Berita, Pondok Pesantren Ulama Salaf Online

Senin, 19 Februari 2018

“Ya Lal Wathan” Segera Jadi Lagu Perjuangan Nasional

Jombang, Ulama Salaf Online - Setidaknya ada enam lagu baru yang akan? ditetapkan sebagai lagu perjuangan nasional oleh Kementerian Sosial, salah satunya adalah "Ya Ahlal Wathan" atau yang kerap disebut “Ya ‘Lal Wathan” karya KH Abdul Wahab Chasbullah.

"Kini dalam proses penyelesaian oleh tim sebelum nanti ditetapkan jelang peringatan hari pahlawan, 10 November 2016," ujar Menteri Sosial RI, Khofifah Indar Parawansah saat menghadiri Haul pendiri , penggerak NU, KH Wahab Chasbullah ke-45 di Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Sabtu (13/8) malam.

“Ya Lal Wathan” Segera Jadi Lagu Perjuangan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
“Ya Lal Wathan” Segera Jadi Lagu Perjuangan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

“Ya Lal Wathan” Segera Jadi Lagu Perjuangan Nasional

Mensos menambahkan, lagu Cinta Tanah Air yang diciptakan KH Wahab Chasbullah ini menurutnya layak untuk menjadi salah satu lagu nasional. Karena menggelorakan semangat cinta tanah air yang sangat luar biasa. (Unduh Lagu Ya Lal Wathan di Sini)

"Kita tahu lagu-lagu nasional sejak lama tidak ada perubahan, sejak saya duduk di SD lagu-lagu nasional tidak ada perubahan. Ketika lagu ini saya perdengarkan ke tim yang sudah menggodok ternyata layak untuk dijadikan lagu nasional," imbuh Khofifah yang datang bersama pejabat Direktorat Jenderal Kepahlawanan dari Kementerian Sosial.

Ulama Salaf Online

Menurutnya, untuk dapat menjadi lagu perjuangan nasional, maka ada sejumlah syarat yang harus dilalui, di antaranya aransemen. "Kami telah menyiapkan aransemen dan partitur lagu tersebut," kata perempuan yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU ini.

Demikian pula syair lagu yang awalnya berbahasa Arab, maka harus digubah ke bahasa Indonesia. "Karena kalau tetap berbahasa Arab, kami khawatir ini dikira lagunya ISIS. Itu kan bahaya," katanya disambut tawa hadirin.

Persyaratan lain yang mesti dilalui dalam penetapan ini adalah izin dari pihak keluarga. Jika direstui untuk diubah, kata Khofifah, maka lagu Ya Ahlal Wathon akan menjadi salah satu dari 6 lagu yang sekarang dalam penyelesaian oleh tim.

Ulama Salaf Online

“Saat ini sudah ada 5 lagu, jika disetujui pihak keluarga maka akan ada 6 lagu nasional. Salah satunya lagu Ya Ahlal Wathan," kata Menteri yang dikenal dekat dengan Presiden KH Abdurrahman Wahidini.

Lagu Ya Ahlal Wathan diciptakan Mbah Wahab sekitar tahun 1916, saat aktif dalam dunia pergerakan kebangsaan di Surabaya. Lagu ini selalu dinyanyikan siswa atau santri Madrasah Nahdlatul Wathan di Surabaya.

?

Khofifah pun mengatakan, sebelumnya sudah meminta elemen yang ada di NU agar selalu menyanyikan lagu ini saat mengadakan acara. Seperti acara diklat, seminar, maupun lainnya. "PMII, Fatayat, Muslimat sudah kami minta menyanyikan lagu ini saat acara," katanya.

?

Haul Mbah Wahab kali ini mengambil tema mengukuhkan hubbul wathan minal iman. Tampak hadir Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj, Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko dan pejabat yang lain. (Muslim Abdurrahman/Ibnu Nawawi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Jadwal Kajian, Hikmah, Pondok Pesantren Ulama Salaf Online

Senin, 12 Februari 2018

Organisasi yang Rutin Berkumpul Tambah Daya Gedor Perjuangan

Banyuwangi, Ulama Salaf Online



Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Kelurahan Karangrejo mengadakan pengajian rutin. Pekan ini mereka menggelarnya di masjid Al-Ikhlas, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, Senin (9/10) malam.

Organisasi yang Rutin Berkumpul Tambah Daya Gedor Perjuangan (Sumber Gambar : Nu Online)
Organisasi yang Rutin Berkumpul Tambah Daya Gedor Perjuangan (Sumber Gambar : Nu Online)

Organisasi yang Rutin Berkumpul Tambah Daya Gedor Perjuangan

Turut hadir pada pengajian rutin dua mingguan itu pengurus Syuriah dan Tanfidziyah serta puluhan warga mulai. Kegiatan diawali dengan pembacaan surat Al-Waqiah, Rotibul Haddad, dan istighosah bersama. Kemudian pengajian umum sekaligus pembekalan dari Rais Syuriah Tanfidziyah.

Ketua PRNU Kelurahan Karangrejo Ahmad Thoyib mengatakan, dengan adanya rutinan organisasi seperti itu, akan menambah daya gedor perjuangan.

Ulama Salaf Online

"Apa pun gerakannya, sebesar apapun massanya, jika tidak diimbangi dengan perkumpulan rutin, hanya omong kosong," tegasnya. 

Ia menambahkan, dengan agenda kegiatan seperti ini PRNU Kelurahan Karangrejo mampu membaca perubahan, peluang, dan tantangan terbaru secara up to date.

"Seperti malam ini, kita dapat merapatkan persiapan agenda kegiatan menyongsong Hari Santri Nasional (HSN). Serta mampu merekrut masyarakat sekitar untuk terlibat dalam struktural organisasi NU lebih giat. Tak kalah penting juga menambah persaudaraan antar pengurus dan anggota baru," terang Thoyib.

"Semoga kegiatan ini selalu diberikan keistiqomahan. Karena istiqomah lebih baik daripada seribu karomah. Juga dengan amalan yang istiqomah ini, Allah lebih menyukai meskipun sedikit," tutup Thoyib.

Dalam kesempatan ini juga dihadiri oleh perwakilan jajaran pengurus cabang Rijalul Ansor Ahmad Sugiono. Serta pengurus PAC IPNU Kecamatan Banyuwangi. (M. Sholeh Kurniawan/Abdullah Alawi)

Ulama Salaf Online





Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Humor Islam, Kajian, Pondok Pesantren Ulama Salaf Online

Sabtu, 03 Februari 2018

Hari Anak Nasional, RSI Siti Hajar Gelar Lomba Kreativitas

Sidoarjo, Ulama Salaf Online - Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo mengadakan berbagai lomba kreativitas anak secara gratis. Perlombaan ini rencananya digelar pada Ahad, 7 Agustus 2016, sejak pagi.

Panitia acara Reza Ahmadi menyebutkan, lomba yang akan digelar di antaranya lomba mewarnai, lomba fashion show, dan festival rebana.

Hari Anak Nasional, RSI Siti Hajar Gelar Lomba Kreativitas (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Anak Nasional, RSI Siti Hajar Gelar Lomba Kreativitas (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Anak Nasional, RSI Siti Hajar Gelar Lomba Kreativitas

Lomba mewarnai (ibu dan anak kategori, PG/TK/RA. Peserta yang mengikuti lomba diharap membawa peralatan sendiri seperti meja dan crayon noncarandas.

Ulama Salaf Online

"Untuk? lomba fashion show (ibu dan anak) kategori PG/TK/RA juga gratis, pesertanya pun terbatas. Peserta yang ikut fashion show dimohon memakai pakaian dengan tema batik Muslim atau Muslimah," kata Reza, Selasa (19/7).

Ia menambahkan, untuk festival rebana kontemporer kategori SMP/ MTs-SAM/MA, peserta membawakan satu lagu bebas dan satu lagu wajib yaitu mars Syubbanul Wathan. Peserta membawa peralatan sendiri seperti rebana dan alat musik elektrik.

Ulama Salaf Online

"Peserta yang sudah konfirmasi pendaftaran bisa registrasi ulang 30 menit sebelum acara (mengingat peserta terbatas). Peserta mendapatkan snack dan softdrink. Seluruh peserta merebutkan juara 1 hingga harapan 3 dan juara favorit, plus uang pembinaan. Untuk konfirmasi pendaftaran bisa hubungi Resty di nomor kontak 085748485444 dan Machfud? dengan nomor 085655264048," tutupnya. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Humor Islam, Ulama, Pondok Pesantren Ulama Salaf Online

Jumat, 29 Desember 2017

Kebesaran Jamaah Aswaja Bisa Melengahkan

Jombang, Ulama Salaf Online. Aqidah Ahlussunah wal Jamaah secara substantif telah ada sejak zaman sahabat. Pendiri madzhab ini, Imam Abu al-Hasan Al-Asy’ari, lalu menyusun doktrinnya secara sistematis, sehingga menjadi pedoman atau madzab resmi umat Islam.

Demikian disampaikan Ketua Aswaja NU Center Jombang Ustadz Yusuf Suharto saat mengisi Sekolah Aswaja yang digelar PYF (Pro Yakin Fondation) bersama Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama Jatirejo dan Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jombang, Ahad (10/5) malam.

Kebesaran Jamaah Aswaja Bisa Melengahkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kebesaran Jamaah Aswaja Bisa Melengahkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kebesaran Jamaah Aswaja Bisa Melengahkan

“Kita jangan ragu berpaham Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja). Karena selain paham yang mayoritas dianut muslimin didunia, Aswaja ini secara sanad (mata rantai) keilmuan paling jelas dibanding paham-paham yang lain, bahkan mereka itu tidak mempunyai mata rantai sehingga paham mereka perlu dipertanyakan kebenarannya,” tambahnya.

Ulama Salaf Online

Tapi, menurutnya, jumlah yang sangat besar di dunia bisa melengahkan para penganutnya. Sehingga, tingkat militansi dakwahnya bisa tertinggal dari kelompok-kelompok Islam non-moderat yang berseberangan dengan paham Aswaja.

“Kenapa NU sekarang terlihat adem-ayem, secara amaliah kalah dengan HTI, PKS yang tiap hari jamaah terkontrol, puasa Senin-Kamisnya juga. Kenapa? Mungkin dikarenakan kita terlalu asyik dengan jumlah kita yang banyak,” ujarnya.

Ulama Salaf Online

Sekrteris Perstuan Guru NU (Pergunu) Jombang ini menilai, sebanyak 80 persen Muslim di dunia adalah penganut paham Aswaja, ada yang berafiliasi ke Imam Ahmad bin Hanbal dan Imam Abu al-Hasan Al-Asy’ari. “Kita terlalu gemuk hingga untuk jalan saja susah,” tuturnya.

Sekolas Aswaja kali ini mengusung tema “Memperkuat Paham Ahlussunah wal Jamaah di Era Globalisasi”. Sekolah Aswaja diagendakan hingga 6 kali pertemuan yang diselenggarakan satu bulan sekali di Rumah Belajar PYF, Pacolgowang, Jombang, Jawa Timur.

Menurut H Abdul Rojak, ketua PYF, Sekolah Aswaja penting diadakan untuk memberi wawasan kepada mahasiswa yang kini hampir tidak pernah mendikusikan masalah-masalah yang berhubungan dengan Aswaja. Sekolah Aswaja diharapkan mampu mengarahkan mahasiswa agar tidak terjerumus ke aliran-aliran yang mengatasnamakan Aswaja namun dalam praktiknya jauh dari nilai-nilai Aswaja yang moderat dan toleran. (Aldo/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Pondok Pesantren, Warta, Hadits Ulama Salaf Online

Minggu, 24 Desember 2017

Gelar Kirab Kebangsaan, Kader NU Siap Perkokoh Aswaja dan NKRI

Kudus, Ulama Salaf Online. Sedikitnya 5000 kader NU mengikuti Kirab kebangsaan yang diadakan PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Jati Kudus, Sabtu (2/5) lalu. Dengan dilepas ketua PCNU Kudus H Abdul Hadi, mereka yang terdiri dari pelajar NU, anggota GP Ansor, IPNU-IPPNU ini berjalan santai beriringin berseragam identitas sesuai organisasinya.

Lima grup drum band tampil sepanjang jalan menambah kesemarakan kirab yang menempuh rute start-finish di halaman Masjid Wali Loram Kulon Jati Kudus. Diakhir acara, panitia mengundi ratusan hadiah sebagai door prize bagi peserta yang beruntung.

Gelar Kirab Kebangsaan, Kader NU Siap Perkokoh Aswaja dan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar Kirab Kebangsaan, Kader NU Siap Perkokoh Aswaja dan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar Kirab Kebangsaan, Kader NU Siap Perkokoh Aswaja dan NKRI

Menurut panitia, Dwi Saifullah, kirab kebangsaan ini dalam rangka harlah ke-92 NU dan ke-81 GP Ansor dan menyambut pengukuhan pengurus baru PAC GP Ansor, dan IPNU-IPPNU Kecamatan Jati. Tujuannya, untuk meneguhkan perjuangan kader NU dalam memperkokoh Aswaja dan Negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ulama Salaf Online

"Kader muda NU harus selalu berada dalam baris terdepan mengawal dan menjaga Aswaja dan NKRI," ujarnya kepada Ulama Salaf Online.

Ulama Salaf Online

Pada kesempatan itu, Sekretaris PC GP Ansor Kudus, Suparno, membacakan empat komitmen kader ? NU di dalam memperkokoh ideologi Aswaja dan NKRI. Yaitu Kader NU mengakui NKRI adalah harga mati, Pancasila sebagai ideologi Negara, Aswaja an-Nahdliyah sebagai ideologi keislaman, dan menolak paham radikalisme serta ISIS di bumi Nusantara.

"Keempat komitmen ini menjadi pegangan kader NU dalam berjuang dan mengabdi kepada bangsa, agama, negara dan masyarakat," tegasnya.

Sehari sesudahnya Ahad (3/5), kegiatan dilanjutkan dengan pelantikan dan rapat kerja pengurus GP Ansor, IPNU dan IPPNU Kecamatan Jati di Gedung Muslimat NU Ranting Loram Kulon. Usai pelantikan, mereka mengadakan rapat kerja guna merumuskan program kerja selama satu periode ke depan.

Dalam acara itu, kegiatan diisi ceramah ilmiah yang disampaikan pengurus Pimpinan Pusat GP Ansor ? H Ahmad Nadhif Abdul Mujib. Hadir pada kesempatan itu, Wakil ketua PWNU Jateng H Hasyim Asyari, PC GP Ansor Kudus, Camat Jati, MWCNU Jati dan ratusan kader dari tiga badan otonom NU tersebut. (Qomarul Adib/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Pondok Pesantren, Kajian Islam, Sunnah Ulama Salaf Online

Jumat, 22 Desember 2017

Masjid Harus Jadi Pusat Ekonomi Umat

Jakarta, Ulama Salaf Online. Sudah waktunya umat Islam membuat masjid-masjid di seluruh tanah air lebih berdaya sehingga mampu menjadi pusat-pusat pemberdayaan ekonomi umat, kata Khatib Aam PBNU Prof Dr Nasaruddin Umar.

"Di Turki, hampir semua mesjid mengelola supermarket sehingga masjid bisa mandiri dan membiayai ulama dan dakwahnya, dan selanjutnya memberdayakan umatnya. Itu yang harus dicontoh," kata Nasaruddin kepada wartawan di Jakarta, Rabu.

Nasaruddin yang juga Dirjen Bimas Islam, Depag tersebut menyatakan bahwa potensi yang ada dalam masyarakat Islam untuk membuat sekitar 643 ribu masjid di Indonesia lebih berdaya, sangat besar, sayangnya selama ini bersifat pasif.

Masjid Harus Jadi Pusat Ekonomi Umat (Sumber Gambar : Nu Online)
Masjid Harus Jadi Pusat Ekonomi Umat (Sumber Gambar : Nu Online)

Masjid Harus Jadi Pusat Ekonomi Umat

Dari suatu penelitian, potensi zakat dari umat Islam Jabotabek jika diberdayakan mampu membangun lima masjid Istiqlal setiap tahun, yang berarti umat seharusnya mampu menjadikan masjid sebagai pusat pemberdayaan ekonomi Islam.

Sementara itu, potensi wakafnya juga sangat berlimpah ruah dengan total tanah wakaf seluas 600km2 sama dengan luas negara Singapura yang kalau saja diberdayakan akan membuat umat Islam lebih mandiri dalam perekonomiannya.

"Di Mesir, pemerintahnya bahkan meminjam modal kepada Lembaga wakaf Yayasan Al Azhar Mesir, ini mencerminkan bagaimana kemampuan yayasan wakaf jika saja diberdayakan," kata tokkoh asasal Sulsel tersebut.

Ulama Salaf Online

Paradigma umat memberdayakan masjid seperti selama ini, ujarnya, harus dibalik menjadi masjid memberdayakan umat dan karena itu mesjid harus berdaya.

Guru besar UIN Syarif Hidayatullah tersebut juga mengandaikan Dana Abadi Umat (DAU) lebih digunakan untuk memberdayakan umat dalam arti yang sebenarnya, bukan untuk hal-hal yang tak berhubungan dengan pemberdayaan umat seperti dilakukan di masa lalu.

Mengenai dipisahkannya Ditjen Bimas Islam dari Ditjen Penyelenggaraan Haji, ia juga menyatakan puas karena dengan cara ini masalah pemberdayaan umat yang selama ini tertutup oleh masalah haji, akan dapat terangkat.

"Permasalahan umat Islam sangat luas dan banyak, selama ini tak tertangani dengan fokusnya Depag ke masalah haji. Sayangnya anggaran Ditjen Bimas Islam hanya 1,2 persen dari anggaran Depag yang pada 2007 hanya mendapat pagu Rp105,74 miliar," keluhnya. (ant/mkf)

Ulama Salaf Online

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Olahraga, Pondok Pesantren, Doa Ulama Salaf Online

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ulama Salaf Online sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ulama Salaf Online. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ulama Salaf Online dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock