Tampilkan postingan dengan label AlaSantri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AlaSantri. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Februari 2018

Dilantik, ini Program Unggulan MWCNU Dawuan

Subang, Ulama Salaf Online. Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Dawuan Kabupaten Subang Jawa Barat resmi dilantik oleh Rais PCNU Subang KH Agus Salim di halaman Masjid Besar Kecamatan Dawuan pada Rabu (25/3).

Pada pelantikan yang sekaligus pengajian bulanan Muslimat NU Subang itu, Ketua PCNU Kabupaten Subang, KH Musyfiq Amrullah sangat mengapresiasi kinerja pengurus MWCNU Dawuan dan mengharapkan kepada mereka agar lebih aktif lagi dalam berorganisasi.

Dilantik, ini Program Unggulan MWCNU Dawuan (Sumber Gambar : Nu Online)
Dilantik, ini Program Unggulan MWCNU Dawuan (Sumber Gambar : Nu Online)

Dilantik, ini Program Unggulan MWCNU Dawuan

"Saya mengharapkan agar pengurus MWCNU Dawuan lebih baik dari sebelum dilantik. Karena sebelum dilantik saja sudah banyak kegiatan, apalagi kalau sudah dilantik," katanya.

Ulama Salaf Online

Di tempat terpisah, Ketua MWCNU Dawuan, Toto Ubaidillah Haz mengatakan program unggulan MWCNU Dawuan adalah di bidang ekonomi, bahtsul masail, dan pendidikan.

Ulama Salaf Online

"Program unggulan kita mungkin lebih ke di bidang ekonomi agar para pengurus bisa sejahtera sehingga dalam kegiatan tidak terlalu pusing dalam mencari dana,” teranganya.?

Menurut dia, kegiatan kegiatan pelantikan tersebut juga tidak meminta pihak lain dengan proposal. Panggung, sound system, konnsumsi disediakan MWCNU.?

Dalam kesempatan itu, turut hadir Bupati Subang, Camat Dawuan, Kepala Kemenag Subang dan para Pengurus PCNU serta ratusan ibu-ibu pengurus Muslimat NU se-Kabupaten Subang. (Aiz Luthfi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Nusantara, AlaSantri, Nasional Ulama Salaf Online

Rabu, 24 Januari 2018

Kemenperin terus Tingkatkan Ekspor Kopi Nasional

Jakarta, Ulama Salaf Online. Industri pengolahan kopi menunjukkan kontribusi yang semakin meningkat bagi ekspor Indonesia. Pada tahun 2016, sektor ini mencatat angka ekspor USD 427,89 juta, atau meningkat sekitar 19% dari tahun 2015.

“Neraca perdagangan produk kopi olahan kita surplus USD 349,18 juta. Ekspor produk kopi olahan didominasi produk kopi instan, ekstrak, esens dan konsentrat kopi yang tersebar ke negara tujuan ekspor utama yaitu ASEAN, RRT, dan Uni Emirat Arab.” jelas Dirjen Industri Kecil Menengah Gati Wibawaningsih pada acara puncak Perayaan Hari Kopi Internasional, Ahad (1/10).

Kemenperin terus Tingkatkan Ekspor Kopi Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenperin terus Tingkatkan Ekspor Kopi Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenperin terus Tingkatkan Ekspor Kopi Nasional

Kementerian Perindustrian kembali menggelar perayaan Hari Kopi Internasional. Perayaan di tahun ke-3 ini diselenggarakan di Provinsi Lampung, salah satu daerah penghasil kopi robusta di Indonesia. Acara yang diselenggarakan dari tanggal 29 September–1 Oktober 2017 ini ditujukan untuk meningkatkan kinerja industri pengolahan kopi di dalam negeri dan mendorong ekspor. 

Turut hadir pada kesempatan tersebut, Perwakilan berbagai Kementerian, para duta besar negara sahabat, Perwakilan 17 Provinsi Penghasil Kopi, Asosiasi Kopi, Petani Kopi, serta Dinas dan Lembaga. Bertemakan “Kopi Indonesia untuk Kesejahteraan Masyarakat”, acara ini dirancang untuk semakin memperkuat budaya minum kopi yang sudah mengakar sejak lama bagi masyarakat Indonesia. Perayaan hari kopi intrnasional juga dimanfaatkan sebagai ajang promosi untuk peningkatan konsumsi kopi di dalam negeri. 

Potensi Pengembangan industri kopi olahan dan kopi spesial di dalam negeri masih sangat baik, mengingat konsumsi kopi masyarakat Indonesia rata-rata masih sebesar 1,1 kg perkapita/tahun. Jumlah itu jauh dibawah negara-negara pengimpor kopi seperti USA 4,3 kg, Jepang 3,4 kg, Austria 7,6 kg,  Belgia 8,0 kg, Norwegia 10,6 Kg dan Finlandia 11,4 Kg perkapita/tahun. 

Ulama Salaf Online

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Industri Agro Panggah Susanto memaparkan, kebijakan pengembangan industri pengolahan kopi ditujukan untuk terus mengembangkan potensi pasar di dalam negeri. Beberapa program yang dikembangkan yaitu; Peningkatan kapasitas sumber daya manusia seperti barista, roaster, penguji cita rasa (cupper), peningkatan nilai tambah biji kopi di dalam negeri, dan peningkatan mutu kopi olahan terutama kopi sangrai (roasted bean) melalui penguasaan teknologi roasting. “Diharapkan di masa depan, Indonesia menjadi eksportir utama roasted bean di Asia dan dunia,” tutur Panggah

Indonesia adalah negara penghasil biji kopi terbesar keempat di dunia setelah Brasil, Vietnam dan Kolombia dengan produksi rata-rata sebesar 639 ribu ton per tahun atau sekitar 8 % dari produksi kopi dunia. Komposisi produksi kopi Indonesia adalah 72,84% kopi jenis robusta dan 27,16% kopi jenis arabika. “Kami optimistis bahwa pertumbuhan kelas menengah dan perubahan gaya hidup masyarakat Indonesia juga akan meningkatkan kinerja industri pengolahan kopi di dalam negeri secara signifikan,” paparnya.

Perayaan Hari Kopi Internasional merupakan kolaborasi antara Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pariwisata, Kementerian Pertanian, Badan Ekonomi Kreatif, dan Pemerintah Provinsi Lampung. Kementerian Perindustrian juga mengundang beberapa organisasi kopi untuk bertandang dalam acara tersebut. Seperti, Gabungan Eksportir Kopi Indonesia (GAEKI), Asosiasi Ekportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI), dan Sustainable Coffee Platform of Indonesia (SCOPI).

Ulama Salaf Online

Beragam acara ditampilkan mulai dari Workshop dan Pameran, Tur ke Perkebunan Kopi PT Nestle, Pertemuan Master Trainer, Pemilihan Duta Kopi, hingga acara minum kopi bersama. Kejuaraan Barista tingkat Nasional untuk kategori cup taste, manual brewing dan latte art juga digelar untuk mengapresiasi kemahiran para pecinta kopi. Selain dirayakan di Provinsi Lampung, perayaan Hari Kopi Internasional juga diadakan di tiga kota yaitu Batam, Pinrang, Badung dan Jakarta. Khusus di Jakarta, acara akan digelar dalam kegiatan Car Free Day. Di sana akan ada gerai kopi yang menawarkan petualangan mencicipi berbagai macam jenis kopi, sekaligus informasi kepada para pengunjung untuk akses permodalan kedai kopi.

“Perhatian dan dukungan seluruh pihak terkait kami harapkan dapat meningkatkan kesejahteraan seluruh pelaku rantai nilai perkopian Indonesia mulai dari petani, industri sampai penyedia jasa retail kopi dan konsumen,” tutup Gati.(Red. Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online AlaSantri, Berita Ulama Salaf Online

Kamis, 18 Januari 2018

PBNU Siapkan Materi Taqrir Jamai dan Metode Ilhaqul Masail bi Nazhairiha

Jakarta, Ulama Salaf Online - Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) menggelar bahtsul masail dan diskusi terbatas terkait taqrir jamai dan metode ilahaqul masail bi nazhairiha di Lantai 5 Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Selasa (31/10) siang. Pengurus harian PBNU melakukan penguatan materi untuk dibawa di forum Munas dan Konbes NU 2017 akhir November mendatang.

“Semoga pertemuan ini memberikan manfaat dan membuahkan hasil sebagai bahan Munas NU 2017,” kata Rais Syuriyah PBNU KH Musthofa Aqil Siroj membuka forum diskusi.

PBNU Siapkan Materi Taqrir Jamai dan Metode Ilhaqul Masail bi Nazhairiha (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Siapkan Materi Taqrir Jamai dan Metode Ilhaqul Masail bi Nazhairiha (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Siapkan Materi Taqrir Jamai dan Metode Ilhaqul Masail bi Nazhairiha

Forum ini dihadiri oleh pengasuh pesantren dan sejumlah pengurus NU dari berbagai daerah. Hadir pada pertemuan ini Rais Syuriyah PBNU 2010-2015 KH Afifuddin Muhajir yang memberikan pengantar diskusi.

Ulama Salaf Online

“Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari putusan Munas NU 1992 di Lampung terkait taqrir jamai dan ilhaq. Kita ingin mencari formula yang lebih rinci dan operasional kedua materi tersebut,” kata Wakil Ketua LBM PBNU Komisi Maudhuiyyah KH Abdul Moqsith Ghazali yang memandu forum.

Kiai Afif membuka forum dengan penjelasan terkait taqrir. Taqrir, menurutnya, adalah sebutan lain dari istilah tarjih.

Ulama Salaf Online

“Kalau tarjih itu menyeleksi dalil, taqrir adalah memilih salah satu pendapat ulama yang beragam. Taqrir merupakan salah satu cara yang ditempuh untuk menyelesaikan pendapat ulama yang tampak ta’arud,” kata Kiai Afif.

Diskusi berlangsung dinamis. Peserta menanggapi dan memberikan masukan kepada panitia Munas NU 2017 terkait penguatan materi taqrir jamai dan ilhaqul masail bi nazhairiha. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online AlaSantri, Pesantren, Amalan Ulama Salaf Online

Kamis, 11 Januari 2018

LAZISNU Kudus Bagi-bagi Makanan ke Tukang Becak

Kudus, Ulama Salaf Online. Untuk kesekian kalinya, Pengurus Cabang Lembaga Amil Zakat Infaq Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kudus, Jawa Tengah, menunjukkan aksi kepeduliannya pada kaum dhuafa. Jumat pagi (26/9) kemarin, pengurus dan relawan LAZISNU membagikan nasi bungkus untuk para tukang becak.

LAZISNU Kudus Bagi-bagi Makanan ke Tukang Becak (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Kudus Bagi-bagi Makanan ke Tukang Becak (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Kudus Bagi-bagi Makanan ke Tukang Becak

Setiap tukagn Becak yang berada di sepanjang jalan, mulai kantor NU Jalan Pramuka, Pasar Bitingan hingga Alun-alun Kudus mendapatkan satu nasi bungkus bersama minuman sebagai menu makan siang mereka. Pada kesempatan itu,  relawan juga membagikan brosur LAZISNU kepada masyarakat untuk memperkenalkan eksistensi lembaga yang mengurusi dan menyalurkan zakat, infak dan sedekah ini.

Ketua LAZISNU Kudus Syaroni Suyanto mengatakan, pemberian makan kaum dhuafa merupakan bentuk program kepedulian sosial yang akan dilaksanaka setiap hari Jumat. Pihaknya ingin berbagi kebahagiaan dan empati terhadap kehidupan kaum lemah ini.

Ulama Salaf Online

 

"Alhamdulillah,  LAZISNU sudah memperoleh mitra sebagai donatur tetap dalam merealisasikan program ini. Insyaallah rutin seminggu sekali," katanya kepada Ulama Salaf Online.

Ulama Salaf Online

 

Untuk yang pertama kali ini, kata dia, pemberian makan difokuskan pada para tukang becak karena  mereka ini termasuk pekerja berat untuk mencari rezeki bagi keluarganya. Sebagai permulaan, LAZISNU baru  membagi 50 bungkus nasi dan minuman dahulu pada mereka.

 

"Walaupun kecil nilainya namun bisa mengurangi beban biaya makan siang mereka dan alhamdulillah para abang becak merasa sangat senang," ujar Syaroni.

 

Ditambahkan, saat ini LAZISNU masih mencari formula teknis pelaksanaan program sehingga ke depan bisa bertambah baik dari sisi pelayanan dan jumlahnya. "Dalam pengembangannya nanti, kita akan berusaha tidak hanya abang becak , tapi semua kaum dhuafa di pelosok ranting pedesaan juga bisa tersentuh merasakan program LAZISNU berbagi ini," pungkasnya. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Pertandingan, AlaSantri Ulama Salaf Online

Kamis, 04 Januari 2018

Juragan Solaria Berbagi Ilmu di Harlah Unusia

Jakarta, Ulama Salaf Online. Menjadi wirausahawan harus bisa memikirkan untuk mempekerjakan orang lain, sebab banyak juga wirausahawan yang hanya mampu mempekerjakan dirinya sendiri. Itu sebabnya menjadi wirausahawan banyak tantangan yang harus dihadapi.

Demikian disampaikan Owner restoran? Solaria, Auliyanto saat mengisi diskusi Menumbuhkan Jiwa Enterpreneur di Kalangan Generasi Muda” dalam rangka Dies Natalis ke-I Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) di Aula Utama Unusia, Jalan Taman Amir Hamzah Menteng Jakarta Pusat, Jumat (17/6) sore.

Juragan Solaria Berbagi Ilmu di Harlah Unusia (Sumber Gambar : Nu Online)
Juragan Solaria Berbagi Ilmu di Harlah Unusia (Sumber Gambar : Nu Online)

Juragan Solaria Berbagi Ilmu di Harlah Unusia

Menurut Auliyanto, menjadi wirausahawan adalah salah satu pilihan, artinya tidak semua orang harus menjadi wirausahawan. Karena tidak semua orang suka dengan dunia usaha.?

Menjadi wirausahawan sesungguhnya ada kelebihan dan kekurangannya. Kelebihan yang dimaksud di antaranya tidak ada yang menyaratkan. “Syarat menjadi wirausahawan adalah tergantung dari diri sendiri. Berbeda dengan menjadi pegawai atau karyawan, ada syarat-syarat yang diperlukan saat melamar, misalnya usia dan ijazah,” kata pemilik 220 cabang restoran ini.

Sementara kekuarangannya menjadi wirausahawan adalah harus mencari tempat usaha, barang dan pendukung lainnya. Orang yang bekerja tidak usah mencari toko atau kios dan barang yang dijual. Sedangkan wirausahawan harus mencari tempat jualan dan barang yang dijual. Maka di dunia wira usaha yang tidak disyaratkan untuk memasukinya, justru syaratnya menjadi lebih banyak.

Ulama Salaf Online

Hal yang sering dikeluhkan calon wirausahawan adalah ketiadaan modal. Menurut Auliyanto, bisa jadi hambatannya bukan hanya itu saja. Sangat mungkin calon wirausahawan sesungguhnya masih banyak kekurangan, sedangkan dirinya merasa sudah siap menjadi wirausahawan.

“Memiliki modal saja belum cukup. Orang yang memiliki modal kemudian terjun begitu saja ke dunia usaha, bisa jadi modalnya hilang. Kemampuan akan bidang usaha, pangsa pasar (pelanggan), ? tingkat kebutuhan, dan pengetahuan akan lokasi usaha, harus diperhatikan dan disiapkan oleh calon wirausahawan,” ujarnya.

“Kebanyakan orang ingin meloncat dan langsung ingin berhasil. Padahal usaha yang besar juga dimulai dari yang kecil,” kata lulusan Akuntansi Universitas Gajah Mada (UGM) yang aktif dalam gerakan sosial dan pendidikan itu.

Ulama Salaf Online

Kemampuan berwirausaha bisa dipelajari dari lingkungan terdekat, misalnya orang tua atau keluarga yang juga wirausahawan. Tetapi, jika bidang pekerjaan orangtua bukan dunia usaha, seseorang bisa mempelajari dunia usaha di bangku kuliah. Sayangnya saat kuliah, kebanyakan orang tidak menyiapkan diri.

Selain itu, lanjut dia, kemampuan wirausaha dapat dibangun saat bekerja atau dari pergaulan dengan banyak pengusaha lain (networking). ? “Untuk membentuk kemampuan wirausaha dapat diupayakan sesusai kemampuan. Kalau kemampuan belum ada, jelas belum bisa menjadi wirausahawan,” kata Auliyanto.?

Pria yang pernah berkecimpung di bidang usaha minimarket hingga memiliki tujuh cabang minimarket itu mengkritisi banyaknya calon wirausahawan yang ingin sama persis suksesnya dengan pengusaha lain yang sudah ada.

“Menjadi pengusaha harus menjadi diri sendiri. Jangan terpengaruh atau meniru-niru orang lain,” tegas Auliyanto. (Kendi Setiawan/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online AlaSantri, Nahdlatul Ulama Ulama Salaf Online

Minggu, 31 Desember 2017

Kiai Nuril Ajak PMII Lestarikan Aswaja

Jakarta, Ulama Salaf Online

Ketua Umum Pengurus Pusat Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) KH Nuril Huda kembali menegaskan pentingnya menjaga dan melestarikan paham keagamaan NU, Ahlussunnah Wal Jama’ah (Aswaja). Ia mengajak para aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) untuk turut serta melestarikan paham yang dikenal moderat itu.

“Bagaimanapun juga, PMII adalah bagian dari NU. Oleh karena itu, mari bersama-sama menjaga serta melestarikan Aswaja dari paham-paham baru yang muncul akhir-akhir ini,” kata Kiai Nuril saat menjadi penceramah pada acara Semarak Ramadhan yang digelar Pengurus Cabang (PC) PMII Jakarta Pusat, di Masjid Jami’ Al-Ma’mur, Jalan Raden Saleh, Jakarta (25/9)

Di hadapan para aktivis organisasi berbasis mahasiswa NU itu, Kiai Nuril menjelaskan, saat ini Aswaja tengah terancam keberadaannya. Pasalnya, tidak sedikit muncul paham baru yang mengatasnamakan ahlussunnah. “Sekarang harus diingat, ada (paham, red) ahlussunnah tok (saja, red), ada ahlussunah yang ada wal jama’ah-nya,” terangnya.

Kiai Nuril Ajak PMII Lestarikan Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Nuril Ajak PMII Lestarikan Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Nuril Ajak PMII Lestarikan Aswaja

“Ahlussunnah tidak sama dengan Aswaja. Ajaran yang tanpa mengejek orang lain, keyakinan orang lain, paham yang dianut orang lain, itulah Aswaja,” jelas Kiai Nuril.

PMII, sebagai organisasi yang menghimpun para pemuda NU, kata Kiai Nuril, memiliki peran besar dalam rangka turut serta melestarikan Aswaja. Menurutnya, pemuda memiliki semangat yang masih besar. Hal itulah yang menurutnya dibutuhkan oleh NU saat ini .

Selain para aktivis PMII, acara tersebut juga diikuti sekitar 100 anak-anak yang tinggal di sekitar Masjid Jami’ Al-Ma’mur. Mereka memang sengaja diundang pada acara Semarak Ramadhan itu untuk berbuka bersama.

Ulama Salaf Online

Acara tersebut merupakan pembukaan dari serangkaian kegiatan yang akan diselenggarakan PC PMII Jakpus selama bulan Ramadhan kali ini, antara lain, Pesantren Kilat, Halaqoh dan Pengajian Kitab Salaf, Buka Bersama Anak Jalanan dan Silaturrahmi Antar-Tokoh Ormas Islam dan OKP. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Kyai, AlaSantri, Sunnah Ulama Salaf Online

Ulama Salaf Online

Kamis, 28 Desember 2017

Banser Korsel Tanggapi Tragedi Penganiayaan Kejam terhadap Kancil

Jakarta, Ulama Salaf Online. Aparatur negara sudah selayaknya berpartisipasi menjaga lingkungan hidup dan tidak tergoda iming-iming uang. Karena, dampak kerusakan lingkungan hidup akan menjadi tanggung jawab bersama.

Demikian disampaikan Komandan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Korea Selatan Sukaryadi di Ansan, Korea Selatan, Rabu (30/9) ketika menanggapi kasus pembunuhan petani penolak penambangan pasir, Salim di desa Selo Awar-Awar kecamatan Pasirian, Lumajang.

Banser Korsel Tanggapi Tragedi Penganiayaan Kejam terhadap Kancil (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Korsel Tanggapi Tragedi Penganiayaan Kejam terhadap Kancil (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Korsel Tanggapi Tragedi Penganiayaan Kejam terhadap Kancil

"Saya sepakat pelakunya mendapat hukuman setimpal. Kami berharap kasus ini diusut dengan tuntas," ujar Sukaryadi kepada Ulama Salaf Online saat diwawancarai.

Ulama Salaf Online

Salim alias Kancil dibunuh sebelum demo penolakan tambang pasir di desa Selo Awar-Awar, Pasirian oleh pihak pro-penambangan pasir. Sementara warga lain yang juga menolak penambangan pasir Tosan mengalami luka serius. Kini ia dirawat secara intensif di Rumah Sakit Saiful Anwar, Malang.

Ulama Salaf Online

"Penganiayaan berlangsung di balai desa tentu menimbulkan kecurigaan adanya kongkalikong oknum aparatur negara dalam hal ini oknum aparatur desa dengan para pelaku pembunuhan sadis itu," ujar Sukaryadi.

Senada Sukaryadi, Ketua Dewan Penasehat GP Ansor Waykanan Yozi Rizal juga menanggapi terbunuhnya Kancil. Ia menyayangkan orang-orang yang demi materi menggelapkan mata.

"Sama di tempat kita, demi harta mereka tega mengeruhkan sungai, menghancurkan ekosistem dengan merugikan lebih banyak manusia," ujar Yozi.

Ketua GP Ansor Waykanan Gatot Arifianto meminta negara tidak lagi melakukan pembiaran berulang. Menurutnya, negara sudah berulang kali alpa dan berulang melakukan pembiaran atas penganiayaan dan pembunuhan terhadap warga?

"Narapidana bersalah saja masih bisa mungkin mendapatkan grasi, mengapa orang-orang benar seolah-olah dan melulu dibiarkan untuk dibunuh?" ujar Gatot yang baru saja menggelar kelas menulis lingkungan hidup, "Berdamai dengan Lingkungan Hidup. Berdamai dengan Masa Depan Yang Hidup" itu. (Syuhud Tsaqafi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ulama Salaf Online Internasional, IMNU, AlaSantri Ulama Salaf Online

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ulama Salaf Online sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ulama Salaf Online. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ulama Salaf Online dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock